KULIAH DI PAKPAK BHARAT

Penerimaan Kuliah Di Pakpak Bharat

Penerimaan Mhs Baru Graha Kirana Pakpak Bharat Jurusan Strata Satu (S1) Hukum Dan Ekonomi.
Pendaftaran terahir s/d tgl 03/09/2013.
Syarat pendaftaran:
1. Ijazah/SKHU SMA sederajat leges 3 lbr.
2. Pas photo 2×3, 3×4, 4×6 rangkap 3.
3. Uang pendaftaran Rp 200.000.
Tempat pendaftaran:
Jln. utama Pemkab Pakpak Bharat Sindeka Salak (rmh saut boangmanalu/Pasabremo)
HP. 082365681155 dan 082165193433
Lias ate, NJUAH-NJUAH

Iklan

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK
Geta Pakpak
Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam Peningkatan produksi Gambir, petani setempat semakin bergairah mnelakukan perluasan dan peningkatan produksi Gambir yang dikelola melalui usaha keluarga. Cintang Berutu salah seorang petani gambir Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) saat ditemui dikediamanya, Rabu, 03/04/2013 mengaku senang dengan program Sejuta Gambir yang telah digelontorkan oleh pemkab Pakpak Bharat sejak tahun anggaran 2012. “Bagaimanapun kedepan harga gambir pasti akan semakin naik” katanya.
Berbekal pengalaman mengelola gambir dalam 10 tahun terakhir Cintang Berutu bersama keluarganya terus melakukan pengembangan usaha Gambirnya yang dikelola secara keluarga dilingkungan pemukimannya. “Saat ini juga telah terjadi kenaikan harga dari sebelumnya hanya Rp. 15.000,-/Kg, kini menjadi Rp. 24.000,-/Kg” katanya. Sejalan dengan itu Berru Berutu berharap ia akan mendapat suntikan dana melalui Kredit Nduma Pakpak Bharat (KNPB) yang selama ini telah juga digulirkan oleh pihak Pemnkab Pakpak Bharat melalui Dinjas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM.
Dengan demikian perluasan serta peningkatan produksi gambir yang menjadi tujuan pertanianya akan lebih rasional ditengah semakin sulitnya mendapatkan Gambir didunia pasar. Petani Gambir Pakpak Bharat berjanji akan semakin menaikkan produk mereka jika kedepan Pemerintah Pakpak Bharat melalui BUMBD Gambir dapat memberikan jaminan pasar dan harga. **

Prediksi Kelulusan UN SMAN 1 Salak 60%

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK
Geta Pakpak
Tingkat kelulusan UN di SMAN 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat diperkirakan hanya berkisar 60% dari 144 peserta Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan pertengahan April tahun ini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Salak Pakpak Bharat Seram Berutu, MM, Sabtu, 05/04/2013 saat dikonfirmasi wartawan terkait kesiapan siswa/i di Pakpak Bharat tahun 2013.
“Perkiraan saya itu berdasarkan upaya dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa dengan telah diterapkanya sistim pelaksanaan soal ujian fariasi” katanya. Diterangkan dia, selama empat bulan pihaknya telah melaksanakan bimbingan bagi para anak didik, ditambah Try Out yang diselenggarakan beberapa pihak seperti Dinas Pendidikan Pakpak Bharat, lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah dan oleh sekolah itu sendiri.
Tingginya tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa, dikatakan Seram Berutu peluang penentuan kelulusan yang hanya dimiliki sekolah 40% tetap akan cukup sulit untuk meluluskan 100% siswa sekolahnya. “Bayangkan satu ruangan ada 20 siwa yang mengikuti ujian dengan 20 fariasi soal, belum lagi poengawasan yang dilakukan cukup ketat” ujarnya. Sekaitan itu kedepan harapanya, UN dapat dilakukan hanya untuk pemetaan kwalitas siswa dan bukan syarat kelulusan. Sementara syarat nilai kelulusan yang harus dicapai siswa minimal 5,50 dengan persentase penentuan kelulusan, 60% ditentukan hasil UN dan 40% ditentukan sekolah masing-masing. **

Jalan Gorat Disesak Semak

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT
Geta Pakpak
Jalan menuju Dusun Gorat Siempat Rube Pakpak Bharat mengalami penyempitan setelah dilakukan pengaspalan, sementara sebelumnya warga sangat mengharapkan dilakukanya pembangunan jalan aspal tersebut. Penyebab utama penyempitan jalan tersebut karena semakin hari semakin disesak semak belukar, sementara perawatan jalan tidak dilakukan oleh pihak-pihak terkait termasuk oleh pemerintah desa yang seharusnya secara proaktif menggerakkan warganya untuk melakukan gotong-royong membersihkan jalan. Disamping itu sepinya penggunaan jalan juga menjadi penyebab semakin menyempitnya badan jalan.
Hampir sepanjang jalan dari Resdes terlihat badan jalan diselimuti semak belukar, seperti yang terlihat saat media ini melakukan pantauan langsung kelokasi, Jumat, 04/04/2013. “Dengan telah dibangunya jalan tersebut warga setempat seharusnya lebih menikmati kue pembangunan, namun jika faktanya penggunaan jalan hanya sebatas kendaraan roda dua, maka diperlukan evaluasi” ujar J. Boangmanalu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat. Kata dia lagi, seyogianya masyarakat setempat meningkatkan aktivitasnya maka manfaat pembangunan jalan tersebut akan semakin dirasakan yang dapat dilihat dari semakin meningkatnya produksi pertanian maupun perluasan pertanian di kawasan tersebut.**

Koperasi Meduk Salak Tinggal Nama

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR
Geta Pakpak
Gedung Koperasi Meduk yang berdiri di inti Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat terlantar. Gedung berukuran sekitar 15 x 10 meter itu menurut keteangan warga sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, namun dalam sepuluh tahun terakhir gedung tersebut tidak lagi pernah difungsikan dan menciptakan kesan kumuh.
Bangunan yang sempat menumbuhkan perekonomian Kota Salak itu melalui aktivitas perkoperasianya disebut-sebut adalah milik pemerintah Propinsi Sumatera Utara. “Pra pemekaran Pakpak Bharat, gedung ini sangat bermanfaat dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan dikota ini selain pasar, namun sayang kini hanya menjadi pajangan dan menimbulkan kekumuhan” ujar D. Anakampun warga Salak, Sabtu, 06/04/2013. Harapan warga, gedung tersebut dapat kembali difungsikan atau diserahkan kepada Pemerintah Pakpak Bharat untuk dapat dimanfaatkan untuk gedung koperasi masyarakat lokal. **

PARTAI DEMOKRAT PAKPAK BHARAT SIAP DAFTARKAN BACALEG KE KPU

PARTAI DEMOKRAT PAKPAK BHARAT SIAP DAFTARKAN BACALEG KE KPU
Geta Pakpak
Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat siap daftarkan Bakal Calon Legislatif (BACALEG) tingkat Kabupaten ke KPU. Demikian disampaikan Dosma Anakampun Sekretaris DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat, Sabtu, 06/04/2013 disela-sela persiapan Bacaleg Partai pimpinan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Kabupaten Pakpak Bharat itu.
Sejumlah nama yang sudah mendaftar ke partai tersebut dikatakan Dosma telah dilakukan seleksi ditingkat Tim Penjaringan yang diketua dirinya sendiri. “Tinggal nama-nama tersebut akan difinalkan ditingkat dewan Pimpinan Cabang yang akan dilaksanakan tanggal depalan April nanti” katanya. Untuk itu kata Dosma, kepada para Bacaleg untuk mempersiapkan diri serta melengkapi seluruh kekurangan berkas administrasi termasuk mental untuk nanti dipanggil oleh Dewan Pimpinan Cabang secara lisan.
Dan setelah pendaftaran diharapkan segera melakukan kerja-kerja politik ke tengah-tengah masyarakat. “Tidak perlu lagi janji-janji yang perlu kita buktikan abdi kita kepada masyarakat dengan bukti nyata melalui aktivitas kita masing-masing” tegas Dosma. **

Demokrat, politik lokal

Demokrat, politik lokal

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Geta Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat setelah sebelumnya telah diiutsertakan menjadi peserta tingkat Nasional Kompetisi CIBAN, akhirnya tercatat sebagai Kabupaten salah satu dari 13 Penghargaan Citra Bakti Abdi Negara (CIBAN) yang disediakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi (KEMENPAN Dan RB). Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA selaku Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang telah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten pimpinanya.
Penghargaan CIBAN adalah hasil penilaian kinerja Pimpinan daerah terhadap penyelenggaraan pelayanan publik didaerahnya, mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Penilaian tersebut diambil berdasarkan penilaian langsung oleh pihak Kemenpan langsung ke Kabupaten/Kota Se-Indonesia pada tahun 2011 yang lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Grand Ballroom Balai kartini, Kuningan Jakarta, Kamis 28/03/2013 yang diserahkan langsung oleh Mentri KEMENPAN Dan RB Bapak Ir. H. Azwar Abubakar.
Kepada wartawan usai menerima Penghargaan CIBAN, Bupati Remigo menyampaikan komitmenya bersama jajaran pimpinya sejak memimpin tahun 2010 di daerah yang 83% luas wilayahnya adalah hutan lindung itu telah memulai kerja keras, kerja cerdas serta ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas. “Ada tidaknya penilaian Ciban, kita sejak awal memang telah memulai bekerja berorientasi untuk pelayanan publik. Konsen untuk pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Itu yang saya dan jajaran Pemkab Pakpak Bharat lakukan” terang Remigo. Dengan nada bergurau, Bupati Remigo yang dikenal dengan sebutan RYB itu menyebutkan ia bahkan sudah lupa jika ada penilaian Ciban oleh Kemenpan. “Syukurlah penilaian ini juga telah menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat” katanya.
Ia mengharapkan, kedepan Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat dapat terus melakukan reformasi birokrasi kearah yang lebih baik lagi. “Prestasi ini merupakan kebanggan kita semua elemen masyarakat Pakpak Bharat dan jajaran Pemerintah Pakpak Bharat yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dikemudian hari” tandasnya. Pada saat menerima Penghargaan Bupati Remigo didampingi plt. Asisten Pemerintahan Sahat Banurea, S.Sos, Kabag Humas Kastro Manik, S.Sos. Kepada wartawan Kastro Manik menyampaikan bahwa sebelumnya dari tingkat Propinsi, 4 Kabupaten dari Sumut diikutsertakan mengikuti Penilaian Ciban Tingkat Nasional yakni Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Dan berdasarkan penilaian Tim Penilai Kemenpan Dan RB tingkat Nasional yang telah turun langsung ke Kabupaten Pakpak Bharat akhirnya mencatatkan Kabupaten Pakpak Bharat pimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA sebagai peserta terbaik. Pada kesempatan pemberian penghargaan tersebut Kemenpan dan RB Ir. H. Azwar Abubakar menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan terbaik, para Kepala Daerah telah melakukan reformasi birokrasi.
“Genderang perang terhadap birokrasi telah ditabuh. Butuh keberanian dan komitmen kepala daerahnya masing-masing dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat pimpinanya masing-masing” tegas Kemenpan. Prestasi gemilang tersebut merupakan satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Utara. Ke 13 penerima Penghargaan Ciban tersebut adalah 5 Kabupaten/Kota dari Jawa Tengah yakni: Kabupaten Kudus, Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, kota Magelang dan Kota Pekalongan. 3 Kabupaten/Kota dari Jawa Barat antara lain: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. 1 dari DIY yakni Kabupaten Sleman. Diluar Pulau Jawa, 1 Kabupaten dari Bali yakni Kota Denpasar, 1 dari Sumatera Selatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu dan 1 dari Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Pinrang. **

FORUM SKPD PAKPAK BHARAT: PERKUAT SINERGITAS PEMBANGUNAN DAERAH

Forum SKPD

Forum SKPD

FORUM SKPD PAKPAK BHARAT: PERKUAT SINERGITAS PEMBANGUNAN DAERAH

GETA PAKPAK
Dalam rangka mencapai pertumbuhan pembangunan kabupaten Pakpak Bharat yang lebih signifikan lagi, dibutuhkan penguatan substansi pembangunan khususnya sinergitas antar Satuan pengelola Keungan Daerah (SKPD) yang akan diselaraskan dengan program-program pembangunan dari Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Demikian disampaikan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA saat melakukan pembukaan Forum SKPD yang ditujukan sebagai upaya untuk memadukan prioritas program dan kegiatan pembangunan, menetapkan dan menyesuaikan prioritas, sekaligus mengidentifikasi regulasi dan kebijakan di tingkat daerah, Selasa-Rabu, 05/03-06/03.
Kata dia, setiap isntansi maupun SKPD pada forum tersebut dibuat berkelompok dengan 3 konsentrasi pembahasan antara lain Fisik dan Sarana Prasarana, Perekonomian dan kelompok ketiga Pemerintahan dan Sosial Budaya. Harapanya berbagai kontribusi pemikiran dan konsep akan dilahirkan kelompok-kelompok dalam rangka pembangunan Pakpak Bharat.
Sementara pada Forum tersebut terlihat hadir Wakil Ketua DPRD, Edison Manik SE dan Sekda Kab. Pakpak Bharat, Drs. Holler Sinamo, MM, Asisten Administrasi dan Pembangunan, para pimpinan SKPD, para Kabag lingkup Setda, para Camat dan para Kasubbag PEP masing-masing SKPD. **

Pilgubsu 2013; PASANGAN GANTENG DI PAKPAK BHARAT MENANG

pilgubsu 2013

pilgubsu 2013

Pilgubsu 2013;
PASANGAN GANTENG DI PAKPAK BHARAT MENANG

GETA PAKPAK
Perolehan suara sementara di Kabupaten Pakpak Bharat yang dihimpun dari berbagai sumber dipastikan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2013-2018 Gatot Pujo Nugroho-Tengku Ery Nuradi (Ganteng) pasangan Nomor 5 menang. Dari hasil perhitungan sementara yang dilakukan dari delapan Kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat menyebutkan angka kemenangan Ganteng mencapai 5.700 suara. Sementara peringkat kedua diraih pasangan nomor dua Efendi Simbolon-Jumiran Abdi dengan perolehan suara 4.900.
Secara rinci berikut perhitungan suara sementara berdasarkan nomor urut calon: 1. GUSMAN 2007, 2. ESJA 4.900, 3. CARLY 975, 4. AMRI-RE 2400, 5. GANTENG 5.700. Dari data tersebut diperkirakan perhitungan suara masuk sudah mencapai 90% dengan suara total 15.982 dari jumlah total DPT Pilgubsu 27.934 suara. Dari angka tersebut partisipasi pemilih diperkirakan hanya mencapai 57%. Dengan demikian Golput diperkirakan mencapai 43%.
Pelaksanaan Pilgubsu di Pakpak Bharat terbilang berlangsung baik. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dan ibu didampingi Sekda Drs. Holler Sinamo, Ketua KPU dan Kapolres Pakpak Bharat usai melakukan pencoblosan di langsung turun ke TPS-TPS melakukan pemantauan langsung proses pencoblosan disejumlah TPS. Sementara Bupati Remigo dan ibu melakukan pencoblosan di TPS 2 Desa Salak II Salak yang ditempatkan di SDN Inpres Salak. **

MENTRI PAN SALUT KEBERANIAN PAKPAK BHARAT TERAPKAN SMM ISO9001:2008

MENTRI PAN DUKUNG PAKPAK BHARAT PENERAPKAN SMM ISO9001:2008

GETA PAKPAK

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA (Kanan) terlibat pembicaraan serius dengan Mentri PAN Dan RB Ir. H. Azwar Abubakar (Kiri)

Bupati Pakpa Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dalam satu tahun penerapan Sistim Manajemen Mutu SMM ISO 9001:2008 lakukan ekspos kepada Mentri RB, Ir. H. Azwar Abubakar PAN Dan RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).

“Penerapan sistem Manajemen Mutu ini merupakan kerjasama Pemkab Pakpak Bharat dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka mempercepat laju pembangunan daerah apalagi Kabupaten Pakpak Bharat merupakan Kabupaten yang relative baru dimekarkan di Sumatera Utara” ujar Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, Selasa, 09/10.

Ditambahkanya bahwa ekspos tersebut dilakukan secara langsung dihadapan Menteri PAN dan RB, Ir. H. Azwar Abubakar, di ruang Mojopahit, Lt. II Kantor Kementerian PAN dan RB, Jl. Jend. Sudirman Kav. 69, Jakarta, Jumat siang (05/10).”Ini merupakan progress report perkembangan pelaksanaan SMM ISO 9001:2008 yang telah kami laksanakan secara terintegritas ditengah kondisi keterbatasan daerah yang masih degan status daerah tertinggal” jelas Bupati Remigo. Keberanian Pemkab Pakpak Bharat menerapakan system SMM ISO selama ini telah mendapat apresiasi public karena Kabupaten Pakpak Bharat menjadi Kabupaten pertama yang berani menerapkan system tersebut diluar Pulau Jawa.

“Ini merupakan bentuk komitmen kita dalam mewujudkan masyarakat Pakpak Bharat yang nduma (red-sejahtera) sebagaimana yang sebagaimana terdapat pada visi dan misi Kab. Pakpak Bharat” katanya. Selain itu dijelaskan Bupati Remigo bahwa pihaknya juga melalui program tersebut akan mensukseskan Reformasi Birokrasi sebagaimana diatur dalam UU dan peraturan turunanannya.

Menteri PAN Ir. H. Azwar Abubakar usai menerima ekspos Bupati Remigo menyampaikan sangat menyambut baik komitmen Bupati Pakpak Bharat dalam penerapan SMM ISO 9001:2008. “Tidak banyak daerah yang berani secara tegas dan terintegritas melaksanakan pelayanan publik yang terstandarisasi. Keberanian ini layak mendapat support dan acung jempol, kuncinya adalah kesungguhan, dan saya siap mendukung” tegas Ir. H. Azwar Abubakar.

Lebih jauh dikatakan mentri PAN bahwa banyak daerah yang secara sumber daya dikategorikan ‘berlebih’, tapi tidak peduli akan reformasi birokasi, apalagi mengimplementasikannya secara terintegritas. “Saya salut akan Kabupaten Pakpak Bharat. Ini merupakan prestasi yang harus terus mendapat perhatian dan dikawal”, tegas Menteri PAN.

Pada kesempatan ekspos tersebut, Menteri didampingi oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik, Drs. Wiharto, MA, As. Dep. Bidang Pelayanan Pemerintahan Umum, Ir. Hendrumal Panjaitan, MA, As. Dep. Bidang Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Drs. Bambang Anom, Kabid Pelayanan Pemerintahan Umum, Ir. Sri Hartini, MM, dan Kabid. Pelayananan Kesejahteraan Sosial, Yatno S.IP. sementara dari jajaran Pemkab Pakpak Bharat hadir mendampingi Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA antara lain Asisten Bid. Administrasi dan Pembangunan, Ir. Sustra Ginting, M.Si, Ka. Dinas PU, Ir. Mahadi Simanjuntak, Ka. BKD, Jalil Angkat, SH, Ka. Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Ir. Muh. Aris Gajah, dan Ka. Bagian Humas Setda, Kastro Manik, S.Sos.

Usai pelaksanaan ekspos kedua belah pihak melakukan tukar cendera mata. Bupati Remigo menyerahkan kain ‘oles Pakpak’, kopi dan plakat, sementara dari pihak Kementerian PAN dan RB menyerahkan plakat yang diserahkan langsung oleh Ir. H. Azwar Abubakar. Pada kesempatan tersebut Bupati juga sempat ditemui oleh Wakil Menteri PAN dan RB Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, SIP, Mag.rer.publ namun karena keterbatasan waktu peretemuan singkat tersebut tidak sempat melibatkanya dalam wawancara Bupati Remigo dengan Men PAN Ir. H. Azwar Abubakar.

RSUD SALAK MENUJU STANDARD ISO 9001:2008

RSUD SALAK MENUJU STANDARD ISO 9001:2008
Pakpak Bharat, GETA PAKPAK
Rumah Sakit Umum Daerah Salak dipersiapkan mendapatkan Standard ISO 9001:2008. Kwalitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak terus
ditingkatkan hal tersebut dilakukan seiring dengan rencana besar
Pemkab Pakpak Bharat untuk menjadikan RSUD Salak menjadi pusat
kesehatan di sekeliling Kabupaten/kota yang terdapat di kawasan
tersebut. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA saat
dihubungi wartawan media ini Minggu, 18/08 terkait rencana
pengembangan RSUD Salak menyampaikan bahwa pihaknya akan terus
melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi standard pelayanan rumah
sakit yang benar-benar mampu menarik perhatian publik serta memberikan
kepercayaan dalam hal pelayanan kesehatan.
“Kami akan terus melakukan pembenahan disemua bidang pelayanan
termasuk saat ini kita mengupayakan RSUD Salak akan mendapat standard
ISO 9001:2008. Dan saya kira ini akan menjadi salah satu penentu
kepercayaan publik kepada RSUD Salak” ungkap Bupati Remigo. Ambisi
menjadikan RSUD Salak menjadi icon pelayanan kesehatan di kawasan
Selatan Propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam itu cukup
beralasan mengingat geografis dan pertumbuhan pembangunan serta grand
Desain Pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat yang digulirkannya membuka
diri kepada setiap lintas di sekeliling kawasan tersebut.
Bukan hanya itu Remigo Yolando Berutu, MBA lulusan Pasca Sarjana
Negeri Kangguru itu juga menyampaikan mimpinya menjadikan Kabupaten
Pakpak Bharat menjadi Kabupaten terpesat pembangunannya mengingat
daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit dan
dengan luasan wilayah tersempit diantara Kabupaten se Sumatera Utara.
“Kerja keras ini ini tentunya tidak hanya dilakukan pihak pemerintah
daerah, namun faktanya saat ini masyarakat Pakpak Bharat juga sudah
merasakan pertumbuhan termasuk dalam hal pelayanan yang sudah
diberikan oleh Pemkab” terangnya. Lebih jauh disampaikan Bupati bahwa
hingga saat ini hampir setiap tahun ditingkat Kecamatan bahkan setiap
desa mendapat sentuhan pembangunan berupa pembangunan dan peningkatan
sarana prasarana jalan dan secara khusus dalam pelayanan kesehatan
hampir disetiap kecamatan sudah memiliki dokter di Puskesmas dan bidan
disetiap desa secara aktif.
Direktur RSUD Salak dr. Pintar Manihuruk di RSUD Salak saat ditemui
wartawan 18/03 mengaku RSUD Salak dalam waktu yang tidak terlalu lama
instansi yang dipimpinnya akan mendapat perkembangan signifikan. “Rsud
Salak secara internal terus melakukan pembenahan baik SDM maupun
fasilitas yang dibutuhkan. Hal ini bisa terwujud atas tingginya
perhatian pimpinan daerah Pakpak Bharat dan dukungan dari seluruh
komponen masyarakat guna pembangunan RSUD Salak ke arah yang lebih
baik” tutur dr. Pintar. Secara teknis dikatakannya bahwa saat ini
pihaknya sedang menyiapkan prioritas program KIA atau Kesehatan Ibu
dan Anak. Hal ini dilakukan sebagai dukungan akan program nasional
yang ikut dalam kesepakatan global pada MDG’s (Millennium Development
Goal’s) dimana MDG’s menargetkan pada tahun 2015 angka kematian ibu
melahirkan akan menurun dari 228 per 100.000 di tahun 2007 menjadi
102.
“Perlu diketehui, salah satu faktor tingginya angka kematian ibu
melahirkan di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih
rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Kementerian
Kesehatan menetapkan target 90 persen persalinan ditolong oleh tenaga
medis pada tahun 2010. Kesiapan akan itu semua dilakukan oleh RSUD
Salak melalui penyiapan sarana dan prasarana seperti USG (Ultra Sono
Graphi), Inkubator, Ruang Rawat Inap Ibu dan Ruang Rawat Inap Anak
serta kesiapan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Dokter
Spesialis Anak” terang dr. Pintar. Selain itu dikatakannya bahwa
Kabupaten Pakpak Bharat memiliki satu program jaminan kesehatan daerah
yang diberikan kepada masyarakat miskin dengan nama Njuah Karina,
selain program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang berasal
dari Pemerintah Pusat.
Sementara menurut salah seorang keluarga pasien yang sempat ditemui
wartawan di RSUD Salak P. Boangmanalu mengatakan bahwa Jaminan
Kesehatan Masyarakat Miskin Njuah Karina dari Pemkab Pakpak Bharat
hingga saat ini mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup maksimal.
“Kami mendapat pelayanan yang baik bahkan sebahagian besar kebutuhan
berupa obat-obatan secara gratis kami dapatkan” ungkapnya. Demikian
halnya dengan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang
merupakan program Pemerintah Pusat juga memberikan pelayanan kesehatan
yang cukup maksimal. RSUD Salak dirasakan memberikan pelayanan yang
relatif sama dengan pelayanan kesehatan umum kecuali menyangkut
administrasi dan penyediaan pelayanan teknis lain yang disesuaikan
dengan aturan main dari masing-masing program itu sendiri. (Nuel/Brem)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Jalan Tembus Pakpak Bharat – Humbahas Masih Harapan

Jalan Tembus Pakpak Bharat – Humbahas Masih Harapan

Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Warga masyarakat Pakpak Bharat yang memiliki pertalian Budaya dan
hubungan emosional dengan sebahagian besar masyarakat dan wilayah
dengan Humbang Hasundutan (HUMBAHAS) meminta kepada anggota DPRDSU
untuk menuntaskan pembangunan jalan tembus Kabupaten Pakpak Bharat
menuju Humbahas. Hal tersebut dikatakan Sahat manik warga masyarakat
Pakpak Bharat sekaligus pengurus Partai Politik PDI Perjuangan kepada
wartawan di Salak, pada Minggu, 12/02.
Dikatakan Sahat bahwa dalam sejumlah pertemuan dengan beberapa
anggota DPRDSU yang melakukan Reses ke Kabupaten Pakpak Bharat terkait
jalan tembus Pakpak Bharat – Humbahas selalu terungkap menjadi salah
satu permohonan masyarakat untuk segera direalisasi. “Kita berharap
pada pertemuan dengan Taufan Ginting Anggota DPRDSU saat kunjungan
Resesnya di Tinada terkait jalan tembus Pakpak Bharat–Humbahas dapat
benar-benar menjadi beban moral dan rasa tanggungjawab beliau
ditingkat Propinsi” katanya.
Selain itu ia juga berharap apa yang selama ini sudah dilakukan
Pemerintah Pakpak Bharat guna terbukanya jalan di dua Kabupaten
pemekaran tersebut akan mendapat respon dari pihak-pihak lain seperti
Dinas PU Propinsi termasuk kepada Anggota DPRRI yang Dapemnya dari dua
Kabupaten tersebut.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ibukota Kabupaten Masih Ada Kawasan Belum Dialiri Listrik

Ibukota Kabupaten Masih Ada Kawasan Belum Dialiri Listrik

Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Sejumlah Kawasan di Kota Salak Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat sampai
saat ini masih ditemukan belum mendapat jaringan listrik, PLN Salak
diminta sinergis dengan pihak pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk
menuntaskan kebutuhan listrik tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh
Dosma Anakampun Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat
di Salak, Minggu, 12/02 menanggapi kondisi ibukota Kabupaten Pakpak
Bharat yang hingga saat ini masih ada kawasan pemukiman warga yang
belum dapat menikmati aliran listrik PLN untuk kebutuhan sehari-hari
mereka.
Sejumlah kawasan tersebut dikatakan Dosma harus segera mendapat
perhatian Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan terutama PLN selaku
pengelola listrik. “Sejak lama kita telah mendorong Pemkab Pakpak
Bharat untuk menuntaskan kebutuhan listrik tersebut dan ternyata
hingga saat ini masih kita temukan di sejumlah kawasan” ungkapnya. Ia
berharap dalam dua tahun kepemimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA
Bupati Pakpak Bharat dan Ir. H. Maju Ilyas Padang Wakil Bupati Pakpak
Bharat kebutuhan listrik tersebut akan sudah diselesaikan.
Di beberapa kawasan yang dimaksud antara lain Dusun Pealagat Desa
Salak I, Dusun lae Cilum Desa Salak I, Dusun Lae Mbalno Desa
Boangmanalu dan Dusun Napatolong Desa Boangmanalu. Sementara di
sejumlah Desa dan Kecamatan lain di Kabupaten Pakpak Bharat yang
hingga saat ini belum dialiri listrik antara lain sekitar 3 Desa di
Kecamatan pagindar, Desa Sibongkaras Kecamatan Salak, Desa Simerpara
Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), Desa Siempat Rube Empat
Pangkalen, Desa Kuta Laki, Desa Gorat Kecamatan Siempat Rube dan
sejumlah dusun lain yang tersebar di sejumlah Kecamatan Kabupaten
Pakpak Bharat. warga berharap listrik yang merupakan salah satu
kebutuhan vital dapat segera dipenuhi.
“Rasanya kami belum merdeka, belum menikmati pembangunan dari negara
ini saat kami secara nyata nikmatnya hidup dengan penerangan listrik
seperti warga lain yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat ini” ungkap
Kosman Boangmanalu yang bermukim di sekitar kawasan Lae Mbalno Kuta
Jojong Desa Boangmanalu Kecamatan Salak.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bupati Pakpak Bharat Sukses Laksanakan Open House

SUKSES OPEN HOUSE PEMKAB PAKPAK BHARAT
       Pakpak Bharat, Geta Pakpak
       Sukses pelaksanaan Open Hause Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat
dihadiri ribuan masyarakat umum yang dilaksanakan di Pendopo Bupati
Pakpak Bharat pada Jumat, 06/12. Pendopo yang awalnya hanya dipadati
para PNS sejak sekitar pukul 11.00 dimulainya acara masyarakat
berbondong-bondong memadati lingkungan pendopo hingga berdesakan.
“Berbeda seperti sebelumnya, kali ini Open House lebih dipadati oleh
masyarakat umum, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan
pemuda” ungkap Tigan Solin Pemerhati masyarakat Pakpak Bharat
berkomentar.
       Pada sambutannya Tokoh Masyarakat Pakpak Bharat menyampaikan rasa
terimakasih dan apresiasinya terhadap kepemimpinan Remigo Yolando
Berutu, MBA yang lebih mendekatkan Open House dengan masyarakat awam.
Sementara Ketua MUI Pakpak Bharat menyampaikan pentingnya penguatan
rasa persatuan dan toleransi antar umat beragama. Pada kesempatan yang
sama Ketua DPRD Pakpak Bharat Ir. Agustinus Manik pada pidatonya lebih
menekankan pentingnya penguatan pembangunan daerah terlebih dalam
mensinergikan seluruh kekuatan yang dimiliki Pakpak Bharat dalam
kerangka suksesnya pembangunan daerah 2012.
       Kapolres Pakpak Bharat AKBP G. Reinhard Gultom Sik pada kesempatan
tersebut atas nama kepolisian Pakpak Bharat menyampaikan permohonan
maaf kepada masyarakat Pakpak Bharat atas apa yang tidak berkenan
dihati masyarakat dihari-hari sebelumnya. Selain itu ia mengajak
seluruh komponen untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di Pakpak
Bharat.
       Sementara Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA
pada pidatonya mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah
Pakpak Bharat untuk lebih membuka diri dalam menjalani tahun 2012.
Disamping itu ia juga menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan
pihaknya diakui belum dapat memuaskan semua pihak, untuk itu pada
tahun 2012 ia mengajak semua pihak untuk lebih gigih dalam bekerja
terlebih kepada pihaknya untuk meningkatkan dan memperbaiki
pembangunan daerah. “Kemajuan kita bukanlah dari oranglain melainkan
dari diri kita sendiri. Mari bersatu-padu memajukan Pakpak Bharat yang
kita cintai ini” ujarnya.
       Usai menyampaikan pidatonya Bupati yang didampingi Wakil Bupati Ir.
Maju Ilyas Padang, Sekda Pakpak Bharat Hotler Sinamo, MM dan seluruh
jajarannya bersama seluruh undangan melaksanakan santap siang sembari
dihibur penyanyi-penyanyi Pakpak antara lain Trio Karina, Trio Sada
Arih. Tampak hadir juga Kapolres Pakpak Bharat dan Wakapolres B.
Pasaribu, Jenni Berutu Ketua Jaringan Sindeka, Ketua MPC PP Antoni
Berutu, Fahrudin Kudadiri, IKPPI, Sekjen DPC Demokrat Dosma Anakampun,
Pengurus Perpi, Danramil, Kapolsek para Camat, Para Kepala Desa dan
seluruh undangan.

JALAN RSUD SALAK BUTUH PEMBANGUNAN GORONG-GORONG

JALAN RSUD SALAK BUTUH PEMBANGUNAN GORONG-GORONG
GeTA_PAKPAK.COM
Jalan menuju Rumah Sait umum Daerah (RSUD) Salak yang hingga saat ini masih sangat memperihatinkan diharapkan pada tahun anggaran 2011 dapat segera tereaslisasi sejumlah pembangunan sarana dan prasarana dalam rangka memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pakpak Bharat. Sarana jalan masuki gedung baru RSUD Salak yang selama ini mendapat sorotan diharapkan segera berakhir dengan telah dimulainya tahun anggaran 2011. Pantauan wartawan pada Jumat, 04/02 kondisi jalan menuju RSUD Salak sangat memperihatinkan dengan kondisi kerusakan dan jalan yang masih sangat sempit. Baca lebih lanjut

PELATIHAN KATA KUNCI PEMBANGUNAN SUBSEKTOR PETRNAKAN PAKPAK BHARAT

PELATIHAN KATA KUNCI PEMBANGUNAN SUBSEKTOR PETRNAKAN PAKPAK BHARAT
GeTA_PAKPAK.COM
Bidang Peternakan di Kabupaten Pakpak Bharat yang sejak lama telah dilakukan berbagai upaya untuk pengembangan hingga saat ini belum mampu menunjukkan hasil yang baik, pasalnya menurut sejumlah kalangan pembangunan sub sector peternakan di Kabupaten Pakpak Bharat terkesan dilakukan dengan setengah hati. �Kita dapat lihat pada kegiatan pengadaan sejumlah bantuan ternak seperti kerbau, lembu dan lainnya tidak membuahkan hasil. Dilain hal seperti pembangunan balai benih ikan yang dikelola lamngsunng oleh Dinas Pertaniahn Pakpak Bharat hingga saat ini juga hanya pemborosan keungan daerah, sementara hasil yang didapat masih nihil� ungkap R. Boangmanalu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat kepada wartawan pada Jumat, 04/02 menanggapi lambannya pertumbuhan pembangunan pada bidang peternakan Pakpak Bharat. Baca lebih lanjut

MASYARAKAT MENDUKUNG PERLUASAN KOTA SALAK KE KAWASAN DESA BOANGMANALU

MASYARAKAT MENDUKUNG PERLUASAN KOTA SALAK KE KAWASAN DESA BOANGMANALU
GeTA_PAKPAK.COM
Perluasan kawasan Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat yang sejak lama telah menjadi wacana yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Pakpak Bharat diharapkan dapat segera terealisasi sehingga perubahan wajah Kota Salak yang cenderung jalan ditempat dapat segera berubah lebih baik. E. Boangmanalu salah seorang warga Desa Boangmanalu Salak kepada wartawan di Salak, pada Jumat, 04/02 mengatakan bahwa salah satu kawasan yang paling layak dan luas yang dapat dijadikan menjadi perluasan Kota dapat diarahkan ke kawasan Desa Boangmanalu yang meliput Napatolong, Simolap hingga ke kawasan Lae Mbalno. Baca lebih lanjut

BENTUK RUMAH ADAT PAKPAK SEMAKIN LANGKA

BENTUK RUMAH ADAT PAKPAK SEMAKIN LANGKA
GeTA_PAKPAK.COM
Jika masyarakat umum berharap akan melihat bentuk rumah adat Pakpak diwilayah kabupaten Pakpak Bharat yang dikenal sebagai kawasan benteng terakhir yang mempertahankan kebudayaan Pakpak ternyata tidak dapat dibuktikan. Pasalnya diwilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang memiliki struktur penduduk mencapai 90 % suku Pakpak sangat sulit menemukan bentuk rumah adat Pakpak. Kekhawatiran sejumlah kalangan akan semakin kaburnya bentuk rumah adat Pakpak adalah cukup beralasan, faktanya bentuk asli rumah adat Pakpak hingga saat ini ternyata tidak dapat lagi ditemukan. 
“Yang saya tau hanya ada satu rumah adat Pakpak yakni di Kuta Tinggi Salak milik mantan Bupati Kabupaten Pakpak Bharat H. Makmur Berasa, SH namun soal keaslian dan struktur bangunannya tepat atau tidak dengan rumah adat pakpak asli, saya sendiri juga ngga tau” ungkap Sahat Manik (Selasa, 18/01) salah seorang generasi muda Pakpak yang bertempat tinggal di Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat. Sementara Gedung DPRD Kabupaten Pakpak Bharat dan gedung Kantor Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang berdiri tegak di kawasan panorama Indah Delleng Sindeka menurut sejumlah kalangan pemerhati Budaya pakpak belum dapat menjadi symbol Kebudayaan pakpak, selain ornament yang terdapat pada bangunan tersebut masih dipertanyakan struktur bangunannya juga masih dipertanyakan.
Seiring dengan munculnya kekhawatiran sejumlah pemerhati Budaya pakpak tersebut, sangat diharapkan kepada Pemerintah kabupaten Pakpak Bharat untuk kembali menggalakkan cinta Budaya local dengan memotivasi masyarakat local untuk menunjukkan ciri budaya pakpak pada rumah-rumah warga khususnya yanhg terdapat di kawasan Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat. @

BANGUNAN SAMSAT KAWASAN NAPATOLONG KEMBALI DILANJUTKAN

BANGUNAN SAMSAT KAWASAN NAPATOLONG KEMBALI DILANJUTKAN
GeTA_PAKPAK.COM
Setelah mendapat sorotan tajam, bangunan baru yang disebut-sebut akan digunakan untuk perkantoran Samsat Pakpak Bharat akhirnya kembali ditindaklanjuti oleh pihak rekanan pekerjaan. Pantauan wartawan pada Selasa, 18/01 terlihat sejumlah pekerja bangunan kembali bekerja setelah beberapa bulan tidak terlihat mengerjakan bangunan yang berada di jalan melingkar Napatolong – Perkantoran Polres Pakpak Bharat menuju Sindeka itu. Namun pada saat wartawan mnelakukan pemantauan langsung kelokasi tidak ditemukan adanya plang merek pekerjaan sehingga tidak diketahui secara jelas terkeit keberadaan bangunan tersebut. 
Dilain pihak untuk melancarkan aktivitas perkantoran tersebut nantinya diharapkan kepada Pemerintah kabupaten Pakpak Bharat melalui instansi terkait dapat segera melakukan pembangunan jalan masuk menuju kawasan tersebut. Selain itu jalan melingkar menuju kawasan pemukiman baru Napatolong yang merupakan satu lintasan itu jika segera dibangun akan mempermudah akses bagi masyarakat setempat dalam mendapatkan layanan dari Samsat dan pelayanan kantor-kantor yang terdapat di kawasan tersebut. @

PEMBENAHAN SARANA AIR BERSIH KOTA SALAK INTINYA PENGAWASAN

PEMBENAHAN SARANA AIR BERSIH KOTA SALAK INTINYA PENGAWASAN

GeTA_PAKPAK.COM
Pembenahan sarana air bersih di Kota Salak ibuka Kabupaten Pakpak Bharat yang sejak tujuh tahun silam dimekarkannya Kabupaten Pakpak Bharat dari Kabupaten induk Dairi akan tetap mengalami kegagalan jika tanpa pengawasan yang ekstra. Hal tersebut dikatakan oleh Sahat Manik pemerhati pembangunan Pakpak Bharat kepada wartawan di Salak pada, 09/11 menanggapi masih belum tersedianya air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kota Salak yang dianggap menjadi salah satu kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat.
Baca lebih lanjut

BERAS NAIK Rp. 20.000,-/KALENG DI PEKAN SALAK

BERAS NAIK Rp. 20.000,-/KALENG DI PEKAN SALAK

GeTA_PAKPAK.COM
Kenaikan harga Beras yang dimulai pada awal bulan Desember 2010 hingga pada pecan ini yang diperjual belikan di Pasar Salak kabupaten Pakpak Bharat harga beras tetap merlonjak naik dari sebelumnya Rp. 110.000,- menjadi Rp. 130.000,-/Kaleng. “Selama bulan Desember beras naik drastic sehingga pada saat perayaan Natal dan tahun baru saat ini kita membeli beras dengan kenaikan harga rata-rata Rp. 20.000,-/Kaleng” ungkap ibu S. Manik yang mengaku setiap minggunya membeli beras kampung untuk konsumsi rumah tangganya.
Sementara harga bahan-bahan lain seperti cabai merah, cabai rawit dan kopi ateng juga mengalami kenaikan yang cukup tajam yakni rata-rata Rp. 8.000,- / Kg. seperti yang dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 06/11, R. Siregar salah seorang penampung bahan-bahan pertanian mengaku mampu membeli Cabai Rawit Rp. 38.000,-/Kg, Cabai Merah Rp. 25. 000,-/Kg dan Kopi Ateng Rp. 17.000,-/Kg dimana harga-harga tersebut telah mengalami kenaikan rata-rata Rp. 8.000,-/Kg pada semua jenis bahan pertanian yang setiap hari Kamis selalu ditampung di Pekan Salak. @

SEJUMLAH KAWASAN SAWAH IRIGASI DI PAKPAK BHARAT BELUM MENDAPAT PERHATIAN SERIUS

SEJUMLAH KAWASAN SAWAH IRIGASI DI PAKPAK BHARAT BELUM MENDAPAT PERHATIAN SERIUS
GeTA_PAKPAK.COM
Sejumlah kawasan persawahan irigasi yang terdapat diwilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan hasil pertanian masyarakat Pakpak Bharat hingga saat ini masih belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah, sementara luas kawasan sawah irigasi yang dapat difungsikan sangat besar. Diwilayah Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (STTU JULU) Kabupaten Pakpak Bharat misalnya hingga saat ini masih terlihat jelas bekas pembangunan kawasan irigasi disepanjang kaki gunung Delleng Raja, namun hingga saat ini tidak kunjung mendapat sentuhan pembangunan baik dari Pemerintah Daerah maupun dari pemerintah diatasnya yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan serius pada saat kunjungan reses sejumlah anggota DPRRI ke Kabupaten Pakpak Bharat pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pembangunan kawasan persawahan irigasi yang sering dilontarkan para wakil rakyat khususnya yang datang dari tingkat Pusat dan Propinsi sepertinya hanya isapan jempol yang hanya memberikan harapan-harapan semu bagi masyarakat Pakpak Bharat. Inilah yang menjadi fakta. Kawasan irigasi STTU JULU terlantar” ungkap S. Manik salah seorang warga STTU JULU kepada wartawan pada Rabu, 05/11. Bukan hanya di kawasan STTU JULU di wilayah Kecamatan Siempat Rube juga terlihat hamparan luas yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan persawahan irigasi yang mengalami nasib sama dengan apa yang terlihat pada irigasi di STTU JULU. @

PERTANIAN NILAM KEMBALI TANTANG PEMKAB UNTUK ANGKAT NAMA PERTANIAN LOKAL

PERTANIAN NILAM KEMBALI TANTANG PEMKAB UNTUK ANGKAT NAMA PERTANIAN LOKAL

GETA_PAKPAK.COM

Potensi tanaman nilam yang dalam bahasa latin disebut dengan Pogostemon cablin Benth kembali menantang pihak Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk dikembangkan yang diperkirakan akan mampu mengangkat nama Pakpak Bharat di mata dunia. Nilam pada masa awal kepemimpinan alm. Muger Harry Imanuel Berutu mantan Bupati Kabupaten Pakpak Bharat sempat menjadi pilot projek sempat tenggelam karena program pengembangan tanaman tersebut tidak dapat dilanjutkan oleh mantan Bupati H. Makmur Berasa, SH. (30/11).

Sejumlah pemerhati pertanian Pakpak Bharat kepada wartawan pada Selasa, 30/11 mengatakan bahwa tanaman Nilam pada masa awal kepemimpinan alm. Muger Harry Imanuel Berutu sempat mendapat perhatian para pengusaha nilam Indonesia setelah dilakukannya penelitian bahwa Nilam Pakpak Bharat merupakan Nilam terbaik di Indonesia sebagaimana pernah disampaikan beliau dalam beberapa kesempatan dan pertemuan pada masa awal kepemimpinannya. “Nilam Pakpak Bharat rusak karena belum adanya kesungguhan pemerintah daerah dalam mengembangkan tanaman tersebut, selain itu banyaknya upaya kecurangan yang dilakukan sekelompok petani lokal menjadikan harga Nilam Pakpak Bharat menjadi turun jika dibandingkan dengan harga pasaran Nilam” ungkap S. Boangmanalu warga masyarakat Salak.

Untuk itu diharapkan pada masa kepmimpinan Bapak Remigo Yolando Berutu, MBA Bupati Kabupaten Pakpak Bharat komoditi Nilam diharapkan kembali dikembangkan dengan berbagai upaya yang dilakukan secara serius. @

 

PAKPAK BHARAT POTENSIAL PENGEMBANGAN TERNAK KELINCI

PAKPAK BHARAT POTENSIAL PENGEMBANGAN TERNAK KELINCI

GETA_PAKPAK.COM

Kabupaten Pakpak Bharat yang masih belum memiliki ciri peternakan unggulan diharapkan mampu memunculkan salah satu potensi peternakan lokal. “Jenis peternakan di Kabupaten Pakpak Bharat jumlahnya sangatlah banyak dan beragam, namun kesemuanya itu selama ini belum ada ternak unggulan yang mampu mengangkat nama daerah ini. Ini menjadi tugas bersama antara pemerintah dan masyarakatnya” ungkap D. Padang salah seorang warga masyarakat Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat yang sehari-harinya hidup sebagai petani sembari beternak kelinci yang baru dikembangkannya dipekarangan rumah miliknya. (30/11).

Lebih jauh dikatakannya setelah ia melakukan pengamatan dan mempelajari hewan kelinci ia berpendapat bahwa jenis peternakan tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan di Kabupaten Pakpak Bharat. Selain alam Pakpak Bharat yang cukup menyediakan makanan ternak tersebut, fungsi lain yang dapat dikembangkan dari peternakan tersebut seperti kencing dan kotoran kelinci yang sangat cocok untuk bahan pertanian, dimana 90 % penduduk Pakpak Bharat adalah petani. “Ternaknya dapat dijadikan pedaging dan kotorannya akan sangat berguna untuk pertanian jadi hampir semua yang dimiliki termasuk dalam masa pengelolaan kelinci akan memberikan keuntungan bagi sipeternak” ungkapnya. @

 

PELAKU UKM PAKPAK BHARAT DUKUNG UPAYA PEMKAB BERIKAN PIJAMAN PERMODALAN

PELAKU UKM PAKPAK BHARAT DUKUNG UPAYA PEMKAB BERIKAN PIJAMAN PERMODALAN

GETA_PAKPAK.COM

Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat dukung kuat piahk Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat terkait pemberian pinjaman modal usaha sebagaimana yang diungkapkan oleh Bupati Pakpak Bharat Bapak Remigo Yolando Berutu, MBA dalam beberapa momen pertemuan di Pakpak Bharat khususnya pada saat kampanye yang lalu. “Kami sangat mendukung suksesnya pembangunan sektor UKM yang telah digerakkan oleh Bapak Bupati Pakpak Bharat Bapak Remigo Yolando Berutu, MBA dan tahun mendatang saya kira program tersebut sudah akan mulai dijalankan” ungkap S. Padang salah satu pelaku UKM diwilayah Kecamatan Tinada. (29/11).

Dikatakan Padang bahwa selama ini masalah permodalan yang sangat terbatas merupakan kendala utama yang dihadapi para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya sehingga ada kecenderungan tertutupnya peluang bagi pelaku UKM dalam memenangkan persaingan dibidang UKM dengan para pelaku UKM yang datang dari luar daerah. Sekaitan itu ia mengharapkan kepada masyarakat Pakpak Bharat khususnya para pelaku UKM di Pakpak Bharat untuk terus mendukung upaya pemerintah tersebut, disamping itu diharapkan juga kepada pihak pemeirntah daerah melalui instansi terkait untuk segera melakukan surve maupun melakukan kajian terkait teknis realisasi bantuan penjaman permodalan yang dimaksud sehingga ketika program tersebut dijalankan dapat bersinergi dengan para pelaku UKM itu sendiri. @

 

TIKUNGAN SIMPANG JAMBU MULAI DIPERBAIKI

TIKUNGAN SIMPANG JAMBU MULAI DIPERBAIKI

GETA_PAKPAK.COM

Tikungan Simpang Jambu Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat yang sekian lama menjadi lokasi longsor kini mulai diperbaiki oleh pihak Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Pantauan wartawan pada Senin, 29/11 terlihat sejumlah pekerja mulai melakukan pembangunan tembok penahan pada dinding tanah yang selama ini mengalami longsor serta pengerjaan parit semen yang selama ini juga masih dengan parit alam.

Namun hingga berita ini diturunkan belum ada informasi yang diperoleh wartawan terkait saluran pembuangan air yang seharusnya dibuat pada tikungan yang selama ini menjadi lokasi genangan air sepanjang tikungan jalan. “Jika pada salah satu tikungan jalan ini tidak dilakukan pembangunan saluran pembuangan berupa pembuatan gorong-gorong maupun jembatan kecil untuk membuang air dari salah satu sisi badan jalan maka badan jalan akan tetap cepat rusak karena selama ini yang menjadi kendala adalah tidak adanya saluran pembuangan pada jalan sehingga dinding tanah menjadi lembab yang kita perkirakan menjadi salah satu penyebab longsor” ungkap Cibro salah seorang warga masyarakat yang bermukim disekitar jalan lintas Propinsi tersebut. @

 

BUPATI PAKPAK BHARAT PERINGATI HARI GURU DI SMAN 1 SALAK

BUPATI PAKPAK BHARAT PERINGATI HARI GURU DI SMAN 1 SALAK GETA_PAKPAK.COM Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Bapak Remigo Yolando Berutu, MBA peringati Hari Guru Ke – 65 di SMAN 1 Salak Pakpak Bharat. Acara yang melibatkan seluruh siswa-siswi, guru dan segenap manajemen SMAN 1 Salak itu berlangsung dengan hikmah dan meriah yang diisi dengan acara pemotongan kue usai melakukan upacar bendera yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Pakpak Bharat yang dilangsungkan di halaman SMAN Salak, pada Kamis, 25/11 yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Drs. Hotler Sinamo, Wakapolres Pakpak Bharat, Camat Salak dan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat. Selain pemberian bingkisan kepada para guru pada kesempatan tersebut juga ditandai dengan pemberian bingkisan kepada Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA, Wakapolres dan Kadis Pendidikan yang diserahkan langsung oleh para siswa SMAN 1 Salak. Perayaan hari guru kali ini menurut L. Solin Plt Kepala Sekolah sedikit berbeda dengan tahun-tahun yang lalu dimana pada perayaan kali ini juga ditandai dengan lomba pidato Bahasa Inggris, lomba puisi, kreasi dan seni suara serta drama. Kekompakan para guru dengan jajaran Pemkab Pakpak Bharat juga sangat terlihat pada saat penyalaan lilin dan penyerahan kue dari Bupati Pakpak Bharat kepada pihak manajemen sekolah dan kepada sleuruh guru dan staf pengajar di sekolah tersebut. Dalam sambutannya Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA menyampaikan bahwa Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa harus terus melaukan peningkatan kwalitas diri, pengajaran dan moral. Selain itu ia juga menekankan pentingnya peningkatan kerja keras para anak-anak didik dalam porses belajar nantinya sehingga para anak-anak didik akan memiliki skill dan kecakapan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya. Sementara Plt. Kepala Sekolah Bapak Lambok Solin pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya sinergitas anatara guru, manajemen, sekolah jajaran Pemkab Pakpak Bharat serta para orangtua murid dalam melewati seluruh tahapan dan proses pendidikan anak khususnya ditingkat SMA guna terciptanya lulusan yang lebih berkwalitas dari sekolah tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak Solin juga menyampaikan permohonan pihaknya kepada Bapak Bupati Pakpak Bharat agar kedepan dapat lebih memberikan perhatiannya ke sekolah tersebut termasuk dalam pemenuhan berbagai fasilitas sekolah seperti perlengkapan olah raga, media pembelajaran serta pembangunan paving blok disekolah tersebut. @

PEMKAB PAKPAK BHARAT BERANGKATKAN PETANI MAGANG

PEMKAB PAKPAK BHARAT BERANGKATKAN PETANI MAGANG
GETA_PAKPAK.COM
Dalam kerangka mensukseskan pembangunan sektor pertanian serta melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para petani Pakpak Bharat, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat pada Rabu, 24/11 memberangkatkan 90 orang petanistudi banding keluar daerah. Informasi yang diperoleh dari pihak Humas Pemkab Pakpak Bharat menyebutkan bahwa 90 orang petani Pakpak Bharat yang diberangkatkan itu dibagi dalam 3 kelompok magang yakni selama 2 hari di Tanah Karo, selama 2 hari di Serdang Bedagai dan selama 3 hari di Deli Serdang dimana ketiga tempat tersebut masih merupakan wilayah Propinsi Sumatera Utara. Baca lebih lanjut