MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Geta Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat setelah sebelumnya telah diiutsertakan menjadi peserta tingkat Nasional Kompetisi CIBAN, akhirnya tercatat sebagai Kabupaten salah satu dari 13 Penghargaan Citra Bakti Abdi Negara (CIBAN) yang disediakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi (KEMENPAN Dan RB). Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA selaku Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang telah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten pimpinanya.
Penghargaan CIBAN adalah hasil penilaian kinerja Pimpinan daerah terhadap penyelenggaraan pelayanan publik didaerahnya, mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Penilaian tersebut diambil berdasarkan penilaian langsung oleh pihak Kemenpan langsung ke Kabupaten/Kota Se-Indonesia pada tahun 2011 yang lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Grand Ballroom Balai kartini, Kuningan Jakarta, Kamis 28/03/2013 yang diserahkan langsung oleh Mentri KEMENPAN Dan RB Bapak Ir. H. Azwar Abubakar.
Kepada wartawan usai menerima Penghargaan CIBAN, Bupati Remigo menyampaikan komitmenya bersama jajaran pimpinya sejak memimpin tahun 2010 di daerah yang 83% luas wilayahnya adalah hutan lindung itu telah memulai kerja keras, kerja cerdas serta ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas. “Ada tidaknya penilaian Ciban, kita sejak awal memang telah memulai bekerja berorientasi untuk pelayanan publik. Konsen untuk pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Itu yang saya dan jajaran Pemkab Pakpak Bharat lakukan” terang Remigo. Dengan nada bergurau, Bupati Remigo yang dikenal dengan sebutan RYB itu menyebutkan ia bahkan sudah lupa jika ada penilaian Ciban oleh Kemenpan. “Syukurlah penilaian ini juga telah menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat” katanya.
Ia mengharapkan, kedepan Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat dapat terus melakukan reformasi birokrasi kearah yang lebih baik lagi. “Prestasi ini merupakan kebanggan kita semua elemen masyarakat Pakpak Bharat dan jajaran Pemerintah Pakpak Bharat yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dikemudian hari” tandasnya. Pada saat menerima Penghargaan Bupati Remigo didampingi plt. Asisten Pemerintahan Sahat Banurea, S.Sos, Kabag Humas Kastro Manik, S.Sos. Kepada wartawan Kastro Manik menyampaikan bahwa sebelumnya dari tingkat Propinsi, 4 Kabupaten dari Sumut diikutsertakan mengikuti Penilaian Ciban Tingkat Nasional yakni Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Dan berdasarkan penilaian Tim Penilai Kemenpan Dan RB tingkat Nasional yang telah turun langsung ke Kabupaten Pakpak Bharat akhirnya mencatatkan Kabupaten Pakpak Bharat pimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA sebagai peserta terbaik. Pada kesempatan pemberian penghargaan tersebut Kemenpan dan RB Ir. H. Azwar Abubakar menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan terbaik, para Kepala Daerah telah melakukan reformasi birokrasi.
“Genderang perang terhadap birokrasi telah ditabuh. Butuh keberanian dan komitmen kepala daerahnya masing-masing dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat pimpinanya masing-masing” tegas Kemenpan. Prestasi gemilang tersebut merupakan satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Utara. Ke 13 penerima Penghargaan Ciban tersebut adalah 5 Kabupaten/Kota dari Jawa Tengah yakni: Kabupaten Kudus, Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, kota Magelang dan Kota Pekalongan. 3 Kabupaten/Kota dari Jawa Barat antara lain: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. 1 dari DIY yakni Kabupaten Sleman. Diluar Pulau Jawa, 1 Kabupaten dari Bali yakni Kota Denpasar, 1 dari Sumatera Selatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu dan 1 dari Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Pinrang. **

Iklan

6 thoughts on “MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

  1. Pejabat BKD Ketangkap Basah Suami Bersetubuh dengan ABG
    Ads by Google

    Pengkhianatan Istri yang Disekolahkan Sampai Sarjana

    KABANJAHE-PM

    Disekolahkan sampai sarjana, diperistri dan dijadikan pegawai negeri sipil, Maria Sofianna Br Pinem (37) masih juga tega mengkhianati cinta suaminya, Gani Sembiring (40). Sialnya Pelaksana Tugas Kasubag Keuangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pakpak Bharat itu tertangkap basah suaminya usai bersetubuh dengan seorang ABG di kamar hotel.

    Perselingkuhan Maria Sofianna Br Pinem itu terkuak setelah dibuntuti suaminya ketika berangkat kerja dari kediaman mereka di Jalan Jamin Ginting No. 117, Simpang Simalingkar, Medan menuju lokasi kerja di Kantor Bupati Pakpak Bharat, Rabu (4/9) pukul 11.00 wib.

    Pagi itu, sekira pukul 08.30 wib, Maria berangkat kerja tanpa mengenakan seragam dinas. Lantaran curiga, Gani Sembiring mengutus seseorang membuntuti istrinya itu dari simpang Simalingkar.

    Maria yang tidak menyadari sedang dimata-matai selanjutnya menaiki angkot mengarah ke jalan Simpang Selayang. Tak jauh dari Jambur Halilintar, wanita yang mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kota merah itu melanjutkan perjalanan menuju Kabanjahe dengan menumpang bus jurusan Medan – Kabanjahe, bukannya jurusan Medan – Sidikalang – Salak.

    Kecurigaan semakin menguat jika Maria tidak bermaksud pergi kerja. Hal itu pun dilaporkan mata-mata tadi kepada Gani Sembiring. Lebih dari satu jam berada di bus, sekira pukul 10.40 WIB ibu dari tiga orang anak ini turun di seberang Kantor Bersama Samsat Kabanjahe, Jalan Jamin Ginting, Desa Sumbul.

    Rupanya disana telah menunggu seorang lelaki muda, yang belakangan diketahui bernama Yogi Safriandi Sembiring (21). Remaja yang tinggal di Jalan Jamin Ginting Gang Lau Kawar Kabanjahe ini langsung membonceng Maria menggunakan sepeda motor jenis sport BK 3408 UE. Kemesraan keduanya di atas sepeda motor terhenti persis di depan kamar No. 6 Hotel ‘kelas melati’ Arihta. Keduanya pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.

    Tak lama berduaan di dalam kamar, suaminya bersama kerabat dan polisi melakukan penggerebekan. Saat itu, didapati Yogi tampak kelelahan di atas ranjang. Sementara Maria berada di kamar mandi membersihkan sisa ‘pertempuran’.

    Kehadiran orang ramai, membuat Yogi dan Maria pucat pasi. Hal itu membuat Gani Sembiring sempat naik pitam. Beruntung polisi berhasil meredam kemarahan Gani, hingga mambuat Yogi selamat dari amukan suami selingkuhannya.

    Pertanyaan awal pun meluncur, terutama ke arah Maria Sofianna. Parahnya, Maria tetap beralasan kalau yang ia lakukan akibat sikap suaminya yang menolak menceraikannya.

    Sakitnya lagi, Maria malah membela pasangan selingkuhnya, Yogi. “Kalau sudah kayak gini kan adik ini yang jadi korban, belum tentu pun kami nantinya bersama,” belanya.

    Maria malah balik menuding suamianya juga pernah berselingkuh. “Aku nggak tau juga kalau dia ‘main’ di luar sana. Kenapa hal ini tidak dibicarakan bagus-bagus, kan kasihan adik ini (Yogi). Apalagi dia masih lajang,” tambahnya kembali mencoba memberikan perlindungan pada Yogi, yang terlihat jongkok menyandar ke dinding sembari menutupi wajahnya.

    Atas keterangan Yogi kepada polisi, kalau Maria pertama kali yang menghubungi untuk kencan di hotel, polisi pun menyita hape Maria. Namun hal itu, membuat PNS Pakpak Bharat itu protes. “Tidak ada apa-apa itu buk, pinjam sebentar kok nggak bisa, itukan hape saya,” ucapnya pada polisi.

    Tak mau lama-lama bersitegang di dalam kamar hotel, polisi pun memboyong Yogi dan Maria ke Mapolres Tanah Karo. “Sudah puas kau kan sayang dengan semua ini. Beginilah rupanya kau tiap hari kalau tidak ada aku ya,” hardik Gani Sembiring.

    Di kantor polisi, Yogi Safriadi Sembiring mengaku baru mengenal Mari sekitar bulan Mei lalu. Sejak perkenalan itu ia kerap bersama Maria hingga akhirnya ditangkap polisi.

    Menanggapi kasus perselingkuhan PNS tersebut, Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampouw melalui Kasubbag Humas AKP Sayuti Malik mengatakan masih dalam pemeriksaan Unit PPPA Satreskrim Polres Karo.

    >>Takut Diajak Suami Pindah

    Terungkapnya perselingkuhan Maria Sofianna Br Pinem dengan Yogi Safriandi Sembiring membuka kisah masa lalu Gani Sembiring yang berkorban untuk istrinya. Pengorbanan materi, cinta dan perasaan.

    Gani Sembiring kembali mengisahkan pengrobanannya untuk Maria. Bermula dari pernikahan di tahun 1997, saat itu Maria masih tercatat sebagai mahasiswi Universitas Sumatera Utara.

    Pernikahan yang belandaskan cinta membuat Gani Sembiring mendanai keperluan pendidikan Maria hingga mendapatkan gelar sarjana. Beberapa bulan menganggur di rumah sebagai ibu rumah tangga, Maria mengaku bosan terus-terusan di rumah.

    Maria pun menyampaikan niatnya untuk bekerja di luar rumah. Demi sang istri tercinta, Gani pun mengurus keperluan Maria hingga lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Pakpak Bharat di tahun 2008.

    Sejak diterima menjadi PNS di Pakpak Bharat, Maria memilih ngekost dan meninggalkan suami dan anak-anaknya. Setahun menjadi PNS, Maria mulai memperlihatkan gelagat mencurigakan. Seperti takut setiap kali Gani memegang handphonenya dan menyembunyikannya.

    Tak ingin terus mencurigai istrinya, Gani pun menyarankan agar mereka pindah saja ke Pakpak Bharat. Tetapi Maria malah menolak. Bahkan upaya Gani memindah tugaskan istrinya ke Kabanjahe juga ditentang istrinya.

    “Jangankan itu, saya yang sesekali saja ingin ke Pakpak Bharat saja dia marah, dan mengatakan malu. Saya tahan-tahan juga walaupun pernah saya datangi tanpa sepengetahuannya malam-malam ke kontrakannya,” terang Gani.

    Sembari berharap ada perubahan dengan sikap istrinya, Gani pun coba bertahan. Walau ia sering mendengar kalau Maria telah berselingkuh. Hal itu bahkan disampaikan beberapa sopir bus Sidikalang-Medan, yang merupakan rekan Gani. Mari bahkan kerap berhenti di Berastagi, bukan pulang ke Medan.

    Kecurigaan semakin menguat ketika Maria yang biasanya pulang seminggu sekali, malah kerap pulang dua minggu sekali, bahkan beberapa kali pulang setelah sebulan. Alasannya banyak pekerjaan.

    Ketika handphoenya dihubungi juga kerap tak direspon baik. Malah kerap menolak panggilan telepon suaminya. Sakit hatinya lagi, ketika bulan Agustus kemarin, saat hari pertama lebaran, Maria meminta Gani menceraikannya.

    “Waktu itu dia mengaku telah selingkuh. Tak apa-apalah, kuajak dia berubah, tak juga mau, inilah jadinya,” beber Gani.

    “Saya fikir tidak hanya dengan ini, karena jauh sebelumnya juga ada pegawai disana yang bersamanya. Entahlah cukup-cukup sudah aku dibuatnya, sekarang biarlah dia menanggungnya, aku sudah capek,” tutup Gani sembari mengelus dadanya.

    >>Anak Sakit Cuek Demi Zinahi ABG

    Sosok Maria Sofianna Br Pinem, pegawai negeri sipil Pakpak Bharat disebut merupakan sebagai wanita yang tak perduli pada anak. Sebab demi dapat berzinah dengan ABG selingkuhannya, Maria tega meninggalkan anaknya dalam kondisi sakit.

    Sejatinya, Rabu (4/9) pagi Maria dan suami membawa anak tertua mereka memeriksakan mata pasca menjadi korban kecelakaan lalulintas. Namun pagi itu Maria malah buru-buru membatalkan rencanya itu, dengan alasan ada kerjaan mendadak.

    Ternyata pekerjaan mendadak itu, adalah ngeseks dengan selingkuhannya di sebuah hotel, bukan di Kantor Dinas Kepegawaian Daerah. “Rencana kami ini bawa gadis (anak) kami berobat, tapi dia membatalkannya dan bilang besok aja. Rupanya kerjaan gini yang dilakukannya,” kesal Gani Sembiring.

    Sikap cuek Maria pada keluarga, menurut Gani sudah berlangsung lama. Saat anaknya diopname pun, beberapa waktu lalu, Maria tak pernah menunggui anaknya di rumah sakit. Hal itu pula yang membuat ketiga anak mereka hanya dekat pada Gani.

    “Dari mereka ini kecil samaku semua besarnya. Sambil bekerja pun di Medan tak apa-apa itu ku fakir. Rupanya semua ini sia-sia. Sekarang yang penting kini kekuatanku sama anak-anak,” ucap Gani mencoba tegar.

    >>Kepala BKD Segera Menindak

    Perselingkuhan Maria yang merupakan Pelaksana Tugas Kasubag Keuangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pakpak Bharat ditanggapi serius Kepala BKD, Jalil Angkat SH.

    Jalil Angkat SH yang dihubungi POSMETRO MEDAN sempat terkejut saat dikonfirmasi terkait perbuatan selingkuh bawahannya yang digerebek suaminya di kamar hotel bersama seorang pemuda.

    “Ah masa?! Mana mungkin,” ucapnya terkejut dari seberang telepon yang dihubungi, Rabu (4/9) malam.

    Dimata Jalil, Maria merupakan sosok ibu rumah tangga (IRT) yang biasa-biasa saja. Diketahuinya, Gani kerap datang ke Salak untuk menjenguk Maria. “Sering datang suaminya, kalau soal dia selingkuh disini (Pakpak Bharat) saya tak pernah tahu,” ujarnya.

    Jalil berjanji akan menyelidiki kasus tersebut. Apabila terbukti, Jalil akan segera menjatuhkan sanksi untuk staffnya itu. “Saya akan telusuri dulu kebenarannya, kalau benar kita tindak. Itu sudah merusak citra PNS,” tegasnya.

    (nang/bud/ala)

    • Dua Kasus Korupsi di Pakpak Bharat Masuk Tahap Penyidikan
      Kategori berita:SumutArtikel dimuat pada: 19 Dec 2013, 00:12:00 WIB

      Pakpak Bharat, (Analisa). Dua kasus korupsi di tubuh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat memasuki tahap penyidikan (dik) dari sebelumnya masih dalam penyelidikan.

      Kasus dimaksud adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Mahala Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe tahun 2012 ditangani Dinas Kehutanan Pertambangan dan Lingkungan Hidup dan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) didanai PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Rp 243 juta tahun 2008 di Desa Pagindar Kecamatan Pagindar.

      Didampingi Kepala Satuan Reserse dan Krinimal AKP Martoni dan Kepala Bagian Operasional Ipda Luhut Siallagan, Dwi Asmoro menjelaskan, penetapan tersangka masih menunggu hasil ekspos tahap kedua di Polda Sumut. Pun begitu, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah melakukan audit.

      Diterangkan, terkait pembangunan PLTMH, potensi kerugian negara Rp 239 juta atau hampir total loss. Itu disebabkan kegiatan tidak sesuai spesifikasi dimana ending dari proyek itu tidak dapat dimanfaatkan. Mesin pemutar turbin misalnya, sepertinya rakitan sehingga kualitasnya tak sanggup memproduksi energi. Seterusnya, dokumen dan bukti pendukung seputar pekerjaan PLTS berbiaya Rp 1 miliar masih dikumpul.

      Gelar perkara di Polda kemungkinan dilaksanakan januari tahun mendatang. Pihaknya sesegera mungkin mengajukan ke jaksa penuntut umum guna disidang di pengadilan tindak pidana korupsi.

      Sementara itu, terkait pengadaan barang dan jasa tahun 2013, Dwi Asmoro mengingatkan para pengelola agar melangkah sesuai prosedur. Diakui, sejumlah pekerjaan fisik hingga desember ini belum tuntas. Penanggung jawab dan tim jangan sampai menyimpang dari peraturan. Bila rekanan harus dipinalti yakni pengenaan denda, sanski itu wajib ditaati.

      Pihaknya menaruh atensi khusus menyangkut pemanfaatan anggaran. Sesungguhnya, ujar dia, sangat tidak diinginkan PNS atau warga terjerat. Namun, tindakan hukum harus ditempuh sebagai konsekwensi atas penyelewengan. Kalau sudah tahu melanggar undang-undang, sebaiknya jangan dilabrak. Rasa kesal belakangan hari tak banyak berguna.

      “Kalau dokumen acuan kontrak mesti pakai material ini atau itu, silahkan turuti panduan. Bila diteken lama proyek sekian hari, mesti dirampungkan” ujar Dwi Asmoro kepada wartawan. Semua bergerak sesuai kontrak! (ssr)

  2. DPRD Sumut: Pemerintah Pakpak Bharat Remehkan Temuan Tim Kunker Dapil X Soal BDB
    Kategori berita:SumutArtikel dimuat pada: 17 Jul 2013, 00:46:00 WIB

    Medan, (Analisa). Pihak Pemerintah Kabu-paten (Pemkab) Pakpak Bharat dituding belum dewasa dalam mengelola keuangan daerah, sehingga mudah terjebak de-ngan sikap emosi yang justru terkesan ’membuka aib sen-diri’, sehingga akhirnya sangat kentara indikasi pelanggaran disiplin penggunaan anggaran dalam mengelola proyek yang dibiayai APBD berupa Bantuan Daerah Bawahan (BDB).

    ”Temuan kami tentang pro-yek pengadaan dan pemasa-ngan 110 unit lampu tenaga surya senilai Rp5,85 miliar yang berasal dari dana BDB-APBD Sumut TA 2012 di Ka-bupaten Pakpak Bharat itu, bu-kan temuan pribadi, melain-kan temuan Tim Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Sumut dalam RKPD Gubernur Provsu 2012 sesuai agenda resmi dan tugas kami selaku legislatif”, kata Wakil Ketua Tim Kunker DPRD Sumut dapil X Richard EM Lingga, Selasa (16/7) di gedung dewan.

    Menurut Richard, Pihak Pemkab Pakpak Bharat dalam rapat di ruang Sekda jelas me-ngakui, bahwa pihaknya me-mang belum membayar de-ngan alasan pembayaran ditun-da. Jadi, apa bedanya ’belum dibayar’ dengan ’pembayaran ditunda. Bukankah pernyataan pihak Pemkab (Pakpak Bharat) ini yang terkesan tendensius, keliru dan menyesatkan. Kok pihak Pemkab itu jadi terjebak emosi sehingga ’membuka aib sendiri’ hanya karena kesan tak siap dikritisi, kata Richard.

    Selaku lembaga pengawa-san (DPRD Sumut-Red) kata Richard, memang tugas kami mengkritisi semua hal-hal yang tampak perlu dipertanyakan, apalagi menyangkut pemba-ngunan sektor kebutuhan rak-yat banyak.

    Dia melontarkan hal itu ketika mengkritisi Pemkab Pakpak Bharat yang menuding-nya melontarkan pernyataan keliru dan meresahkan yang dimuat di salah satu media terbitan Medan. Pemkab Pak-pak Bharat melalui Humas Kastro Manik menuding DPRD Sumut keliru menyikapi ter-lambatnya pembayaran proyek lampu jalan (110 unit senilai Rp5,6 miliar-Red.) itu sehinga ’dianggap’ tendensius, mere-sahkan dan menyesatkan .

    Bersama beberapa rekannya sesama anggota DPRD SU dan mitra kerjanya dari kalangan rekanan senior di daerah ini, Richard menegaskan, justru pihak Pemkab Pakpak Bharat-ah yang terkesan tendensius, keliru, menyesatkan bahkan meresahkan. Selain jadi terke-san tak memahami tugas ang-gota dewan (legislatif) selaku lembaga pengawasan, pihak Pemkab itu (Pakpak Bharat) juga jadi terkesan tidak menguasai prosedur penggunaan anggaran dalam pengelolaan proyek-proyek, baik yang ber-sifat tender maupun penun-jukan langsung (PL).

    Sembari memaparan sejum-lah kasus lain yang terjadi di Pemkab tersebut selama ini, Richard mengulang kembali ringkasan kronologi kasus proyek BDB–APBD TA 2012 tersebut, bahwa ’aturan main’ yang prosedural dalam satu pelaksaan proyek, pihak Pem-kab selaku pengguna jasa, seha-rusnya membayar biaya peker-jaan sesuai volume kerja (pog-ress report), bila memang pe-kerjaan itu belum selesai 100 persen sesuai kontrak kerja di lapangan. Bila dinilai terjadi kesalahan, pihak Pemkab (pengguna jasa) berhak memu-tuskan hubungan kontrak kerja.

    “Kalau dibilang rekanan itu tak nuntut tapi dana bayar proyek itu disimpan di pos Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), hitung saja berapa nilai bunga-nya selama dana itu mengendap karena sengaja diendapkan, dan untuk siapa dan kemana dana itu. sangat tidak masuk logika alas Pemkab tersebut”, kata Richard EM Lingga.

    Terlepas dari apakah pihak rekanan mengeluh atau tidak atas penundaan pembayaran tersebut, temuan kasus ini patut dipertanyakan, dan ini resmi temuan tim kerja, bukan temuan saya secara individu. Jadi, jangan dikira temuan ini ’temuan liar’ dan jangan dikira kunker kami itu ’kunjungan gelap, kata Richard yang juga politisi Partai Golkar ini. (di)

  3. Lobi dari pintu belakang,,,,pencitraan,,,,lihat bukti,,,,jauh panggang dari api,,,,,,,ISO lah, Brain Mapping lah,,,,lelang jabatan lah,,,, Pro Poor lah,,,,massam lah itu, wong rakyat gak ngerti apa yang gembor-gemborka Bupati saut ini,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s