MADE TIRA KUSUMA DEWI SAPA PEDAGANG ASONGAN

Made Tirta Kusuma Dewi

Made Tirta Kusuma Dewi

MADE TIRA KUSUMA DEWI SAPA PEDAGANG ASONGAN

GETA PAKPAK
Adakalanya kehadiran petinggi ketengah-tengah masyarakat mendapat kritikan tajam, bahkan tidak justru ditolak oleh masyarakat dan para aktivis. Namun, tidak demikian dengan apa yang dilakukan petinggi Kabupaten Pakpak Bharat Ibu Made Tirta Kusuma Dewi Remigo Berutu, hampir setiap kunjuunganya dianggap memberikan berkat bagi warga yang dikunjunginya.
Seperti yang terlihat pada sebuah kunjunganya disebuah Sekolah di Salak, Rabu, 06/03/2013, putri kelahiran Manado berdarah Bali itu disela-sela kunjungan formalnya menyempatkan diri mendatangi para pedagang asongan yang mengais rejeki disekitar tempat acara dengan berdagang kacang-kacangan dan makanan ringan lainya. “Bu Dewi bukan hanya sekali ini saja, tapi bahkan setiap ada kunjunganya di Kota Salak selalu beli kacang milik saya, baginya mungkin tidak banyak, namun berbanding dengan harga kacang saya, uang kembalian yang tak pernah mau diterimanya kembali cukup untuk modal saya” ujar Berru Banurea salah seorang pedagang asongan yang kerap disapa Ibu Dewi.
Hal yang sama dituturkan ibu Boangmanalu dan Ibu Padang yang juga menjual Kacang dan makanan/minuman ringan, kedatangan Ibu Dewi selalu mendapat sambutan dan antusias warga. Bagi para pedagang asongan kedatangannya selalu menabur berkat dan berbagi rejeki, disamping tegus sapanya yang sangat menyejukkan hati sembari memberi motivasi. “Banyak pertanyaanya, mulai dari harga-harga barang yang kita jual, ia juga menanyakan anak-anak, kesehatan keluarga bahkan harapan-harapan kami untuk pembangunan ekonomi keluarga” tutur Bu Padang. Uniknya salah satu diantara pedagang, selalu menanyakan berru apa kepadanya, “Ibu yang satu ini memang udah mulai pikun, namun tetap gigih mencari nafkah. Dia tidak pernah ingat kalau yang mendatanginya itu adalah istri dari Pak Remigo” ujar Berru Boangmanalu tersenyum-senyum.
“Begitulah jika petinggi yang memiliki tingkat kepedulian dan sensifitas yang tinggi terhadap sesama, kehadiranya akan menjadi berkat bagi oranglain” ujar Pn. Banurea yang sempat berbincang dengan wartawan sembari geleng kepala melihat keakraban para pedagang asongan dengan Ketua PKK Pakpak Bharat itu. Kata dia, sudah tidak banyak petinggi maupun pejabat yang masih mau berkomunikasi langsung dengan masyarakat bawah kecuali pada saat kampanye dan pada momen-momen tertentu yang telah diatur. **

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s