Pertanian Tumpang Sari Pakpak Bharat Kurang Pembinaan

Pertanian Tumpang Sari Pakpak Bharat Kurang Pembinaan
GETA_PAKPAK.COM
Pada wilayah pertanian yang memiliki keterbatasan lahan untuk dikelola selalu akan melakukan sistim pertanian tumpang sari dalam kerangka mengefektifkan lahan untuk mencapai hasil yang lebih maksimal dengan pola pertanian tumpang sari. Namun di kabupaten Pakpak Bharat sistim pertanian tumpang sari yang sejak lama sudah dikembangkan masih belum dapat berjalan sesuai dengan harapan dan manfaat dari metode tumpang sari sebagaimana dimaksud.
Sejumlah lokasi pertanian masyarakat petani Pakpak Bharat pantauan wartawan di lapangan 06/09, menunjukkan fakta kurangnya perhatian dan pembinaan dari pihak instansi pertanian pada pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Hampir disetiap sudut kota Pakpak Bharat terlihat lahan-lahan pertanian masyarakat yang rata-rata menggunakan metode tumpang sari seperti cabe-kopi, jagung-kacang-kacangan, padi-kopi dan sejumlah tanaman tumpang sari lainnya yang merupakan pola yang dikembangkan oleh masyarakat petani secara tradisionil. N. Sinamo pemerhati pertanian Pakpak Bharat kepada wartawan mengatakan bahwa sistim tumpang sari yang terdapat di Kbaupaten Pakpak Bharat kebanyakan masih dengan asal tanam tanpa memperhatikan kesesuaian tanaman seperti Nenas yang ditumpang sari dengan Salak, Mangga dan enau.
“Nah jenis tanaman tumpang sari seperti ini tidak akan pernah memberikan hasil yang maksimal, untuk itu sangat kita harapkan instansi terkait Dinas pertanian dan Badan Penyuluh dapat lebih proaktif dalam memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada para petani” ungkapnya. @

Inilah salah satu lokasi pertanian masyarakat Salak yang ditumpang sari antara tanaman Nenas dengan Salak, terlihat tanaman Salak yang dianggap dapat memberikan hasil ternyata hanya bertumbuh yang menggerogoti tanaman tumpang sarinya. @

Iklan

2 thoughts on “Pertanian Tumpang Sari Pakpak Bharat Kurang Pembinaan

  1. inti dari masalah sebenarnya adlh kurang modal, dan masyarakatnya gak tau harus berbuat apa, selain dari pada melihat dan menunggu hujan datang dari langit…sungguh memprihatinkan memang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s