SAWAH TRADISIONAL BELUM MENJAMIN KETERSEDIAAN BERAS PAKPAK BHARAT

SAWAH TRADISIONAL BELUM MENJAMIN KETERSEDIAAN BERAS PAKPAK BHARAT
GETA_PAKPAK.COM
Sistim pengelolaan pertanian tradisional yang masih digunakan dalam pengelolaan pertanian tanaman padi sawah di Kabupaten Pakpak Bharat dirasakan belum dapat menjamin terpenuhinya ketersediaan pangan bagi warga masyarakat Pakpak Bharat. Sekaitan itu diminta kepada pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Pertanian Pakpak Bharat untuk melakukan pengembangan dan perluasan areal sawah serta menggenjot seluruh produksi pertanian sawah masyarakat dalam kerangka terpenuhinya kebutuhan pangan bagi masyarakat Pakpak Bharat.
Salah seorang petani tanaman sawah dari Kecamatan Salak Bapak J. Boangmanalu kepada wartawan pada Jumat, 18/06 mengatakan bahwa sistim pertanian tanaman padi sawah yang selama ini mereka lakukan dirasakan belum dapat memberikan hasil yang maksimal termasuk untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat Pakpak Bharat yang dirasakan semakin besar khususnya setelah dimekarkannya Kabupaten Pakpak Bharat sekitar enam tahun yang lalu. Sekaitan dengan itu diharapkan kepada pemerintah Pakpak Bharat sejumlah potensi areal persawahan yang hingga saat ini menjadi lahan tidur dan ditidurkan agar segera dilakukan pengelolaan seperti yang terlihat pada ribuan hektar areal irigasi Lae Garut di kawasan Sitellu Tali Urang Julu (STTU JULU) dan di kawasan Kecamatan Siempat Rube.
Sekaitan dengan itu juga peranan pemerintah pusat sangat diharapkan karena menurut sejumlah informasi untuk membuka lahan irigasi tersebut dibutuhkan biaya yang sangat besar, dimana dengan mengharapkan anggaran daerah tidak akan mampu untuk membiayai perbaikan irigasi yang sudah ditelantarkan itu. @

Salah satu areal persawahan di Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Pakpak Bharat milik Bapak J. Boangmanalu yang masih dikelola secara tradisional, sehingga hasil yang dicapai juga kurang maksimal. @

Salah satu areal persawahan di Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Pakpak Bharat milik Bapak J. Boangmanalu yang masih dikelola secara tradisional, sehingga hasil yang dicapai juga kurang maksimal. @

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s