Dibangun Senilai Rp. 4 M Lebih AIR PAM IBUKOTA PAKPAK BHARAT KERUH DAN KEMERAHAN

Dibangun Senilai Rp. 4 M Lebih
AIR PAM IBUKOTA PAKPAK BHARAT KERUH DAN KEMERAHAN
GETA_PAKPAK.COM
Pengadaan pembangunan sarana air bersih untuk suplai air bersih bagi Kota Salak Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat terus menuai masalah. Proyek yang dilaksanakan dengan Nilai Anggaran Rp. 4 M Lebih itu kini semakin tidak karuan dengan ditemukannya kondisi air yang sangat memperihatinkan, sejumlah wartawan yang sempat mengabadikan kondisi air tersebut terlihat kemerahan dan keruh yang diduga disebabkan tidak adanya penampungan di bagian hulu yang dapat mengolah air hingga bersih.
Kondisi tersebut diperparah dengan suplai air yang tersedia pada Bak Penampungan yang dibangun ditelbang kayu hanya dengan kedalaman berkisar 1 meter, sementara sejak beberapa hari terakhir kondisi cuaca di Kabupaten Pakpak Bharat terlihat hujan dan mendung, sehingga sangat tidak mungkin jika kawasan hulu kekurangan air. Dari pantauan wartawan hingga Kamis, 03/06 air yang seharusnya sudah dinikmati oleh warga ibukota Pakpak Bharat warga terlihat harus dengan menunggu air hujan dan atau dengan mendatangi sungai-sungai terdekat untuk memperoleh air minum dan untuk kebutuhan sehari-hari. “Katanya Kabupaten kita ini sudah mulai maju dan berkembang pesat tetapi masa untuk urusan air saja kita harus kesulitan” sungut salah seorang ibu rumah tangga di kawasan Barisen Salak.
Sementara upaya untuk perbaikan sarana penyedia air bersih tersebut hingga saat ini belum terlihat, malah di beberapa titik saluran perpipaan yang dibangun hanya dengan menggunakan bamboo-bambu bekas untuk menutupi kebocoran air, seperti yang terlihat di kawasan Siempat Rube yang merupakan sumber air. Lebih parah lagi menurut informasi yang didapat dari pihak pengelola Pam, salah satu penyebab dari gagalnya pemenuhan kebutuhan air bersih dari proyek senilai Rp. 4 M lebih itu terutama disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan perpipaan yang bermutu rendah sehingga ketika pipa tersebut digunakan langsung mengalami kerusakan bahkan disejumlah titik pipa-pipa yang baru dipasang sudah pecah.
Dilain pihak, informasi yang beredar di masyarakat pengerjaan proyek yang sempat menuai masalah karena terkesan dipaksakan memenangkan pihak pelaksana pemenang saat itu, hingga saat ini tidak tersentuh hukum karena masih keluarga dekat dari salah satu pejabat di Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat. “Ketika itu pada saat proses tender penawaran dari salah satu rekanan sekitar Rp. 2 M sementara yang dimenangkan malah yang memberikan penawaran Rp. 4 M. parahnya kini proyek tersebut terus menuai masalah karena suplai air yang dihasilkan juga sangat mengecewakan masyarakat” ungkapnya sembari mengingatkan untuk tidak memuat namanya di media ini.
Sejumlah pemerhati pembangunan Pakpak Bharat, berharap agar proyek tersebut dapat segera diseret ke meja hukum. Sementara ketika dikonfirmasikan kepada Bupati Pakpak Bharat H. Makmur Berasa, SH, beliau selelau berada diluar kota dan melalui pesan singkat sms hanya dengan jawaban terimakasih. Kesan menghindar dan tidak mau tahu dari kepala daerah tersebut semakin memberikan tanda Tanya besar keinginan beliau untuk membangun Pakpak Bharat. Lalu siapakah yang akan peduli?. @

Penampungan Air di Telbang Kayu Kecamatan Salak yang dibangu dengan nilai anggaran senilai Rp. 4 M lebih. Terlihat air kemerah-merahan dengan ketinggian satu meter. @

Penampungan Air di Telbang Kayu Kecamatan Salak yang dibangu dengan nilai anggaran senilai Rp. 4 M lebih. Terlihat air kemerah-merahan dengan ketinggian satu meter. @

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s