MARGA MANIK LEPASKAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN PLTA 1 – 2 LAE ORDI

mengolessi

Pihak pt. Bakara Bumi Energi Mengolessi Marga Manik

Pakpak Bharat, GETA_PAKPAK.COM

Masyarakat di dua lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lae Ordi 1 dan 2 serahkan tanah milik mereka kepada pihak pt. Bakara Bumi Energi. Penyerahan lahan tersebut dilakukan oleh pihak marga Manik Perlebbuh-lebbuh yakni Manik Kuta Ekur, Manik Kuta Tengah, Manik Simerpara dan Manik Delamdam yang dihadiri oleh pihak pemerintah setempat antara lain Camat pergetteng-getteng Sengkut (PGGS) Pestakem Habeahan, Kepala Desa Kecupak Satu serta dihadiri oleh tokoh-tokoh adat masyarakat seperti pihak Berru, Kula-kula pihak Marga Manik. Acara penyerahan tersebut berlangsung pada 9/12 di Desa Kecupak Satu Kecamatan PGGS Kabupaten Pakpak Bharat.

Pelepasan hak tersebut juga ditandai dengan pemberian ganti rugi dari pihak pt. Bakara Bumi Energi sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya. Ramli Manik kepada wartawan di Sindeka Salak pada 17/12 mengatakan bahwa dengan dilaukannya pelepasan hak atas tanah tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu panjang produksi listrik dari Kabupaten Pakpak Bharat sudah mampu mengatasi kekurangan pasokan listrik yang selama ini sering terjadi di Indonesia dan khususnya untuk wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Lebih lanjut dikatakannya bahwa pada kesempatan tersebut kedua belah pihak memberikan seperangkan kewajiban adat berupa ayam dan lainnya oleh pihak masyarakat dan dibalas dengan pemberian Oles oleh pihak perusahaan pt. Bakara Bumi Energi.

Sementara Don A. Mahjuddin Direktur Utama pt. Bakara Bumi Energi pada kesempatan tersebut menyampaikan bagi para putra daerah yang memiliki keahlian maupun bakat dibidang pekerjaan-pekerjaan yang terdapat pada pelaksanaan pembangunan PLTA tersebut dapat turut serta dalam pelaksanaan proyek besar tersebut. @

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) }st2\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Pakpak Bharat, GETA_PAKPAK.COM

Masyarakat di dua lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lae Ordi 1 dan 2 serahkan tanah milik mereka kepada pihak pt. Bakara Bumi Energi. Penyerahan lahan tersebut dilakukan oleh pihak marga Manik Perlebbuh-lebbuh yakni Manik Kuta Ekur, Manik Kuta Tengah, Manik Simerpara dan Manik Delamdam yang dihadiri oleh pihak pemerintah setempat antara lain Camat pergetteng-getteng Sengkut (PGGS) Pestakem Habeahan, Kepala Desa Kecupak Satu serta dihadiri oleh tokoh-tokoh adat masyarakat seperti pihak Berru, Kula-kula pihak Marga Manik. Acara penyerahan tersebut berlangsung pada 9/12 di Desa Kecupak Satu Kecamatan PGGS Kabupaten Pakpak Bharat.

Pelepasan hak tersebut juga ditandai dengan pemberian ganti rugi dari pihak pt. Bakara Bumi Energi sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya. Ramli Manik kepada wartawan di Sindeka Salak pada 17/12 mengatakan bahwa dengan dilaukannya pelepasan hak atas tanah tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu panjang produksi listrik dari Kabupaten Pakpak Bharat sudah mampu mengatasi kekurangan pasokan listrik yang selama ini sering terjadi di Indonesia dan khususnya untuk wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Lebih lanjut dikatakannya bahwa pada kesempatan tersebut kedua belah pihak memberikan seperangkan kewajiban adat berupa ayam dan lainnya oleh pihak masyarakat dan dibalas dengan pemberian Oles oleh pihak perusahaan pt. Bakara Bumi Energi.

Sementara Don A. Mahjuddin Direktur Utama pt. Bakara Bumi Energi pada kesempatan tersebut menyampaikan bagi para putra daerah yang memiliki keahlian maupun bakat dibidang pekerjaan-pekerjaan yang terdapat pada pelaksanaan pembangunan PLTA tersebut dapat turut serta dalam pelaksanaan proyek besar tersebut. @

DIHARAPKAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PAKPAK BHARAT

PAKPAK BHARAT, GETA_PAKPAK.COM

Pakpak Bharat Pelaksanaan rehab sekolah secara besar-besaran yang terjadi diwilayah Kabupaten Pakpak Bharat pada DAK tahun anggaran 2009 diharapkan mampu menggenjot laju peningkatan mutu pendidikan kedepannya. Hal tersebut diungkapkan oleh B. Sinamo pengurus Forum Honor Komite (FHK) Kabupaten Pakpak Bharat kepada wartawan di Salak, pada Kamis, 17/12. Menurutnya pelaksanaan rehab besar-besaran yang disejumlah Sekolah terpaksa melakukan masuk pagi dan masuk siang bagi anak didiknya diharapkan dapat memberikan efek signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan dengan telah  memadainya seluruh ruangan kelas dalam melakukan proses belajar mengajar.

Menurut pemantauan wartawan di SD 2 nomor: 030413 Salak misalnya kini anak didik terpaksa harus pindah ruangan ke SD terdekat di Pasar Salak karena gedung sekolah mereka sedang dilakukan rehab besar-besaran diseluruh ruangan kelas dan ruangan guru mereka di Barisen Salak. Namun proses belajar mengajar yang sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir setelah dilakukannya pembongkaran gedung sekolah tersebut samasekali tidak terganggu karena seluruh fasilitas sekolah tersebut sebelumnya telah dipindahkan menunggu ruangan sekolah tersebut selesai dikerjakan. @

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s