BUPATI CANANGKAN BULAN BHAKTI SOSIAL TNI KB-KES TAHUN 2013 TINGKAT KABUPATEN PAKPAK BHARAT

Pencanangan Bulan Bhakti Sosial TNI-KB Kesehatan merupakan upaya untuk mengurangi resiko kematian Ibu dan bayi serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terkait hal ini Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Bapemas, Pemdes, PP dan KB bekerjasama dengan Kodim 0206 Dairi serta Dinas Kesehatan  menyelenggarakan Pencanangan Bulan Bhakti Sosial TNI Manunggal KB-Kes tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 bertempat di Gedung Serba Guna Salak, Jumat (4/10) . Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu,MBA yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat Ir.Maju Ilyas Padang, Dandim 0206 Dairi, Ibu Ketua dan Anggota Persit Kartika Candra Kirana Kodim 0206, Direktur RSUD Salak, Para Camat se-Kabupaten Pakpak Bharat, Para Danramil Se- Kabupaten Pakpak Bharat, Para Kepala Puskesmas Se- Kabupaten Pakpak Bharat, Para Bidan Pengelola Program KB se-Kabupaten Pakpak Bharat, Para Penyuluh KB se- Kabupaten Pakpak Bharat serta para Undangan.

Kabid Keluarga Berencana (KB) Drs. Dirjon Hutasit dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Bulan Bhakti Sosial TNI-KB Kesehatan Kab.Pakpak Bharat adalah untuk meningkatkan pengelolaan dan pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan. Dan pelaksanaannya  telah diawali dengan pelayanan KB di RSUD Salak,  Puskesmas Salak, Pustu Kuta Tinggi, Puskesmas Sukaramai, Pustu Perpulungan, Pustu Kuta Dame, Puskesmas Tinada, Pustu Kuta Babo, Puskesmas Kecupak, Puskesmas Jambu, Puskesmas Singgabur, Puskesmas Sibande dan Pustu Mbinalu dengan keseluruhan akseptor yang dilayani anatara lain MOP ( 11 orang), MOW (39 Orang), IUD (9 Orang), Implant (41 orang), PIL (29 orang), Kondom (11 orang), dengan jumlah  130 akseptor dari target yang berjumlah 190 akseptor.

Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa  Program KB untuk Kabupaten Pakpak Bharat dengan jumlah penduduk yang masih rendah tidak membatasi kelahiran, tapi untuk merencanakan jumlah keluarga yang ideal dengan menjarangkan kelahiran anak , yang bertujuan untuk mensejahterakan Keluarga  dan untuk meningkatkan kualitas serta tingkat ekonomi suatu keluarga sehingga merupakan bagian dari upaya untuk membangun ekonomi keluarga dan pemenuhan hak dasar kepada anggota keluarga seperti asupan gizi yang cukup dan pendidikan yang baik sehingga terjadi peningkatan kualitas generasi emas Pakpak Bharat. “ Saya telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2010 tentang Pelayanan Keluarga Berencana, dimana didalamnya mengamanatkan pelayanan KB secara gratis kepada keluarga kurang mampu atau pra sejahtera dan sejahtera I,” jelas Bupati.  Lebih lanjut dijelaskan dengan terselenggaranya program tersebut diharapkan derajat kesehatan penduduk Indonesia dan secara khusus penduduk Pakpak Bharat akan semakin meningkat dan diharapkan dapat merealisasikan MDG’s ( Millenium Development Goals) tahun 2015. “ Mari kita dukung revitalisasi Pelaksanaan Program Keluarga Berencana, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai secara optimal” Kata Bupati.

Acara dilanjutkan dengan paparan dari narasumber Dandim 0206 Letkol Infantri Syawal Fahmi Tambunan dengan materi  Revitalisasi Program Keluarga Berencana yang dipandu oleh moderator, Plt. Bapemas, Pemdes, PP dan KB Drs. Tekki Angkat

….. Jandri …..

Lowongan Kerja

Surat Kabar Mingguan Tribun Merdeka

1. Membutuhkan Wartawan/i Diseluruh Kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
2. Bagian Periklanan, Dengan Gaji Rp. 1Jt/bln + Uang BBM 100rb/minggu (syarat: min. Lulusan SMA, memiliki Kendaraan Roda 2 +Sim C)

Berminat..,
Hubungi: Redaksi Tribun Merdeka Di: Jl. Pijer Podi, No: 43A Sp. Pos Padang Bulan Medan
Hp: 082165193433
Pin: 2158D1C3

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Geta Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat setelah sebelumnya telah diiutsertakan menjadi peserta tingkat Nasional Kompetisi CIBAN, akhirnya tercatat sebagai Kabupaten salah satu dari 13 Penghargaan Citra Bakti Abdi Negara (CIBAN) yang disediakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi (KEMENPAN Dan RB). Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA selaku Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang telah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten pimpinanya.
Penghargaan CIBAN adalah hasil penilaian kinerja Pimpinan daerah terhadap penyelenggaraan pelayanan publik didaerahnya, mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Penilaian tersebut diambil berdasarkan penilaian langsung oleh pihak Kemenpan langsung ke Kabupaten/Kota Se-Indonesia pada tahun 2011 yang lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Grand Ballroom Balai kartini, Kuningan Jakarta, Kamis 28/03/2013 yang diserahkan langsung oleh Mentri KEMENPAN Dan RB Bapak Ir. H. Azwar Abubakar.
Kepada wartawan usai menerima Penghargaan CIBAN, Bupati Remigo menyampaikan komitmenya bersama jajaran pimpinya sejak memimpin tahun 2010 di daerah yang 83% luas wilayahnya adalah hutan lindung itu telah memulai kerja keras, kerja cerdas serta ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas. “Ada tidaknya penilaian Ciban, kita sejak awal memang telah memulai bekerja berorientasi untuk pelayanan publik. Konsen untuk pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Itu yang saya dan jajaran Pemkab Pakpak Bharat lakukan” terang Remigo. Dengan nada bergurau, Bupati Remigo yang dikenal dengan sebutan RYB itu menyebutkan ia bahkan sudah lupa jika ada penilaian Ciban oleh Kemenpan. “Syukurlah penilaian ini juga telah menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat” katanya.
Ia mengharapkan, kedepan Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat dapat terus melakukan reformasi birokrasi kearah yang lebih baik lagi. “Prestasi ini merupakan kebanggan kita semua elemen masyarakat Pakpak Bharat dan jajaran Pemerintah Pakpak Bharat yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dikemudian hari” tandasnya. Pada saat menerima Penghargaan Bupati Remigo didampingi plt. Asisten Pemerintahan Sahat Banurea, S.Sos, Kabag Humas Kastro Manik, S.Sos. Kepada wartawan Kastro Manik menyampaikan bahwa sebelumnya dari tingkat Propinsi, 4 Kabupaten dari Sumut diikutsertakan mengikuti Penilaian Ciban Tingkat Nasional yakni Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Dan berdasarkan penilaian Tim Penilai Kemenpan Dan RB tingkat Nasional yang telah turun langsung ke Kabupaten Pakpak Bharat akhirnya mencatatkan Kabupaten Pakpak Bharat pimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA sebagai peserta terbaik. Pada kesempatan pemberian penghargaan tersebut Kemenpan dan RB Ir. H. Azwar Abubakar menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan terbaik, para Kepala Daerah telah melakukan reformasi birokrasi.
“Genderang perang terhadap birokrasi telah ditabuh. Butuh keberanian dan komitmen kepala daerahnya masing-masing dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat pimpinanya masing-masing” tegas Kemenpan. Prestasi gemilang tersebut merupakan satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Utara. Ke 13 penerima Penghargaan Ciban tersebut adalah 5 Kabupaten/Kota dari Jawa Tengah yakni: Kabupaten Kudus, Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, kota Magelang dan Kota Pekalongan. 3 Kabupaten/Kota dari Jawa Barat antara lain: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. 1 dari DIY yakni Kabupaten Sleman. Diluar Pulau Jawa, 1 Kabupaten dari Bali yakni Kota Denpasar, 1 dari Sumatera Selatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu dan 1 dari Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Pinrang. **

Kutipan

Kunjungan Desember Air Terjun Simbilulu

Air Terjun Simbilulu adalah panorama alam sentuhan artistik alami yg wajib anda kunjungi. Bulan Desember dgn temperatur dinginnya akan menyempurnakan kebutuhan liburan anda. Ribuan pohon yg terhampar disekeliling air terjun setinggi 50 meter itu akan menghantarkan anda pada kesempurnaan alam bebas. Hanya ratusan meter dari perkampungan Warga Pronggil Julu Kec. Tinada Kab. Pakpak Bharat SUMUT. Njuah njuah sapaan hangat Warga Pakpak pun akan meyakinkan anda bahwa Takkan pernah puas sekali berkunjung.

BUPATI PAKPAK BHARAT TERIMA ICT PURA 2013

ICT Pura adalah sebuah penghargaan bergengsi dalam bidang Komunikasi dan Informatika di Indonesia dan pada tahun ini Kabupaten Pakpak Bharat berhasil meraihnya. ICT (Information Communication Technology) Pura yang merupakan penilaian akan keberhasilan dalam aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut diterima langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring dalam acara Malam Anugerah ICT Pura Akuso 2013 di Ballroom Bumi Senyiur Hotel, Samarinda, Rabu malam (31/10).

Saat diwawancarai sebelum acara puncak dimulai, Bupati mengungkapkan keharuannya akan buah dari prestasi dalam menciptakan kreativitas demi pelayanan publik yang maksimal dan sangat banyak diterima oleh Kabupaten Pakpak Bharat pada tahun 2013 ini. “Mulai dari penghargaan CBAN, Anugerah Inovasi Perkebunan, Sertifikat ISO secara terintegrasi, dan lain sebagainya, termasuk yang sekarang ini yaitu ICT Pura. Sepertinya tahun 2013 merupakan tahun penuh berkah akan prestasi bagi Kabupaten Pakpak Bharat”, sambung beliau yang dalam penganugerahan itu didampingi Asisten Administrasi dan Pembangunan, Ir. Sustra Ginting, M.Si, Ka. Dinas Budparhubmansih, Mordehai Orba Suntuk, SH dan Ka. Bagian Humas, Kastro Manik, S.Sos.

Bupati juga mengutarakan akan terus memotivasi jajarannya untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, baik itu akan menghasilkan penghargaan seperti ini atau tidak. “Penghargaan adalah wujud dari apresiasi akan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kita. Ada atau tidak penghargaan yang diberikan, bukan jadi alasan dalam mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat dalam menuju kesejahteraan, karena kerja-kerja bagi masyarakat secara maksimal adalah amanah dan tanggung jawab kita”, jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kominfo di dalam sambutannya menyebutkan bahwa penyerahan penghargaan ini diberikan kepada daerah yang memberikan perhatian yang intens dalam perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di daerahnya. “Pencapaian pembangunan TIK yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang terlibat perlu untuk diberikan apresiasi dan penghargaan. Penilaian akan penghargaan ini dilakukan secara independen dengan melibatkan akademisi dan praktisi dari Perguruan Tinggi sebagai pertimbangan keputusannya. Ini adalah suatu gerakan bersama seluruh komponen bangsa dalam memetakan, mengukur, dan mengapresiasi kota-kota dan kabupaten-kabupaten di nusantara terkait dengan kesiapan yang bersangkutan dalam memasuki era digital”, tutur Menteri yang senang berpantun ini dihadapan 30 Kepala Daerah penerima penghargaan tersebut serta para undangan lainnya.

Tampak hadir juga dalam kesempatan acara ini Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Syukri Batubara, selaku leading sector kegiatan dan Wagub Kalimantan Timur, H. Farid Wadjdy, yang merupakan tuan rumah pelaksanaan acara.

Untuk daerah yang menerima penghargaan akan mendapat prioritas dari pusat membangun infrastruktur TIK seperti program 1.300 wi-fi, sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia memenuhi 10 sasaran World Summit on Information Society (WSIS)2015.

Jandri Manik

PERTAMA DI INDONESIA SERTIFIKAT ISO 9001:2008 SECARA TERINTEGRASI KEPADA PEMKAB PAKPAK BHARAT DARI KEMENTERIAN PAN & RB

PERTAMA DI INDONESIA
SERTIFIKAT ISO 9001:2008 SECARA TERINTEGRASI KEPADA PEMKAB PAKPAK BHARAT DARII KEMENTERIAN PAN & RB

Peristiwa monumental dalam sejarah Reformasi Birokrasi di Indonesia, di mana Kabupaten Pakpak Bharat menjadi yang pertama dalam meraih sertifikat ISO 9001:2008 secara terintegrasi. Sebagai penghargaan atas gebrakan yang membanggakan tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB) melalui Wakil Menteri, Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, SIP, Mag.rer.publ. menyerahkan secara langsung sertifikat tersebut kepada para pimpinan SKPD dan Unit Kerja lingkup Pemkab Pakpak Bharat tersebut di Gedung KemenPAN dan RB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu sore (30/10).

“Ini merupakan suatu rekor tersendiri untuk skala nasional. Sejauh ini, perolehan sertifikasi ISO biasanya bersifat parsial, satu atau dua unit saja. Bukan seperti Pakpak Bharat yang melakukan secara terintegrasi yang melibatkan seluruh SKPD di dalamnya. Capaian ini sangat membanggakan, tidak saja bagi dalam skala regional, tetapi juga bagi bangsa Indonesia, yang tengah berupaya bangkit dari buruknya pelayanan terhadap masyarakat”, tutur Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dengan wajah berseri-seri saat diwawancarai di lobby gedung Kementerian sebelum dimulainya seremonial penyerahan.

“Saya juga meminta secara khusus agar sertifikat ini diberikan secara langsung kepada para pimpinan SKPD dan Unit Kerja, sebagai penghargaan atas kerja keras mereka selama ini. Selain sebagai bentuk apresiasi, penyerahan ini bermakna sebagai amanah yang harus diemban, agar bisa mempertahankan kualitas pelayanan publiknya”, sambung Bupati yang sangat ramah ini.

Adapun peraih sertifikat dalam tahap pertama ini adalah SKPD/Unit Kerja frontline yaitu Dinas Pendidikan yang diterima oleh Ka. Disdik, Jalan Berutu, S.Pd, MM, Dinas Kesehatan, yang diterima oleh Ka. Dinkes, dr. Thomas, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, yang diterima oleh Ka. Dippekade, Benar Baik Sembiring, SE, M.Si, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang diterima oleh Ka. Disdukcatpil, Drs. Parulian Sinaga, Kantor Pelayanan Perijinan Satu Pintu dan Penanaman Modal, yang diterima oleh Ka. KP2SPPM, Drs. Losmar Berutu, MM, RSUD Salak, yang diterima oleh Direktur RSUD, dr. Pintar Manihuruk, Kantor Camat Salak, yang diterima oleh Camat Salak, Ishak Simon Maibang, S.Sos, Puskesmas Siempat Rube, yang diteriam oleh Ka. Puskesmas, dr. Meilan Christina Manurung, dan SMP N 1 Salak, yang diterima oleh Ka. SMP, Surani Padang, S.Pd. MM.

“Kesembilan SKPD dan Unit Kerja itu  semuanya berada di barisan terdepan dalam pelayanan,” terang Bupati lebih lanjut. Dijelaskan lagi bahwa beliau sudah ancang-ancang untuk menerapkan hal yang sama kepada seluruh SKPD dan Unit Kerja lainnya. Ke depan, seluruh institusi lingkup Pemkab Pakpak Bharat harus mereplikasi penerapan standar manajemen mutu ISO 9001 : 2008.

Wamen PAN & RB, Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, SIP, Mag.rer.publ. menyampaikan bahwa keberhasilan daerah ini perlu digaungkan ke tingkat nasional agar menjadi percontohan daerah lain. “Pakpak Bharat saja bisa, kenapa daerah lain tidak bisa”, sebut beliau. Wamen menambahkan prestasi yang telah diraih ini harus bisa dipertahankan. “Untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 bagi 9 SKPD secara terintegrasi tentu bukan perkara mudah. Namun yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Karena itu saya ingin agar pimpinan dan seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat selalu menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat”, pintanya kepada Bupati.

Asisten Pemerintahan, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si yang terus-menerus mengawal proses ini, saat dikonfirmasi disela-sela acara menyatakan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang ditetapkan sebagai pilot project reformasi birokrasi pemda, bersama 97 pemda lain. Tahun lalu, kabupaten ini juga meraih penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) dari Menteri PANRB. “Pengakuan tersebut diharapkan bisa menjadi cambuk bagi birokrasi ini untuk lebih cepat melaksanakan reformasi birokrasi, dan pada gilirannya bisa menjadi percontohan bagi daerah di sekitarnya”, sebut Asisten lebih lanjut, yang juga didampingi oleh Presiden Direktur TUV-NORD, Robert Napitupulu, yaitu lembaga yang mengeluarkan sertifikat ISO ini.

Presiden Direktur PT. Qims Intrasindo Medan, Ahmad Tirmizi Hutasuhut, yang menjadi konsultan Pemkab Pakpak Bharat dalam proses ini juga menyatakan kebanggaannya atas perolehan tersebut. “Sikap dan kerjasama yang sangat mendukung untuk tercapainya ini semua ditambah dengan kepedulian dan niat baik dari semua pihak adalah kunci keberhasilan SKPD dan Unit Kerja dalam meraih sertifikat ini”, ujarnya.

Selamat kepada Kabupaten Pakpak Bharat. Semoga ini menginspirasi dan menjadi motivasi bagi daerah-daerah lain untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima.

Jandri Manik

Gambar

BUPATI PAKPAK BHARAT SERAHKAN BANTUAN HEWAN QURBAN

Bupati Pakpak Bharat serahkan bantuan hewan qurban sebagaimana yang dilakukan beliau pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini yang mendapat kesempatan menerima hewan kurban dari Bupati yang simpatik ini adalah jemaah Masjid Ar-Rahman Rahib, Dusun Rahib Desa Mahala Kecamatan Tinada yang diserahkan oleh Ka. Dinas Pendidikan Jalan Berutu, S.Pd, MM dan Ka. Dinas Kehutanan, Ir. Muh. Aris Gajah pada saat selesai Sholat Ied di halaman Masjid tersebut, Selasa pagi (15/10) berupa satu ekor lembu.
“Berkurban tidak hanya sekedar ritual pemotongan hewan setiap tahun yang dagingnya dibagi-bagikan dan dinikmati bersama. Tapi makna lebih dari itu. Berkurban juga membangkitkan semangat persaudaraan kita sesama manusia untuk saling berbagi dan sebagai wujud dari kepedulian yang semakin menghapus jurang pemisah di antara sesama manusia. Selain itu berkurban juga turut menggalang rasa gotong royong kita, mulai dari proses penyembelihan sampai dengan mendistribusikannya kepada yang berhak menerimanya. Saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha 1434 H bagi seluruh umat muslim, khususnya masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat yang saya cintai”, demikian disampaikan oleh Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha kali ini.

“Memang secara bergilir Bupati akan selalu menyerahkan bantuan hewan Kurban bagi seluruh umat muslim yang tersebar di Kabupaten Pakpak Bharat. Jika pada tahun sebelumnya yang menerima adalah masyarakat Kec. STTU Jehe, maka pada tahun ini yang mendapat giliran adalah masyarakat Kec. Tinada. Untuk tahun berikutnya akan tetap diserahkan pada lokasi yang berbeda-beda”, jelas Jalan Berutu, S.Pd, MM dan Ir. Muh. Aris Gajah, sebagai pengantar mereka dalam penyerahan bantuan hewan kurban tersebut.

Lembu yang telah diserahkan tersebut pun segera disembelih di halaman Masjid dan selanjutnya dibagi-bagi sesuai dengan jumlah masyarakat yang berhak mendapatkannya. Tokoh masyarakat Desa tersebut, Mulawarman Berutu yang didampingi Zulkarnaen Berutu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang diberikan pimpinan daerah ini, yang tidak hanya dalam situasi sosial tertentu saja beliau peduli tetapi juga dalam perayaan keagamaan seperti ini. “Saya juga berharap di tahun-tahun mendatang hewan yang akan dikurbankan akan meningkat jumlahnya sebagai pencerminan adanya peningkatan perekonomian kita. Selain itu, semangat berbagi dan peduli dari Pak Bupati juga akan menular kepada yang lainnya untuk semakin mempererat silaturahmi kita di Kabupaten ini”, tukasnya.

……Jandri…..

RAKOR EVALUASI KINERJA BIDANG PENDIDIKAN TKT KABUPATEN PAKPAK BHARAT TAHUN 2013

Untuk mencapai kualitas pendidikan yang semakin baik, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Rapat Koordinasi ( Rakor) Evaluasi Kinerja Bidang Pendidikan di Aula Pemkab Pakpak Bharat , Kompleks Perkantoran  Panorama Indah Sindeka, Salak  Selasa (1/10) yang dihadiri Seluruh Pengawas sekolah TK,SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Pakpak Bharat, Seluruh Kepala Sekolah TK,SD,SMP,SMA dan SMK se-Kabupaten Pakpak Bharat dan Kepala SKB Kabupaten Pakpak Bharat .

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mastaty A. Manik, SE  dalam laporannya menyampaikan tujuan Evaluasi Kinerja Bidang Pendidikan adalah untuk menyamakan persepsi dalam rangka Pencapaian Visi dan Misi Dinas Pendidikan Kab. Pakpak Bharat serta memberikan informasi berkaitan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota.   Sedangkan materi yang disampaikan antara lain Penyebaran Informasi Permendikbud Nomor 32 tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jalan Berutu, S.Pd, MM,  Pengelolaan Data Pendidikan Berbasis On-Line oleh Kabid Dikdas Jibun Padang,S.Pd,MM, Evaluasi Kelas Unggulan dan Implementasi Perbup Nomor 10 tahun 2013 Tentang Pemberian Bantuan Beasiswa Kepada Mahasiswa/i oleh Kabid Dikmen Drs. Morasi Berutu,MM, Tantangan Sertifikasi Tahun 2013 dan Kenaikan Pangkat Guru oleh Kabid PTK ,Muara Bancin.

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dalam arahannya menyampaikan  bahwa pendidikan adalah jangka panjang dan tidak akan pernah berhenti. Karena itu 4 hal yang harus dimiliki oleh guru sesuai dengan Undang-undang No.14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yaitu Kompetensi  Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional .  Lebih Lanjut disampaikan bahwa guru merupakan profesi yang sangat penting bagi masa depan bangsa. “ Karena itu saya minta, kedepannya guru dapat bertindak profesional” Kata bupati. “ Jadikan anak didik kita menjadi manusia yang baik dalam berfikir dan berakhlak” harapnya lebih lanjut.

WISUDA PROGRAM SARJANA KEPENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN (PSKGJ) DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT

APRESIASI BUPATI PAKPAK BHARAT TERHADAP WISUDA PROGRAM SARJANA KEPENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN MAHASISWA DARI PAKPAK BHARAT

APRESIASI BUPATI PAKPAK BHARAT TERHADAP WISUDA PROGRAM SARJANA KEPENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN MAHASISWA DARI PAKPAK BHARAT

Setelah berjuang keras mengikuti pendidikan perkuliahan yang diselenggarakan oleh Pemkab Pakpak Bharat yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Medan, akhirnya pada Rabu siang (18/09), sebanyak 521 lulusan Program Sarjana Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) diwisuda di Gedung Serbaguna Unimed, oleh Rektor Unimed, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA yang juga diundang secara resmi dalam acara wisuda tersebut merasa bangga dengan program ini. “Di sinilah embrio dari pembentukan generasi emas Pakpak Bharat yang merupakan sumber daya unggul nantinya akan lahir. Ini tidak semata-mata bagian perwujudan visi dan misi Kabupaten, tetapi juga merupakan penguatan akan pondasi dalam pembangunan karakter kita dalam rangka menghadapi kompetisi kehidupan yang semakin ketat di masa-masa mendatang”, tuturnya saat diminta pendapatnya tentang makna dari wisuda ini.

Bupati juga menambahkan bahwa program ini sangat baik dilanjutkan lagi karena sangat diyakini pendidikan adalah salah satu kunci meraih kehidupan yang lebih baik. “Saya juga berharap kepada para wisudawan nantinya tidak hanya bertindak sebagai pendidik saja, tetapi juga mampu menjadi motor dan motivator bagi setiap insan Kabupaten Pakpak Bharat dan minimal memberikan snowball effect sehingga SDM di Pakpak Bharat yang berkualitas akan semakin banyak demi percepatan-percepatan dalam mencapai kesejahteraan seperti yang kita dambakan”, sebutnya lagi.

Ka. Dinas Pendidikan, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang hadir mendampingi Bupati dalam acara tersebut menjelaskan bahwa program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2009. “Proses belajar mengajar akademis diselenggarakan di Kabupaten Pakpak Bharat dan kami menghadirkan tenaga-tenaga pengajar yang berkualitas dari Unimed. Saya sangat bersyukur para mahasiswa tersebut telah memperoleh tahap pertama dari apa yang mereka cita-citakan, dan nanti pada gilirannya mampu menunjukkan sumbangsihnya pada Kabupaten ini”, ujarnya. Kadis juga menyatakan bahwa program-program seperti ini adalah perwujudan 3 pilar pembangunan di Pakpak Bharat yang salah satunya adalah pendidikan. “Semoga akan ada program-program lanjutan seperti ini akan dapat kita hadirkan kembali sehingga nantinya masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat memiliki masa depan yang lebih baik”, sambungnya.

Salah seorang wisudawan, Holmes Bancin menyatakan kebahagiaannya serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Pemkab Pakpak Bharat sehingga dia berhasil menjadi seorang Sarjana di bidang pendidikan. “Apa yang telah diprogramkan oleh Pemkab dalam melahirkan sumber daya manusia yang lebih baik seperti program PSKGJ ini adalah sesuatu yang luar biasa dan merupakan bukti tanggung jawab Pemerintah kepada masyarakatnya. Untuk itu, saya juga bertekad akan menjaga nama baik sebagai salah seorang lulusan dari program ini yang salah satu caranya dengan mendarmabhaktikan ilmu dan pengetahuan yang saya telah saya dapatkan”, ungkap penduduk Desa Penanggalan Binanga Boang ini. Sang Ibu, M. br. Berutu yang mendampingi Holmes Bancin juga menyatakan hal yang senada. “Anakku yang laki-laki satu-satunya ini juga adalah harapan keluarga dan saya ingin juga menjadi harapan Kabupaten Pakpak Bharat. Terima kasih kepada Pak Bupati beserta jajarannya yang begitu besar perannya dan terus-menerus membentuk SDM Pakpak Bharat yang salah satunya melalui program ini. Saya akan selalu mengingatkan anakku ini nantinya supaya terus berbakti demi Kabupaten tercinta”, ucapnya haru dan sedikit terbata-bata.

Selain wisudawan dari Kabupaten Pakpak Bharat, juga diwisuda lulusan dari 29 Kabupaten dan Kota lainnya se-Sumatera Utara pada wisuda yang dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 18 dan 19 September 2013.

…..Jandri Manik…..

DUKUNGAN PENUH KABUPATEN PAKPAK BHARAT DALAM FESTIVAL DANAU TOBA 2013

Terlihat Peran dan dukungan serta penghargaan Panitia lainnya yang diberikan kepada Kabupaten Pakpak Bharat antara lain pemberian pakaian adat Pakpak secara lengkap yang langsung disematkan Bupati beserta Ibu kepada rombongan tamu VVIP seperti Menko Perekonomian, Ir. M. Hatta Radjasa, Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sapta Nirwandar, Gubernur Sumatera Utara, H. Gatot Pudjo Nugroho, ST dan Wagub, Ir. H. T. Erry Nuradi, M.Si serta beberapa tamu lainnya, bersama pakaian adat Batak Toba, Simalungun dan Karo

Terlihat Peran dan dukungan serta penghargaan Panitia lainnya yang diberikan kepada Kabupaten Pakpak Bharat antara lain pemberian pakaian adat Pakpak secara lengkap yang langsung disematkan Bupati beserta Ibu kepada rombongan tamu VVIP seperti Menko Perekonomian, Ir. M. Hatta Radjasa, Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sapta Nirwandar, Gubernur Sumatera Utara, H. Gatot Pudjo Nugroho, ST dan Wagub, Ir. H. T. Erry Nuradi, M.Si serta beberapa tamu lainnya, bersama pakaian adat Batak Toba, Simalungun dan Karo

 

Kharisma Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA ternyata tidak hanya di Kabupaten saja, tetapi juga di daerah lain, sebagaimana sambutan beberapa Kepala Daerah di Sumatera Utara di Hotel Dumasari, Tuktuk Siadong, Samosir, Minggu sore (08/09) sebagai tempat penyambutan tamu dari Danau Toba. Beliau yang dengan gagah menggunakan baju adat Pakpak dengan ditemani Ibu Made Tirta RY Berutu, S.Sos yang tampil begitu anggun sehingga terlontar kalimat dari salah seorang Kepala Daerah,” Jadi tambah semangat  ngikutin acara ini karena sudah hadir Bupati Pakpak Bharat beserta nyonya”, yang kemudian ditimpali lagi oleh Kepala Daerah yang lain, “Sudahlah ganteng, pintar, serta berprestasi. Jangankan kaum perempuan, awak pun terpesona dibuatnya”. Bupati langsung membalas dengan nada rendah hati, “Ah, enggak sampai sebegitunya lah, Bang”.
Pesona tidak hanya pada Bupati, tetapi juga pada Ibu Made Tirta sehingga seorang artis sekelas Christine Hakim mendatangi beliau serta berkomunikasi tentang budaya Pakpak, sebagaimana pakaian yang dipakai Ibu Made Tirta. “Mbak Christine Hakim sangat tertarik dengan tenunan Pakpak yang saya kenakan ini”, jelas Ibu Made Tirta saat dikonfirmasi.
“Walaupun secara langsung Kabupaten Pakpak Bharat tidak bersentuhan dengan lokasi Danau Toba, tetapi sesungguhnya peran wilayah kita sangat besar karena sebagai zonabuffer (penyangga) terhadap sumber daya alam Danau Toba serta sebagai koridor dari ekosistemnya. Itulah mengapa kita, Kabupaten Pakpak Bharat, berperan aktif dan mendukung penuh festival ini”, papar Bupati saat ditanya tentang keikutsertaaan Kabupaten dalam acara ini.
Peran dan dukungan serta penghargaan Panitia lainnya yang diberikan kepada Kabupaten Pakpak Bharat antara lain pemberian pakaian adat Pakpak secara lengkap yang langsung disematkan Bupati beserta Ibu kepada rombongan tamu VVIP seperti Menko Perekonomian, Ir. M. Hatta Radjasa, Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Sapta Nirwandar, Gubernur Sumatera Utara, H. Gatot Pudjo Nugroho, ST dan Wagub, Ir. H. T. Erry Nuradi, M.Si serta beberapa tamu lainnya, bersama pakaian adat Batak Toba, Simalungun dan Karo. Selain itu juga rangkaian penyambutan tamu secara adat Pakpak yang dikenal dengan era-era, serta melibatkan adat Pakpak dalam prosesi “Sulang-sulang” untuk menghargai para orang tua.
Bupati Pakpak Bharat yang ditempat oleh panitia di tribun kehormatan bersama tamu-tamu VVIP lainnya tampak ceria dan akrab dengan para undangan lainnya, termasuk Ibu Made Tirta yang dengan ramah berdialog dengan Ibu Okke Hatta Radjasa dan Ibu Sutiyas GP Nugroho. “Kehadiran kita semua, termasuk keterlibatan dalam pameran yang telah disiapkan serta mengisi berbagai acara sampai malam pagelaran nantinya adalah bukti kepedulian kita terhadap Danau Toba itu sendiri serta budaya-budaya yang melingkarinya”, tutur Bupati.
Menko Buka FDT
Secara resmi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. M. Hatta Radjasa membuka secara resmi acara ini di Open Stage Tuktuk Siadong dengan memukul gondang yang disambut dengan rangkaian alat musik tabuh dari berbagai daerah di pentas utama dan disaksikan puluhan ribu pasang mata termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim, para Bupati dan Walikota se-Sumatera Utara, para unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, termasuk Bapak Tiopan Bernhard Silalahi, yang sangat concern terhadap budaya Batak dan Danau Toba, serta undangan lainnya seperti artis Christine Hakim yang tampak begitu aktif mengabadikan segala moment kegiatan serta berdialog dengan berbagai pihak.
“… Kalaulah bukan karena tinta, takkan kugubah sebuah syair… Kalau lah bukan karena cinta, mana mungkin saya sampai ke Samosir…” demikian sang Menteri mencoba berpantun yang penuh makna. Ya, karena cinta lah yang dapat membuat Pulau Samosir dan Danau Toba ini sebagai ikon wisata sehingga terus-menerus menarik perhatian dunia. Karena cinta juga terbangun kepedulian dan tanggung jawab kita terhadap kelestarian Danau Toba serta ekosistem di sekitarnya. Dan karena cinta jugalah menggerakkan kita bersama-sama, apa pun latar belakang kita, menjadikan Danau Toba ini sebagai bagian dari diri kita.
Berbagai rencana strategis dipaparkan oleh beliau demi menunjang kepentingan di Danau Toba. “Tapi itu semua tidak akan berhasil jika tidak kita kerjakan bersama-sama”, sambungnya lagi. Senada dengan beliau, Wamen Parekraf dan Gubsu didalam sambutannya juga menyatakan hal yang sama.

Acara pembukaan diisi juga dengan berbagai hiburan seperti tari “Sawan” yaitu menari sambil mengangkat cawan keramik di kedua belah telapak tangan, siku, bahu dan di atas kepala yang ditampilkan secara kolosal oleh 500 siswa dari tingkat SD sampai SLTA dan mendapat tepuk tangan yang begitu meriah dari para hadirin, serta ditutup dengan paduan suara massal.

 

……. Jandri Manik……

AUDIENSI BUPATI PAKPAK BHARAT DENGAN WAKIL MENTERI PAN & RB TERKAIT 9 SKPD PEMKAB PAKPAK BHARAT RAIH SERTIFIKAT ISO 9001:2008

PEMKAB PAKPAK BHARAT TOREHKAN PRESTASI, PERTAMA DI INDONESIA TERAPKAN SERTIFIKASI ISO TERINTEGRASI

PEMKAB PAKPAK BHARAT TOREHKAN PRESTASI, PERTAMA DI INDONESIA TERAPKAN SERTIFIKASI ISO TERINTEGRASI

Prestasi Pemkab Pakpak Bharat meraih sertifikat ISO 9001:2008 secara terintegrasi, merupakan suatu rekor tersendiri untuk skala nasional. Sejauh ini, perolehan sertifikasi ISO biasanya bersifat parsial, satu atau dua unit saja. Bukan seperti Kabupaten ini yang melakukan secara terintegrasi yang melibatkan seluruh SKPD di dalamnya. Capaian ini sangat membanggakan, tidak saja bagi dalam skala regional, tetapi juga bagi bangsa Indonesia, yang tengah berupaya bangkit dari buruknya pelayanan terhadap masyarakat. Memang sudah banyak daerah dan institusi pemerintah lainnya yang menerapkan standar bertaraf internasional dalam pelayanan, tetapi masih jauh lebih banyak yang belum memiliki standar internasional.

DSC_8094 - Copy

Wajar kalau Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA mengharapkan secara khusus penyerahan sertifikat ISO itu dapat dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB). “Kami berharap Pak Menteri berkenan menyerahkan setifikat ISO ini kepada para pimpinan SKPD, bukan kepada saya”, ujarnya ketika beraudiensi dengan Wakil Menteri PAN & RB Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, SIP, Mag.rer.publ. di Gedung KemenPAN RB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (22/08). Menurut Bupati yang dalam kesempatan itu didampingi Asisten Administrasi dan Pembangunan serta beberapa jajarannya, langkah itu merupakan bentuk apresiasi kepada aparatur di daerah yang sekaligus sebagai amanah yang harus diemban, agar bisa mempertahankan kualitas pelayanan publiknya. “Teknisnya, bisa saja dilakukan di Pakpak Bharat, atau di Kementerian PAN & RB Jakarta. Namun kami berharap penyerahan dilakukan di Jakarta”, harap Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Wamen mengatakan, pihaknya mendukung rencana tersebut dan tidak keberatan dengan permintaan Bupati Pakpak Bharat. Lebih dari itu, keberhasilan daerah ini perlu digaungkan ke tingkat nasional agar menjadi percontohan daerah lain. “Pakpak Bharat saja bisa, kenapa daerah lain tidak bisa”, sebut beliau yang juga didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Mirawati Sudjono, Ak., M.Sc. Wamen menambahkan, prestasi yang telah diraih ini harus bisa dipertahankan. Untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 bagi 9 SKPD secara terintegrasi tentu bukan perkara mudah. “Namun yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Karena itu saya minta Pak Bupati harus terus menerus melakukan pengawasan kepada jajarannya, agar prestasi ini minimal bisa dipertahankan. Syukur bisa ditingkatkan”, tambahnya.

Tampaknya Bupati juga sudah mengantisipasi hal ini. Sudah direncanakan memang oleh DSC_8120Pemkab Pakpak Bharat untuk menerapkan Standar Manajemen Mutu (SMM)  ISO 9001 : 2008 untuk seluruh SKPD dan unit pelayanan teknis (UPT) di Pakpak Bharat. “Karena sesungguhnya sejak saya menjabat sebagai Bupati pada tahun 2010, kualitas pelayanan publik selalu menjadi prioritas. Ini juga sebagai perwujudan keinginan akan kebutuhan masyarakat sehingga nantinya akan memuaskan mereka terutama dari sisi pelayanan publik”, terangnya lagi.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Pemkab Pakpak Bharat berupa ‘oles’ khas Pakpak

….Jandri Manik….

BUPATI PAKPAK BHARAT TERIMA ANUGERAH INOVASI PERKEBUNAN

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA secara resmi menerima penghargaan Anugerah Inovasi Perkebunan 2013 yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. M. Hatta Rad

MENTERI : INOVASI ADALAH KATA KUNCI PEMBANGUNAN

Dengan wajah penuh kebahagiaan, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA secara resmi menerima penghargaan Anugerah Inovasi Perkebunan 2013 yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. M. Hatta Radjasa di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat pagi (30/08). Turut menerima pula anugerah tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, Bupati Fakfak, Papua Barat, Mohammad Uswanas, Bupati Pati, Jawa Tengah, SH, MM, Msi, Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Drs. H. Amin Said Husni, Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Drs. H. Arifin Junaidi, MM, Bupati Lampung Barat, Lampung, Drs. Mukhlis Basri, Pj. Bupati Padang Lawas, Sumatera Utara, Ir. Soripada Harahap, dan Bupati Nabire, Papua, Isauas Douw.

“Ini merupakan salah satu kado terindah di saat dasawarsa usia Kabupaten Pakpak Bharat”, ungkap Bupati pasca selesainya acara yang merupakan rangkaian Expo Nasional Inovasi Perkebunan. Memang di tahun ke-10 usia Kabupaten Pakpak Bharat yang baru-baru ini diselenggarakan secara meriah, Bupati telah beberapa kali menerima anugerah seperti Penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) dari Kementerian PAN dan RB, serta Raskin Award dari Gubernur Sumatera Utara.

Bupati juga menambahkan bahwa apa yang telah ia lakukan murni demi masyarakatnya dalam mencapai kesejahteraan. “Sungguh tak disangka, ternyata niatan ikhlas kita diapresiasi oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk anugerah ini”, sambung beliau lagi dengan nada penuh terima kasih. Sekaitan dengan penghargaan tersebut, Bupati menegaskan bahwa hal ini tidak akan membuat beliau terlena tetapi akan menjadi cambukan untuk berbuat yang lebih baik lagi bagi masyarakatnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri dalam sambutannya menekankan perkebunan sebagai pilar strategis green ekonomi Indonesia. “Dan sesungguhnya inovasi merupakan kunci keberhasilan pembangunan”, tegasnya yang disambut tepuk tangan riuh para undangan antara lain Ketua Umum Kadin Pusat dan para pengusaha terkemuka di Indonesia. Setelah selesai acara seremonial pemberian anugerah tersebut, Menteri dan undangan lainnya mengunjungi rangkaian pameran Expo di gedung yang sama.

Di tempat terpisah Ka. Bagian Humas Setda, Kastro Manik, Sos yang mendampingi Bupati dalam acara tersebut menyampaikan bahwa sehari sebelum penganugerahan juga telah dilangsungkan ‘roundtable’ sebagai prakondisi dalam acara puncak penyerahan anugerah tersebut. “Ini sebagai penguatan antara masing-masing pihak terkait untuk semakin mendorong perekonomian Indonesia, khususnya dari sektor perkebunan”, tutupnya.

…Jandry Manik….

KULIAH DI PAKPAK BHARAT

Penerimaan Kuliah Di Pakpak Bharat

Penerimaan Mhs Baru Graha Kirana Pakpak Bharat Jurusan Strata Satu (S1) Hukum Dan Ekonomi.
Pendaftaran terahir s/d tgl 03/09/2013.
Syarat pendaftaran:
1. Ijazah/SKHU SMA sederajat leges 3 lbr.
2. Pas photo 2×3, 3×4, 4×6 rangkap 3.
3. Uang pendaftaran Rp 200.000.
Tempat pendaftaran:
Jln. utama Pemkab Pakpak Bharat Sindeka Salak (rmh saut boangmanalu/Pasabremo)
HP. 082365681155 dan 082165193433
Lias ate, NJUAH-NJUAH

Pemukiman Sibande Terbakar

Pemukiman Sibande Pakpak Bharat Kebakaran
Pakpak Bharat
Kebakaran terjadi di pemukiman Sibande Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) Kab. Pakpak Bharat tepatnya di Jalinsum-NAD.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, api mulai menjalar dari salah satu dapur rumah warga milik Sopian Bintang.
Pada 21/08/2013, Sekitar pkl. 21.25 api terlihat mulai muncul dan membesar dari dapur milik Sopian Bintang. Melihat kejadian tersebut sontak sejumlah warga yang bermukim disekitar langsung berusaha mendekati titik api dan mulai membantu melakukan pemadaman dengan menimba air menggunakan ember dari rumah-rumah warga sekitar dan menyiram dapur milik Bintang.
Melihat suasana api semakin membesar warga berinisiatif melakukan pembongkaran empat unit rumah yang berada berdampingan dengan rumah yang terbakar. Rumah yang sengaja dibongkar dua unit disebelah kiri dan sebelah kanan rumah yang terbakar. Namun berkat kesigapan warga yang hampir mencapai ribuan orang akhirnya rumah milik Bintang berhasil diselamatkan dari kebakaran keseluruhan. Akan tetapi 3 unit ruang pada rumah tersebut habis terbakar di bahagian belakang.
Sementara sekitar pkl. 23.00 api sudah tidak lagi terlihat menyala, namun bara api masih terdapat disekitar kebakaran dan pada saat tersebutlah muncul satu unit kebakaran milik Pemkab Pakpak Bharat.
Disayangkan pemadam kebakaran tersebut langsung mendapat sorak sorai warga, selain dinilai terlambat, kendaraan pemadam tersebut juga mengalami kerusakan pada bagian pompa dan tidak dapat bekerja menyiramkan air. Berselang setengah jam 1 unit pemadam kebakaran milik Pemkab Pakpak Bharat dan disusul 2 unit Pemadam milik Pemkab Dairi datang lagi dan sempat mendapat perlawanan dari warga yang kecewa karena keterlambatan datang.
Setelah melakukan negosiasi dan komunikasi berhasil diijinkan massa untuk menyiram sisa-sisa kebakaran yang dikhawatirkan masih berpotensi munculnya api.
Setelah dilakukan cek dan ricek diketahui bahwa sejumlah rumah yang dirusak untuk memadamkan api antara lain: sebelah kiri rumah yang terbakar milik Sempurna Boangmanalu, Burman Berutu, Benna Boangmanalu dan Sadar Situmorang. Sebelah kanan: Sirun Manik, Kalang Solin, Pak Ali Boangmanalu dan rumah milik Sutong Malau.
Sementara lokasi kebakaran yang terjadi tepat dilintasan jalan besar Jalinsum-NAD terpaksa macet dan terdapat antrian panjang ratusan kendaraan baik dari arah aceh maupun dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Untuk mengantisipasi antrian yang lebih panjang, pihak kepolisian mengalihkan lintasan melalui Jalan Alternatif via Kuta Onan-Tinada dan menuju Sukarame Kec. Kerajaan menuju Medan. Sementara dari arah Medan menuju Aceh hingga pkl. 23 lewat masih tertahan.
Hingga berita ini diturunkan pemadaman masih dilakukan dan diperkirakan rumah yang rusak masih akan bertambah. Dan kerugian yang terjadi akibat kebakaran belum dapat diperkirakan. Demikian juga penyebab kebakaran belum dapat diketahui secara pasti namun diduga kuat disebabkan meledaknya Kompor Gas milik Pak Bintang. **

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA DAN UPACARA PERINGATAN HARI JADI KE-10 KABUPATEN PAKPAK BHARAT TANGGAL 28 JULI 2013

06-puncak

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang sedang berpuasa disertai permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dilakukan pemotongan kue ulang tahun sebagai puncak acara Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati HUT ke-10 Kabupaten Pakpak Bharat di Ruang Sidang DPRD, Kompleks Panorama Indah Sindeka Salak, Minggu (28/07). Diiringi oleh Paduan Suara Korpri Pemkab, yang berturut-turut menyanyikan lagu “Happy Birthday”, “Panjang Umurnya” dan “Selamat Ulang Tahun” secara nonstop, menambah keceriaan suasana pemotongan kue ulang tahun ini.

Rapat yang beragendakan tunggal yaitu Pidato Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA  ini tampak sangat megah dan meriah, yang dihadiri ratusan orang berbagai kalangan yang tidak hanya memadati ruang sidang, tetapi sampai meluber ke jalanan di sekitar gedung DPRD. Selain unsur pimpinan dan anggota DPRD, acara ini dihadiri juga oleh perwakilan kabupaten tetangga seperti H. Sukran Jamilan Tanjung, SE, Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Drs. Marganti Manullang, Sekda Kab. Humbang Hasundutan, Martuaman S. Silalahi, SH, Asisten Pemerintahan Kabupaten Samosir, Drs. Ombang Siboro, unsur Muspida Kabupaten Pakpak Bharat, tokoh-tokoh pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat, pemuka adat, pemuka masyarakat, tokoh-tokoh yang berprestasi, unsur Pemkab Pakpak Bharat, TP PKK dan Dharma Wanita, instansi vertikal, partai politik dan ormas, serta pihak-pihak yang menunjukkan kebanggaannya disaat Kabupaten ini berusia sepuluh tahun dengan turut menghadiri acara ini. Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ir. Agustinus Manik dengan didampingi para Wakil Ketua yaitu Edison Manik, SE dan Sauli IP Habeahan

Dalam pidatonya setebal 14 halaman, Bupati  mencoba membuka memori lembaran sejarah 10 tahun Kabupaten ini dan mengajak semua untuk menghayatinya. “Pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para tokoh pejuang pemekaran dan kepada para mantan pejabat Bupati dan Wakil Bupati serta mantan Ketua dan Anggota Dewan yang telah memberikan kontribusi melalui kiprah dan karyanya dalam membangun Kabupaten Pakpak Bharat. Sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kepada tokoh pejuang pemekaran, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berencana membangun monumen perjuangan dan penyusunan buku sejarah berdirinya Kabupaten, serta rencana pemugaran makam tokoh pemekaran”, ucapnya dengan tulus yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.

Terkait dengan tema perayaan kali ini, Bupati mengajak semua pihak untuk menjadikannya sebagai momentum melakukan refleksi dan evaluasi atas apa yang telah dilaksanakan dalam berkontribusi memberikan warna dan makna bagi perjalanan sejarah Kabupaten Pakpak Bharat. Bupati juga mengharapkan untuk mengasah kepekaan dan kejelian serta kemampuan membaca persoalan-persoalan strategis yang sedang dialami di masa yang akan datang, untuk kemudian dijadikan agenda penting dalam mewujudkan masa depan Pakpak Bharat yang lebih baik. “Terakhir saya meminta agar momentum hari jadi ini sebagai wahana meneguhkan komitmen, bersatu padu memberikan karya dan prestasi yang terbaik bagi Pakpak Bharat yang sangat kita banggakan ini sesuai dengan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi kita masing-masing”, sebut beliau.

Di dalam rangkaian rapat yang juga dilengkapi dengan tampilan slide pada kiri dan kanan gedung yang masing-masing berukuran 3 kali 4 meter dan berisikan visualisasi pidato tersebut dilengkapi dengan gambaran perjalanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Bupati selanjutnya menjelaskan tentang tantangan besar yang masih dihadapi hingga saat ini yaitu penciptaan pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, tata kelola pemerintahan dan pembangunan, serta sinergitas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat maupun provinsi, dengan pemerintah desa maupun dengan dunia usaha dan masyarakat luas. “Dengan penuh keyakinan, bersama dengan DPRD sebagai sesama unsur penyelenggara pemerintahan di daerah, semua tantangan ini dapat dihadapi dan direncanakan agar program-program benar-benar menyentuh dan pro rakyat dengan penentuan kebijakan senantiasa berpijak pada konsep pro growth, pro job, pro poor dan pro environtmet”, sambungnya lagi.

Di akhir pidatonya, beliau selaku kepala daerah dan atas nama seluruh masyarakat, menghaturkan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjuang untuk Kabupaten ini selama 10 tahun, dan secara khusus didedikasikan kepada para tokoh pemekaran. “Semoga dalam usianya yang beranjak dewasa, Kabupaten Pakpak Bharat dapat terus meraih prestasi dan masa depan dengan gemilang. Dirgahayu yang ke 10 Kabupaten Pakpak Bharat”, pungkasnya mengakhiri pidato tersebut.

Rangkaian acara saat rapat paripurna ini juga diisi dengan pemberian cendera mata seluruh tokoh dan pejuang pemekaran, yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Pakpak Bharat. Tanpa diduga-duga sebelumnya, Bupati telah merencanakan untuk menyumbangkan suaranya diakhir acara, dengan sebuah lagu berjudul “Keke Ko”, karya Effendi Berutu, yang diiringi oleh paduan suara Korpri, sehingga semakin menambah hangatnya kemeriahan suasana peringatan Hari Jadi kali ini.

Upacara

Sebelumnya dilakukan juga Upacara Peringatan Hari Jadi di Lapangan Napasengkut Salak dengan Inspektur Upacara Bupati Pakpak Bharat. Upacara ini diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari unsur PNS, TNI, Polri, Pelajar, OKP, instansi vertikal, para Camat dan Kepala Desa serta unsur masyarakat. Bertindak selaku komandan upacara yaitu Dan Ramil Salak, Kapten J. Sihombing.

Tampak di tribun kehormatan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Ir. H. Maju Ilyas Padang, Ketua DPRD, Ir. Agustinus Manik beserta para Wakil Ketua Edison Manik, SE dan Sauli IP Habeahan, Dandim 0206, Letkol Inf. Syawal Fahmi Tambunan, MM, Kapolres, AKBP Gieuseppe Reinhard Gultom, SIK, Ka. Kejari, Pendi Sijabat, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri, Herry Suryawan, SH, Sekda, Drs. Holler Sinamo, MM, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Ny. Made Tirta RY Berutu, S.Sos, Ny. Hj. Idahliany MI Padang dan Ny. Yetti Holler Sinamo, dan undangan lainnya seperti tokoh-tokoh masyarakat se-Kabupaten Pakpak Bharat.

Upacara ini berlangsung dengan tertib dan khidmat walaupun berlangsung dengan singkat karena akan dilanjutkan dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD.

ACARA MENERBEB DAN MAKAN SIANG BERSAMA SERTA BERBUKA BERSAMA WAGUBSU DENGAN MASYARAKAT DALAM RANGKA HARI JADI KE-10 KABUPATEN PAKPAK BHARAT

07 makan

PERINGATI HARI JADI DENGAN SALING BERBAGI

Ada yang spesial dalam penyelenggaraan peringatan Hari Jadi Ke-10 Kabupaten ini, yaitu dilaksanakan suatu acara dengan mengundang masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat khususnya para orang tua untuk mengikuti acara makan siang bersama yang diselenggarakan di Lapangan Parkir Utama Pemkab Pakpak Bharat, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka Salak, Minggu (28/07) yang telah disulap menjadi ruangan raksasa berukuran 20 kali 20 meter persegi, sehingga diperkirakan muat untuk menampung lebih dari 500 orang di dalamnya. Acara ini sendiri diselenggarakan langsung sesudah pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat di Gedung DPRD

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada umat yang sedang berpuasa serta penyampaian permohonan maaf yang sebesar-besarnya, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, juga menyatakan bahwa untuk umat muslim juga telah disiapkan acara buka puasa bersama pada saat sore menjelang magrib dengan tujuan yang sama yaitu para orang tua se-Kabupaten Pakpak Bharat.

“Di usia yang satu dasawarsa ini, saya bersama seluruh jajaran Pemkab Pakpak Bharat ingin menunjukkan bakti kepada seluruh orang tua kami menurut adat istiadat Pakpak, sehingga penghargaan yang kami lakukan tidak hanya dalam karya nyata pembangunan dan pemerintahan, tetapi juga secara adat dan budaya sebagai bukti kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut”, ungkap Bupati saat dikonfirmasi disela-sela acara.

Tanpa segan-segan Bupati bersama seluruh pejabat teras dan jajaran Pemkab Pakpak Bharat memposisikan diri mereka sebagai prkebbas 11 makan(pelayan; red) yang ditandai dengan meletakkan sehelai sarung di pundak serta sibuk mondar-mandir menyiapkan beberapa jenis makanan penghormatan kepada orang tua, atau yang lebih dikenal dengan prosesi adat menerbeb (memberi makan).

Rangkaian prosesi adat diawali dengan penyerahan 10 ekor ikan serbeb (ikan simalum-malum) yang merupakan simbolisasi peringatan Hari Jadi yang ke-10. Ikan tersebut masing-masing dibagikan secara langsung oleh Bupati kepada tokoh pemekaran, Sekda menyerahkan kepada Ketua DPRD, dan 8 ekor diserahkan oleh para pimpinan SKPD kepada utusan dari masing-masing kecamatan. Selanjutnya adalah penyerahan kepala kerbau (sendihi) dari Pemkab selaku anak beru, kepada pihak kula-kula yang dalam hal ini yaitu tokoh pemekaran dan tokoh masyarakat.

Suasana yang timbul dalam acara adat ini ternyata juga mampu menghilangkan batas dan kekakuan yang mungkin tersirat selama ini, sehingga jelas sekali terlihat suasana keakraban penuh canda dan tawa. Hal itu terungkap juga dari pernyataan salah satu tokoh masyarakat Desa Silimakuta Kecamatan Tinada, Birong Sinamo yang melihat bahwa acara ini tidak sebatas untuk mengisi perut sekaligus melestarikan budaya, tetapi juga mampu menghilangkan kesenjangan antara masyarakat dengan aparatur pemerintahan, termasuk Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. “Rasa bangga dan salut saya ungkapkan kepada bapak Bupati yang menyelenggarakan acara istimewa seperti ini, yang mampu mengeratkan keakraban dan kebersamaan seluruh masyarakat dan berpotensi untuk melakukan percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat”, tutur beliau.

…..(Jandri Manik)….

GEBYAR HARI PERTAMA PAMERAN PEMBANGUNAN HARI JADI KE-10 KABUPATEN PAKPAK BHARAT

21 hari jadi I

HASIL BUMI YANG DISERAHKAN KE BUPATI, SIMBOLISASI PEMBUKTIAN CAPAIAN KESEJAHTERAAN

Sempat terkaget-kaget Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, beserta Ketua TP PKK Kab. Pakpak Bharat, Ny. Made Tirta RY Berutu, S.Sos saat menerima begitu banyaknya dan bervariasinya hasil bumi yang telah dihasilkan di Kabupaten Pakpak Bharat yang diserahkan oleh masing-masing rombongan Kecamatan pada hari pertama Perayaan Hari Jadi ke-10 Kabupaten Pakpak Bharat, di Lapangan Napasengkut Salak, Jumat (26/07). “Betulnya ini tanaman masyarakat kita? Bukan kalian beli dari Medan?” ujarnya mengomentari dengan setengah bercanda kepada salah seorang Camat saat menerima buah semangka dan melon yang begitu luar biasa besar. “Ini asli tanaman masyarakat kita, Pak”, jawab sang Camat tersebut dengan tersenyum bangga. “Kalau nenas dan jeruk dalam ukuran jumbo, sudah sering saya lihat di Pakpak Bharat ini. Tapi untuk tanaman kali ini, saya sungguh kagum atas kerja keras masyarakat kita”, puji Bupati kepada perwakilan dari salah satu kecamatan tersebut.

Dan kondisi luar biasa ini ternyata melanda seluruh Kecamatan. “10 tahun umur Kabupaten ini, sungguh memberi performance luar biasa dan sangat menggembirakan kita semua dan merupakan simbolisasi pembuktian capaian tahapan kesejahteraan”, ucap pria gagah ini lagi di tengah-tengah acara yang merupakan rangkaian pembukaan perayaan. Senyuman kebahagiaan juga ditunjukkan seluruh elemen yang hadir dalam acara ini antara lain Wakil Bupati, Ir. H. Maju Ilyas Padang beserta Ny. Hj. Idahliany MI Padang, Ketua DPRD, Ir. Agustinus Manik, Dandim 0206, Letkol Inf. Syawal Fahmi Tambunan, MM, Kapolres, AKBP Gieuseppe Reinhard Gultom, SIK, Ka. Kejari, Pendi Sijabat, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri, Herry Suryawan, SH, Sekda, Drs. Holler Sinamo, MM beserta Ny. Yetti Holler Sinamo, para wakil ketua beserta anggota DPRD, pimpinan SKPD dan pemuka-pemuka masyarakat, termasuk tamu-tamu dari Kabupaten tetangga.

Rangkaian acara ini juga diisi dengan pelepasan puluhan balon berwarna-warni oleh Bupati, Wakil Bupati, unsur Muspida dan unsur pimpinan lainnya di Kabupaten Pakpak Bharat. Ketua Seksi Publikasi dan Dokumentasi, Kastro Manik, S.Sos menyampaikan bahwa balon-balon yang dilepaskan tersebut berisi hadiah yang cukup menggiurkan. “Ini adalah momentum kegembiraan bagi semua dan sebagai perwujudannya Panitia akan membagi kebahagiaan tersebut yang salah satunya adalah pemberian hadiah kepada masyarakat melalui balon-balon yang dilepaskan ini”, jelas beliau.

Sebelumnya pada saat pembukaan Bupati beserta rombongan disambut dengan tari ‘era-era’ serta tari persembahan sebagai perlambang 09 hari jadi Ipenghormatan kepada tamu istimewa sesuai dengan adat istiadat Pakpak, serta defile drumband dari siswa-siswi SMP dan SMA. Acara ini juga berintikan pameran pembangunan dari masing-masing SKPD serta undangan lainnya yang secara resmi pembukaannya dilakukan oleh Ketua TP PKK dengan melakukan pengguntingan pita, yang dilanjutkan dengan mengelilingi seluruh stand pameran yang ada oleh seluruh rombongan. Dalam sambutannya kepada seluruh tamu dan undangan yang hadir, Bupati menyebutkan bahwa tujuan pameran pembangunan ini adalah sebagai momentum dan tolok ukur kinerja pemerintahan untuk mewujudkan kesejahteraan kepada masyarakat. “Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi aktif demi terselenggaranya acara ini”, ungkap beliau lagi.

Kastro Manik, yang juga Ka. Bagian Humas Setda, saat dikonfirmasi disela-sela acara mengungkapkan bahwa kemeriahan yang fantastis ini tidak hanya pada hari pembukaan saja. “Masih banyak rangkaian acara yang disiapkan nonstop oleh panitia mulai dari pagi sampai dengan malam hari sampai dengan hari puncak nantinya pada tanggal 28 Juli, seperti hiburan musik, peragaan busana, tari-tarian, kuis-kuis dari setiap stand, dan lain sebagainya. Teristimewa pada hari puncak kami telah menghadirkan artis ibukota antara lain band ‘Geisha’, Alex ‘X Factor’ dan pesta kembang api di malam terakhir acara. Insya Allah malam terakhir tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si”, terang beliau lebih lanjut.

Pasca acara pembukaan, masih terlihat keramaian di setiap stand pameran dan panggung utama yang diisi oleh artis-artis lokal dan penampilan dari Kecamatan-kecamatan.

….(JANDRI MANIK)….

BUPATI PAKPAK BHARAT BERANGKATKAN TIM SAFARI RAMADHAN 1434 HIJRIAH

Terlihat Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu Memberikan Simbolis Bingkisan Kepada Ketua Umum Makner Banurea, SP.

Terlihat Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu Memberikan Simbolis Bingkisan Kepada Ketua Umum Makner Banurea, SP.

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu,MBA melepas keberangkatan Tim Safari Ramadhan Terpadu Tahun 1434 Hijriah ke masjid-masjid di seluruh Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Pakpak Bharat Sekaligus menyerahkan secara simbolis bingkisan yang akan dibawa berupa Sajadah, Roti, Kopi dan Gula oleh Bupati Pakpak Bharat Kepada Ketua Umum Makner Banurea, SP. Acara pelepasan dilaksanakan di Aula Pemkab Pakpak Bharat Senin, (22/7) yang dihadiri anggota DPRD Midun Angkat dan Elson Angkat,SS, Kadis Kehutanan Ir. Muh. Aris Gajah, Kepala BKD & Diklat Jalil Angkat,SH, Kepala BP4K Makner Banurea,SP, Kepala BPS Alzen S.Si,M.Si, Perwakilan dari Polres Pakpak Bharat, dari Kantor Kemenag, dan seluruh Unsur yang tergabung dalam Tim Safari Ramadhan Terpadu.
Acara diawali dengan penyampaian laporan oleh Ketua Umum Makner Banurea,SP yang menjelaskan jumlah Tim Safari Ramadhan Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 1434 Hijriah dibagi dalam tiga belas tim, dan masing-masing tim akan mengunjungi beberapa masjid sesuai dengan jadwal kunjungan Tim Pelaksana Safari Ramadhan Terpadu yang sudah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Nomor 362 Tahun 2013.
Bupati Pakpak Bharat dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh Tim Safari Ramadhan untuk tetap mempertahankan kegiatan keagamaan ini. “Walaupun kegiatan ini bersifat rutin, namun saat seperti inilah kita dapat mengunjungi saudara-saudara kita di daerah Kecamatan dan di desa-desa,” tutur Bupati. Jadikan momen ini juga sebagai ajang silaturahmi bersama masyarakat”, Lanjutnya. Selain itu Bupati juga mengingatkan kepada Tim Safari Ramadhan untuk meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tugasnya, serta tidak lupa untuk mengevaluasi pelaksanaan Safari Ramadhan tersebut seperti dengan bertanya langsung kepada masyarakat apa yang sebaiknya diberikan. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua Tim yang yang melaksanakan Safari Ramadhan dan mendoakan semoga Tuhan melindungi semua Tim dan dapat kembali dengan sehat, seraya menitipkan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat yang akan dikunjungi nantinya.

Sementara itu, kunjungan perdana Tim Safari Ramadhan yang dipimpin langsung oleh Bupati dilaksanakan pada sore harinya di Masjid Delamdam di desa Kecupak II dan Mushola Al-Ikhlas Lae Grroh desa Kecupak I Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pada kunjungan perdana ini Bupati dan Tim Safari Ramadhan silaturahmi dan berbuka puasa bersama masyarakat. Kunjungan Bupati diwarnai penyerahan bantuan untuk pembangunan Masjid Delamdam sebesar dan Mushola Al-Ikhlas masing-masing sebesar Rp.25.000.000.

….(Jandri Manik)…..

Logo HUT Pemkab. Pakpak Bharat Ke – 10

logo HUT Pemkab Pakpak Bharat Ke-10

logo HUT Pemkab Pakpak Bharat Ke-10

KETERANGAN LOGO 10 TAHUN KABUPATEN PAKPAK BHARAT

1. Gambar seorang wanita sedang menari yang membentuk angka satu dan angka nol disebelahnya yang dirangkai dengan kata-kata tahun, mendeskripsikan 10 tahun usia Kabupaten Pakpak Bharat. Gambar perempuan yang menggunakan baju adat Pakpak tersebut juga mewakili ciri khas budaya Pakpak.

2. 10 buah bintang berwarna-warni dalam berbagai posisi dan ukuran yang berbeda, merupakan perlambangan sepanjang 10 tahun hadirnya Kabupaten ini dengan penuh warna, kecemerlangan dan dinamis dalam mencapai kesejahteraan atau “nduma”.

3. Gambar sepasang cicak di tengah lingkaran atau yang disebut Gerga Braspati, yaitu simbolisasi bagi masyarakat Pakpak untuk pelindung atau penangkal segala kejahatan baik lahir maupun batin. Gerga ini juga melambangkan Dewa Penguasa Tanah sebagai lambang kesuburan, yang dikenal dengan sebutan Braspati Tanoh.

4. Angka 2003-2013 dan tulisan Kabupaten Pakpak Bharat menyatakan kelahiran dan saat ulang tahun Kabupaten ini yang ke-10.

5. Bentuk gunung dengan garis siluet berliku-liku adalah untuk menunjukkan wilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang merupakan daerah pegunungan dan berada dalam rangkaian dataran tinggi Bukit Barisan di mana dalam menempuh berbagai lokasi di sana harus melalui jalanan penuh kelokan, yang juga dapat diartikan untuk mencapai kesejahteraan bukan semudah dan selempang jalan lurus.

…..(Jandi Manik)…..

614 SISWA KABUPATEN PAKPAK BERPRESTASI MENERIMA PENGHARGAAN

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA bersama Ketua DPRD langsung membagikan hadiah dan penghargaan bagi Siswa-siswi yang berprestasi di Kab. Pakpak Bharat

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA bersama Ketua DPRD langsung membagikan hadiah dan penghargaan bagi Siswa-siswi yang berprestasi di Kab. Pakpak Bharat


Bupati : ”Tetaplah Bersekolah, Belajar dan Berprestasi”

Sebanyak 614 orang siswa berprestasi mendapat penghargaan, ini merupakan jumlah yang sangat fantastis dengan sasaran penghargaan adalah 603 orang siswa untuk Juara Kelas tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, 7 orang untuk peraih nilai tertinggi pada UN tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dan 4 orang mewakili siswa penerima Beasiswa Masuk Perguruan Tinggi Negeri mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA didampingi Ketua DPRD Ir. Agustinus Manik, Dandim 0206 Dairi Pakpak Bharat Letkol Inf. Drs. Syawal Fahmi Tambunan, MM, Wakapolres Pakpak Bharat dan Sekretaris Daerah Drs. Holler Sinamo,MM di Lapangan Napasengkut, Salak Senin (22/7).

Bupati dalam arahannya menjelaskan Pemberian penghargaan ( reward) ini merupakan salah satu penghargaan bagi siswa yang memiliki kemampuan dalam rangka pengembangan potensi siswa/i untuk berbuat yang lebih giat dalam meraih prestasi yang dicita-citakan, bahkan dapat melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya.

Peraih UN Tertinggi Rusmita Berutu Kategori A menerima uang Pembinaan sebesar Rp.18.000.000, Candra Bancin ( SMAN STU JEHE) Kategori B sebesar Rp.12.000.000, Nurul Hasanah Bancin ( SMAN STU JULU ) Kategori C Rp.7.000.000, Wulan Dora Banurea (SMAN I SALAK) BUD ke IPB sebesar Rp.21.250.000.

Peraih UN Tertinggi Rusmita Berutu Kategori A menerima uang Pembinaan sebesar Rp.18.000.000, Candra Bancin ( SMAN STU JEHE) Kategori B sebesar Rp.12.000.000, Nurul Hasanah Bancin ( SMAN STU JULU ) Kategori C Rp.7.000.000, Wulan Dora Banurea (SMAN I SALAK) BUD ke IPB sebesar Rp.21.250.000.


“Pemerintah Kabupaten memberi apresiasi berupa beasiswa untuk memotivasi anak didik untuk lebih maju dan berprestasi di masa mendatang,” Ungkap Bupati. Bupati juga mengajak para orang tua agar memberi semangat dan kesempatan kepada anak-anaknya agar bersekolah, belajar dan berprestasi. Dan kepada para guru harus senantiasa membekali diri dengan terus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pakpak Bharat.

Kadis Pendidikan Jalan Berutu, S.Pd, MM saat dikonfirmasi menuturkan bahwa hadiah yang diterima siswa/i tingkat SD/MI berupa Piagam Penghargaan, Tas, Buku Pelajaran, Buku Tulis Isi 100 Lbr, Ballpoint Sablon, Untuk Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK berupa Piagam Penghargaan, Tas, Buku-buku Pelajaran, Buku Tulis isi 100 Lembar, Kamus Bahasa Inggris dan Ballpoint Sablon sedangkan untuk Peraih UN Tertinggi Rusmita Berutu Kategori A menerima uang Pembinaan sebesar Rp.18.000.000, Candra Bancin ( SMAN STU JEHE) Kategori B sebesar Rp.12.000.000, Nurul Hasanah Bancin ( SMAN STU JULU ) Kategori C Rp.7.000.000, Wulan Dora Banurea (SMAN I SALAK) BUD ke IPB sebesar Rp.21.250.000.
…(jandri manik)….

PAKPAK BHARAT RAIH OPINI WDP PENYERAHAN LHP-LKPD KAB. PAKPAK BHARAT KEPADA BUPATI DAN KETUA DPRD

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHP-LKPD) Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2012 telah berlangsung pada hari Kamis, 11 Juli 2013 bertempat di kantor BPK RI Perwakilan Prov. Sumatera Utara Jln. Imam Bonjol Medan.
Penyerahan dilakukan oleh Kepala Perwakilan BPK, Ibu Muktini, kepada Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dan Ketua DPRD, Ir. Agustinus Manik. Penyerahan tersebut merupakan yang ke-19 dari rangkaian penyerahan LHP-LKPD kepada Kabupaten/Kota/provinsi se-Sumatera Utara.
Dalam pengarahannya Kepala Perwakilan BPK RI mengatakan ada keterlambatan penyampaian LHP tersebut dari jadwal yang seharusnya dan untuk itu beliau meminta maaf yang sebesar-besarnya. Adapun opini hasil pemeriksaan atas LKPD Kabupaten Pakpak Bharat yaitu Wajar Dengan Pengecualian sebagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya. “Hal yang mempengaruhi opini juga cuma 2 aspek yaitu aset dan penatausahaan aset”, jelas beliau lagi.
Hasil pemeriksaan atas LKPD tahun anggaran 2012 ini memang ada beberapa pemerintah kabupaten di Sumatera Utara yang menurun opini hasil pemeriksaannya yaitu dari Wajar Dengan Pengecualian menjadi Disclaimer (Menolak Memberikan Pendapat).
Bupati sendiri menyampaikan terima kasih atas selesainya Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut dan merupakan sesuatu yang dinantikan dalam rangkaian pengelolaan keuangan negara/daerah, yaitu penyampaian rancangan peraturan daerah tentang pelaksanaan pertanggungjawaban keuangan yang sudah diaudit.
Demikian juga, beliau yang dalam menerima LHP ini didampingi oleh Inspektur Kabupaten dan Ka. Dippekade, berharap di tahun-tahun mendatang akan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah agar opini hasil pemeriksaan bisa lebih meningkat yaitu wajar tanpa pengecualian. (jandri manik)

Penyerahan (LHP-LKPD) Kepala Perwakilan BPK, Ibu Muktini, kepada Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dan Ketua DPRD, Ir. Agustinus Manik.

Penyerahan (LHP-LKPD) Kepala Perwakilan BPK, Ibu Muktini, kepada Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA dan Ketua DPRD, Ir. Agustinus Manik.

12.000 Penduduk Pakpak Bharat Sudah Ter-Cover JAMKESDA”NJUAH KARINA” Bupati Pakpak Bharat Serahkan kartu jamkesda Langsung Bagi Masyrakat Kec. Salak

Bupati Pakpak Bharat Terlihat Menyalam Orangtua Masyrakat Kec. Salak Dalam Penyerahan Kartu Jamkesda Di Gedung Serba Guna Salak

Bupati Pakpak Bharat Terlihat Menyalam Orangtua Masyrakat Kec. Salak Dalam Penyerahan Kartu Jamkesda Di Gedung Serba Guna Salak

Saya tidak ingin pendapatan partua nami (para orang tua kami) yang mulai stabil karena adanya jaminan kesehatan ini, nantinya dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti membeli rokok dan sebagainya. Setuju partua nami? “, pinta Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, MBA, saat ia berdialog di tengah-tengah masyarakat kecamatan Salak yang akan menerima Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) “Njuah Karina”, di Gedung Serbaguna Salak, Jumat (17/07). “Setujuuu….!!!”, seru 200 lebih masyarakat yang hadir dalam acara tersebut dan akan secara langsung menerima kartu Jaminan Kesehatan yang dibiayai APBD Kabupaten Pakpak Bharat sejak tahun 2010 ini dari Bupati Pakpak Bharat. Bupati memang menyatakan bahwa keberadaan kartu “Njuah Karina” adalah untuk meringankan beban masyarakat yang sudah semakin sulit akhir-akhir ini. Dengan demikian masyarakat sudah tidak perlu memikirkan lagi persoalan biaya penanggulangan kesehatan apabila menderita sakit. “Tetapi jangan karena sudah ada pos anggaran yang ditanggung Pemkab ini membuat masyarakat menjadi tidak produktif dan berleha-leha, sampai malah keuangan yang mulai meningkat dipakai untuk hal-hal yang tidak berguna. Jika seperti itu sikap Bapak-Ibu, saya tidak segan-segan menghentikan segala jenis bantuan yang telah dianggarkan Pemkab, termasuk beasiswa”, tandas Bupati. Secara umum Bupati menargetkan bahwa pada tahun 2015 nanti, seluruh masyarakat Pakpak Bharat akan terlindungi oleh Jaminan Kesehatan, baik itu Askes, Jamkesmas maupun Jamkesda. “Kehadiran Jamkesda sesungguhnya untuk menutupi, apabila masyarakat tidak ter-cover oleh jaminan kesehatan yang lain, dan kami tetap memprioritaskan hal ini kepada masyarakat yang kurang mampu”, jelas beliau lagi. Pada kesempatan tersebut, Kepala PT Askes (Persero) Cabang Kabanjahe, dr. Zoni Anwar Tanjung, yang didampingi Ka. Dinas Kesehatan, dr. Thomas, menyampaikan bahwa secara gradual Jamkesda “Njuah Karina” yang pada tahun 2010 kepada 2.200 peserta, tahun 2011 untuk 6.200 peserta, tahun 2012 sebanyak 8.000 peserta dan pada tahun ini sudah dapat meng-cover 12.000 peserta yang merupakan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat. “Untuk rujukan juga masih menganut pola seperti sebelumnya, yang dilakukan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, ke RSUD Salak, RSUD Sidikalang, sampai ke RSUD Pirngadi Medan”, sebutnya. Ditambahkan oleh dr. Thomas, bahwa pembagian akan dilakukan di seluruh Kecamatan dan direncanakan Bupati akan turun secara langsung untuk menyerahkannya. “Pada hari ini, setelah dilaksanakan untuk Kecamatan Salak, Bupati akan melanjutkan penyerahan kepada masyarakat Kec. PGGS di halaman SD Kecupak. Untuk esok hari akan dilaksanakan bagi masyarakat Kerajaan di Pekan Sukaramai dan masyarakat Kec. Tinada di halaman SD Tinada. Pada hari Senin, tanggal 22 Juli, pemberian kartu “Njuah Karina” dilakukan untuk masyarakat Siempat Rube di Pekan Jambu dan masyarakat STTU Julu yang penyerahannya dilakukan di Pekan Singgabur. Untuk tanggal 23 Juli akan diberikan kepada masyarakat STTU Jehe dan dilaksanakan di los Pekan Sibande, serta terakhir bagi masyarakat Kec. Pagindar yang waktu akan ditentukan pasca pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat”, ucap dr. Thomas diakhir pembicaraan.

(jandri manik)

MEMPEREBUTKAN PIALA BUPATI TENIS MEJA PAKPAK BHARAT BUPATI BUKA PERTANDINGAN

Pembukaan Pertandingan Tenis Meja Bupati ditandai dengan Pelaksanaan pertandingan eksebisi antara Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dengan Ketua Panitia Lambok Solin,M.Pd dilanjutkan dengan pemukulan bola pertama

Pembukaan Pertandingan Tenis Meja Bupati ditandai dengan Pelaksanaan pertandingan eksebisi antara Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dengan Ketua Panitia Lambok Solin,M.Pd dilanjutkan dengan pemukulan bola pertama

Ketua Panitia Pertandingan Tenis Meja Lambok Solin, M.Pd dalam laporannya menyampaikan Pertandingan Tenis Meja diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia ( PTMSI ) Kabupaten Pakpak Bharat yang bertujuan untuk menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pakpak Bharat Ke X tahun 2013 dan untuk menjaring atlet-atlet potensial Tenis Meja Pakpak Bharat agar dapat dibina di Pengcab PTMSI Pakpak Bharat. Pertandingan Tenis Meja memperebutkan Piala Bupati Pakpak Bharat Tahun 2013 diikuti peserta Tingkat Pelajar SD sebanyak 26 orang terdiri dari 7 Sekolah, Tingkat SMP, SMA, SMK sebanyak 53 Orang terdiri dari 12 Sekolah, dan Khusus Umum Open sebanyak 44 orang dengan nomor yang dipertandingkan yaitu Tunggal Putra dan Putri Tingkat SD, Tunggal Putra dan Putri SMP/SMA/SMK dan Tunggal Putra dan Putri Umum Open yang diselenggarakan Jumat s.d Minggu ( 19-21 Juli ) di Gedung Serbaguna Salak. Acara diawali oleh peserta yang memasuki gedung Serbaguna Salak diiringi Drumband dari SMA Negeri I Salak dan disambut oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu didampingi Ketua PTMSI Kabupaten Pakpak Bharat Sonny P. Berutu, S.Th. Pertandingan ini dibuka oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA yang dihadiri Kapolres Pakpak Bharat, Asisten Bidang Administrasi dan Pembangunan , Para Pimpinan SKPD, Camat Siempat Rube,Ketua KONI Pakpak Bharat, Ketua PTMSI Pakpak Bharat, Pimpinan BRI Capem Salak dan Tokoh Masyarakat. Dalam arahannya Bupati menyambut baik diadakannya pertandingan, karena selain sebagai sarana mempererat dan memperluas jalinan silaturahmi antar sesama pencinta olahraga tenis meja, juga dalam rangka menyemarakan dan memeriahkan peringatan hari jadi Pakpak Bharat yang jatuh pada 28 Juli mendatang. “ Saya berharap, ke depan even-even seperti ini hendaknya terus dilaksanakan, sehingga dapat memacu tumbuhnya atlet-atlet tenis meja berprestasi yang tentunya akan menjadi kebanggaan serta mengharumkan nama Pakpak Bharat,” harap bupati. “Saya cukup bangga pada atlit-atlit kita yang telah menorehkan prestasi di bidang Karate Wadokai dan Taekwondo, semoga hal ini dapat diikuti atlit-atlit tenis meja kita” , lanjutnya. Keterangan Gambar : Pembukaan pertandingan Tenis Meja Bupati ditandai dengan Pelaksanaan pertandingan eksebisi antara Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA dengan Ketua Panitia Lambok Solin,M.Pd dilanjutkan dengan pemukulan bola pertama oleh Bupati yang didampingi Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giuseppe Reindhard Gultom, SIK, Ketua PTMSI Pakpak Bharat Sonny P. Berutu, S.Th, Ketua KONI Pakpak Bharat Sondang Sinamo, SH

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK
Geta Pakpak
Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam Peningkatan produksi Gambir, petani setempat semakin bergairah mnelakukan perluasan dan peningkatan produksi Gambir yang dikelola melalui usaha keluarga. Cintang Berutu salah seorang petani gambir Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) saat ditemui dikediamanya, Rabu, 03/04/2013 mengaku senang dengan program Sejuta Gambir yang telah digelontorkan oleh pemkab Pakpak Bharat sejak tahun anggaran 2012. “Bagaimanapun kedepan harga gambir pasti akan semakin naik” katanya.
Berbekal pengalaman mengelola gambir dalam 10 tahun terakhir Cintang Berutu bersama keluarganya terus melakukan pengembangan usaha Gambirnya yang dikelola secara keluarga dilingkungan pemukimannya. “Saat ini juga telah terjadi kenaikan harga dari sebelumnya hanya Rp. 15.000,-/Kg, kini menjadi Rp. 24.000,-/Kg” katanya. Sejalan dengan itu Berru Berutu berharap ia akan mendapat suntikan dana melalui Kredit Nduma Pakpak Bharat (KNPB) yang selama ini telah juga digulirkan oleh pihak Pemnkab Pakpak Bharat melalui Dinjas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM.
Dengan demikian perluasan serta peningkatan produksi gambir yang menjadi tujuan pertanianya akan lebih rasional ditengah semakin sulitnya mendapatkan Gambir didunia pasar. Petani Gambir Pakpak Bharat berjanji akan semakin menaikkan produk mereka jika kedepan Pemerintah Pakpak Bharat melalui BUMBD Gambir dapat memberikan jaminan pasar dan harga. **

Jenny RL Berutu: PERTUMBUHAN EKONOMI DIIKUTI TINGGINYA KEBUTUHAN PASAR

Pasar Dadakan Tradisionil Di Resdes

Pasar Dadakan Tradisionil Di Resdes

Jenny RL Berutu:
PERTUMBUHAN EKONOMI DIIKUTI TINGGINYA KEBUTUHAN PASAR
Geta Pakpak
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal adalah semakin tingginya kebutuhan dan aktivitas ekonomi di pasar-pasar. Demikian terlihat pada aktivitas warga Resdes dan sekitarnya yang selama ini belum memiliki pusat pasar (red- fasilitas pekan) kini mulai menumbuhkan aktivitas dagang di sekitar pemukiman mereka. “Ini salah satu ciri semakin bertumbuhnya ekonomi masyarakat setempat, jual beli barang kebutuhan sehari-hari semakin dekat dengan warga” ujar Pemerhati Masyarakat Pakpak Bharat Jenny RL Berutu, Jumat, 05/04/2013 menanggapi semakin tingginya kebutuhan fasilitas pasar bagi masyarakat Pakpak Bharat.
Bukan hanya dipusat kota, namun disejumlah tempat ditingkat Desa warga masyarakat pada hari-hari tertentu telah memulai aktivitas dagang dilingkungan pemukiman mereka. “Kondisi ini harus disahuti oleh Pemerintah kita, kendatipun tidak langsung membangun arena pekan, namun harus ada pemetaan maupun perencanaan secara terjadwal dan terukur” katanya. Ditambahkan dia, di beberapa tempat yang sudah mulai terlihat aktivitas pasar secara tradisionil antara lain di Resdes yang berlangsung setiap hari Kamis, hanya berjarak sekitar 5 KM dari Pekan Jambu Mbellang, selain itu ada juga di Dusun Natam yang juga tidak jauh dari Pekan Penggegen Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE).
Kata dia, kebutuhan warga masyarakat desa terkait pembangunan pusat-pusat pasar ditingkatan desa harus segera mendapat respon dari pemerintah dengan pemfasilitas warga mengembangkan usahanya masing-masing.**

Kebersihan Kota Minus Perhatian

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN
Geta Pakpak
Jalan Protokol Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat minus perhatian. Sejumlah titik sepanjang Kota Salak membutuhkan perhatian petugas kebersihan dan penataan, sehingga kesan kumuh yang masih melekat khususnya disekitar areal Pekan Salak dapat segera berubah asri.
Sampah yang bertaburan disekitar Pekan Salak menurut keterangan sejumlah warga selalu mewarnai kawasan itu. “Apalagi Hari Kamis dan Jumat sepanjang Pekan Salak selalu penuh sampah ditambah musim hujan semua jadi kacau” ujar Banurea warga Salak, Sabtu, 05/04/2013. Sementara petugas kebersihan yang seharusnya lebih proaktif melakukan petugas kebersihan hanya bekerja terjadwal. Untuk itu diharapkan kepada instansi terkait untuk dapat menambah petugas kebersihan Kota, sehingga pembersihan kawasan kota dapat lebih ditingkatkan lagi. **

Prediksi Kelulusan UN SMAN 1 Salak 60%

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK
Geta Pakpak
Tingkat kelulusan UN di SMAN 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat diperkirakan hanya berkisar 60% dari 144 peserta Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan pertengahan April tahun ini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Salak Pakpak Bharat Seram Berutu, MM, Sabtu, 05/04/2013 saat dikonfirmasi wartawan terkait kesiapan siswa/i di Pakpak Bharat tahun 2013.
“Perkiraan saya itu berdasarkan upaya dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa dengan telah diterapkanya sistim pelaksanaan soal ujian fariasi” katanya. Diterangkan dia, selama empat bulan pihaknya telah melaksanakan bimbingan bagi para anak didik, ditambah Try Out yang diselenggarakan beberapa pihak seperti Dinas Pendidikan Pakpak Bharat, lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah dan oleh sekolah itu sendiri.
Tingginya tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa, dikatakan Seram Berutu peluang penentuan kelulusan yang hanya dimiliki sekolah 40% tetap akan cukup sulit untuk meluluskan 100% siswa sekolahnya. “Bayangkan satu ruangan ada 20 siwa yang mengikuti ujian dengan 20 fariasi soal, belum lagi poengawasan yang dilakukan cukup ketat” ujarnya. Sekaitan itu kedepan harapanya, UN dapat dilakukan hanya untuk pemetaan kwalitas siswa dan bukan syarat kelulusan. Sementara syarat nilai kelulusan yang harus dicapai siswa minimal 5,50 dengan persentase penentuan kelulusan, 60% ditentukan hasil UN dan 40% ditentukan sekolah masing-masing. **

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN
Geta Pakpak
Permasalahan listrik PLN di Kabupaten Pakpak Bharat tampaknya tidak akan ada habisnya. Setelah mendapat kecaman keras dari hampir semua kalangan terkait pemadaman listrik yang semakin sering terjadi, kini permasalahan pemeliharaan jaringan juga menimbulkan keresahan bagi sejumlah warga yang disekitar pemukimanya terdapat kerawanan. Salah satu jaringan listrik PLN yang rawan kebakaran terlihat pada salah satu tiang sambungan yang berada di Resdes. Kabel listrik dan tiang yang terpasang di sekitar tanaman bambu didekat pemukiman warga sejak lama telah mengakibatkan kekhawatiran, pasalnya kabel listrik dengan tegangan tinggi hanya berjarak satu hingga dua jengkal dari batang-batang bambu.
Pantauan langsung kelokasi, Jumat, 04/04/2013 terlihat tiang dan kabel listrik PLN yang bertegangan tinggi dalam kondisi lembab karena selalu diteduhi daun dan batang bambu yang hanya beberapa jengkal saja. Namun hingga saat ini upaya pemindahan maupun penebangan tanaman bambu tersebut tidak ada. Kondisi tersebut menyebabkan keresahan yang tinggi bagi warga, “Ini bukan hanya persoalan warga setempat, namun jika kebakaran tersebut terjadi maka ke kawasan lain juga akan berakibat fatal dan terpaksa dilakukan pemadaman” kritik warga.**

Jalan Gorat Disesak Semak

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT
Geta Pakpak
Jalan menuju Dusun Gorat Siempat Rube Pakpak Bharat mengalami penyempitan setelah dilakukan pengaspalan, sementara sebelumnya warga sangat mengharapkan dilakukanya pembangunan jalan aspal tersebut. Penyebab utama penyempitan jalan tersebut karena semakin hari semakin disesak semak belukar, sementara perawatan jalan tidak dilakukan oleh pihak-pihak terkait termasuk oleh pemerintah desa yang seharusnya secara proaktif menggerakkan warganya untuk melakukan gotong-royong membersihkan jalan. Disamping itu sepinya penggunaan jalan juga menjadi penyebab semakin menyempitnya badan jalan.
Hampir sepanjang jalan dari Resdes terlihat badan jalan diselimuti semak belukar, seperti yang terlihat saat media ini melakukan pantauan langsung kelokasi, Jumat, 04/04/2013. “Dengan telah dibangunya jalan tersebut warga setempat seharusnya lebih menikmati kue pembangunan, namun jika faktanya penggunaan jalan hanya sebatas kendaraan roda dua, maka diperlukan evaluasi” ujar J. Boangmanalu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat. Kata dia lagi, seyogianya masyarakat setempat meningkatkan aktivitasnya maka manfaat pembangunan jalan tersebut akan semakin dirasakan yang dapat dilihat dari semakin meningkatnya produksi pertanian maupun perluasan pertanian di kawasan tersebut.**

PEKERJAAN PEMBUKAAN JALAN PERLU PENGAWASAN

Pembukaan Jalan Butuh Pengawasan Serius

Pembukaan Jalan Butuh Pengawasan Serius

PEKERJAAN PEMBUKAAN JALAN PERLU PENGAWASAN
Geta Pakpak
Sejumlah kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah di Kabupaten Pakpak Bharat masih membutuhkan pengawasan ekstra keras. Pasalnya sejumlah kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga maupun oleh Pemerintah sendiri secara swakelola minim kwalitas. Demikian halnya kegiatan yang sama yang dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM). Salah satu kegiatan yang minim kwalitas seperti pada pekerjaan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilakukan Resdees iwilayah Siempat Rube, beberapa minggu setelah dilakukan penyelesaian, pada saat digunakan warga langsung mengalami kerusakan. Diduga kuat pekerjaan-pekerjaan yang minim kwalitas tersebut tidak dilakukan perataan dengan walas, sehingga badan jalan tidak padat dan susunan batu padas tidak kokoh. “Lemahnya kwalitas pekerjaan itu terutama disebabkan oleh tidak adanya pengawasan, baik itu dari instansi terkait pelaksana kegiatan, maupun dari penegak hukum termasuk inspektorat yang terkesan hanya pelengkap belaka” ujar Zulkarnai Berutu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat, Jumat, 05/04/2013. Untuk itu kata dia, diperlukan komitmen Pihak-pihak penyelenggara khususnya para pengawas pekerjaan internal yang dapat dioptimalkan melalui evaluasi pimpinan daerah. **