RSUD SALAK MENUJU STANDARD ISO 9001:2008

RSUD SALAK MENUJU STANDARD ISO 9001:2008
Pakpak Bharat, GETA PAKPAK
Rumah Sakit Umum Daerah Salak dipersiapkan mendapatkan Standard ISO 9001:2008. Kwalitas Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak terus
ditingkatkan hal tersebut dilakukan seiring dengan rencana besar
Pemkab Pakpak Bharat untuk menjadikan RSUD Salak menjadi pusat
kesehatan di sekeliling Kabupaten/kota yang terdapat di kawasan
tersebut. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA saat
dihubungi wartawan media ini Minggu, 18/08 terkait rencana
pengembangan RSUD Salak menyampaikan bahwa pihaknya akan terus
melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi standard pelayanan rumah
sakit yang benar-benar mampu menarik perhatian publik serta memberikan
kepercayaan dalam hal pelayanan kesehatan.
“Kami akan terus melakukan pembenahan disemua bidang pelayanan
termasuk saat ini kita mengupayakan RSUD Salak akan mendapat standard
ISO 9001:2008. Dan saya kira ini akan menjadi salah satu penentu
kepercayaan publik kepada RSUD Salak” ungkap Bupati Remigo. Ambisi
menjadikan RSUD Salak menjadi icon pelayanan kesehatan di kawasan
Selatan Propinsi Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam itu cukup
beralasan mengingat geografis dan pertumbuhan pembangunan serta grand
Desain Pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat yang digulirkannya membuka
diri kepada setiap lintas di sekeliling kawasan tersebut.
Bukan hanya itu Remigo Yolando Berutu, MBA lulusan Pasca Sarjana
Negeri Kangguru itu juga menyampaikan mimpinya menjadikan Kabupaten
Pakpak Bharat menjadi Kabupaten terpesat pembangunannya mengingat
daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit dan
dengan luasan wilayah tersempit diantara Kabupaten se Sumatera Utara.
“Kerja keras ini ini tentunya tidak hanya dilakukan pihak pemerintah
daerah, namun faktanya saat ini masyarakat Pakpak Bharat juga sudah
merasakan pertumbuhan termasuk dalam hal pelayanan yang sudah
diberikan oleh Pemkab” terangnya. Lebih jauh disampaikan Bupati bahwa
hingga saat ini hampir setiap tahun ditingkat Kecamatan bahkan setiap
desa mendapat sentuhan pembangunan berupa pembangunan dan peningkatan
sarana prasarana jalan dan secara khusus dalam pelayanan kesehatan
hampir disetiap kecamatan sudah memiliki dokter di Puskesmas dan bidan
disetiap desa secara aktif.
Direktur RSUD Salak dr. Pintar Manihuruk di RSUD Salak saat ditemui
wartawan 18/03 mengaku RSUD Salak dalam waktu yang tidak terlalu lama
instansi yang dipimpinnya akan mendapat perkembangan signifikan. “Rsud
Salak secara internal terus melakukan pembenahan baik SDM maupun
fasilitas yang dibutuhkan. Hal ini bisa terwujud atas tingginya
perhatian pimpinan daerah Pakpak Bharat dan dukungan dari seluruh
komponen masyarakat guna pembangunan RSUD Salak ke arah yang lebih
baik” tutur dr. Pintar. Secara teknis dikatakannya bahwa saat ini
pihaknya sedang menyiapkan prioritas program KIA atau Kesehatan Ibu
dan Anak. Hal ini dilakukan sebagai dukungan akan program nasional
yang ikut dalam kesepakatan global pada MDG’s (Millennium Development
Goal’s) dimana MDG’s menargetkan pada tahun 2015 angka kematian ibu
melahirkan akan menurun dari 228 per 100.000 di tahun 2007 menjadi
102.
“Perlu diketehui, salah satu faktor tingginya angka kematian ibu
melahirkan di Indonesia adalah disebabkan karena relatif masih
rendahnya cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan. Kementerian
Kesehatan menetapkan target 90 persen persalinan ditolong oleh tenaga
medis pada tahun 2010. Kesiapan akan itu semua dilakukan oleh RSUD
Salak melalui penyiapan sarana dan prasarana seperti USG (Ultra Sono
Graphi), Inkubator, Ruang Rawat Inap Ibu dan Ruang Rawat Inap Anak
serta kesiapan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Dokter
Spesialis Anak” terang dr. Pintar. Selain itu dikatakannya bahwa
Kabupaten Pakpak Bharat memiliki satu program jaminan kesehatan daerah
yang diberikan kepada masyarakat miskin dengan nama Njuah Karina,
selain program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang berasal
dari Pemerintah Pusat.
Sementara menurut salah seorang keluarga pasien yang sempat ditemui
wartawan di RSUD Salak P. Boangmanalu mengatakan bahwa Jaminan
Kesehatan Masyarakat Miskin Njuah Karina dari Pemkab Pakpak Bharat
hingga saat ini mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup maksimal.
“Kami mendapat pelayanan yang baik bahkan sebahagian besar kebutuhan
berupa obat-obatan secara gratis kami dapatkan” ungkapnya. Demikian
halnya dengan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang
merupakan program Pemerintah Pusat juga memberikan pelayanan kesehatan
yang cukup maksimal. RSUD Salak dirasakan memberikan pelayanan yang
relatif sama dengan pelayanan kesehatan umum kecuali menyangkut
administrasi dan penyediaan pelayanan teknis lain yang disesuaikan
dengan aturan main dari masing-masing program itu sendiri. (Nuel/Brem)

Posted with WordPress for BlackBerry.

FILOSOPI RUMAH ADAT PAKPAK

FILOSOFI RUMAH ADAT PAKPAK
(Studi Investigasi Antara Kepunahan Dan Nilai Budaya)
Oleh: Saut Boangmanalu, STh, MM
Rumah Adat Pakpak secara fisik menurut sejumlah pemerhati Budaya
Pakpak akan mengalami kepunahan. “Tanpa upaya serius saya pastikan
rumah adat Pakpak dalam bentuk yang sesungguhnya akan kabur, mengalami
pergeseran bahkan kepunahan” kata Zulkarnain Berutu, Sag pemerhati
Budaya Pakpak. Bukan hanya dikawasan perkotaan di Lima Suak (red-Lima
Wilayah) Tanah Pakpak tapi hampir ditingkat Desa/Dusun bahkan di
perkampungan lama pun sudah sangat sulit melihat pemandangan pemukiman
tradisional yang masih memiliki Rumah Adat Pakpak.
Secara harafiah makna-makna setiap komponen yang terdapat pada Rumah
Adat Pakpak hingga generasi saat ini masih dapat dijelaskan. Ada 10
komponen utama dari Rumah Adat Pakpak yang pada tulisan ini dapat
dijelaskan secara sederhana yang diperoleh dari sejumlah sumber.
I.Bubungan Atap
Secara fisik dapat dijelaskan bahwa Rumah Adat Pakpak memiliki bentuk
bubungan atap melengkung berbentuk seperempat lingkaran. Dalam Bahasa
Pakpak bentuk ini dimaknai dalam sebuah kalimat “Petarik-tarik Mparas
igongken Ndengol” yang artinya berani memikul resiko yang berat dalam
mempertahankan adat istiadat Kebudayaan Pakpak yang sejak lama telah
dimiliki oleh masyarakat Pakpak (Kompilasi/resensi Seminar Adat
Istiadat Pakpak-Dairi; tanggal 16 s/d 20 Maret 1970 di Sidikalang)
II.A. Pada bagian paling atas terdapat sebuah Caban (red-Cawan) yang
diletakkan tepat ditengah atas bubungan atap. Simbol ini bermakna
simbol kepercayaan Pakpak yang pada kehidupan lama masyarakat Pakpak
terdapat kepercayaan kepada Debata Kase-kase (Pasca masuknya agama
Tuhan Yang Maha Esa).
B.Tanduk Kerbau yang melekat di bubungan atap, simbol ini memberikan
makna semangat kepahlawanan Puak Pakpak.
III.Pada bagian atap juga terdapat segitiga Rumah Adat Pakpak.
Segitiga ini artinya menggambarkan susunan Adat Istiadat Pakpak yang
dalam kekeluargannya terbagi atas tiga bagian/unsur besar yang dapat
dijelaskan antara lain:
1.Senina artinya saudara kandung laki-laki
2.Berru artinya saudara kandung perempuan
3.Puang artinya kemanakan
IV.Dua Buah Tiang Besar pada bagian muka Rumah Adat Pakpak yang
disebut Binangun. Simbol ini memberikan arti kerukunan rumah tangga
antara suami dan istri.
V.Satu buah Balok besar yang dinamai Melmellen yang posisinya
terletak pada bagian samping muka rumah. Balok besar tersebut melekat
menggambarkan kesatuan dan persatuan dalam segala bidang pekerjaan
melalui musyawarah atau dalam istilah umum disebut Gotong-royong. Suku
Pakpak sejak masa kehidupan lama telah mengenal sistim gotong-royong
yang dalam istilah lokal disebut Rimpah-rimpah, abin-abin ataupun
mersiurupen.
VI.Pada bagian segitiga muka rumah terdapat ukiran yang bentuknya
bermacam-macam yang dalam istilah Pakpak terdapat tiga bentuk yakni:
a.Perbunga Kupkup, dapat dijelaskan bermakna tali persaudaraan yang
begitu erat dan tak terpisahkan ketiga belah pihak sebagaimana
disampaikan Zulkarnain Berutu Pemerhati Budaya Pakpak; wawancara 02
Februari 2012
b.Perbunga Kembang
c.Perbunga Pencur, dsb. Bentuk seperti ini menggambarkan bahwa Suku
Pakpak juga memiliki darah dan jiwa seni yang tergambar dalam berbagai
bentuk ukiran dan seni suara yang dimiliki sejak masa kehidupan lama
d.1. Tangga rumah pada Rumah Adat Pakpak biasanya terdiri dari
bilangan ganjil yakni 3 (Tiga), 5 (Lima) dan 7 (Tujuh). Hal ini
bermakna bahwa penghuni rumah ini adalah keturunan raja (Marga tanah),
sebaliknya yang memakai tangga rumah genap, yang menandakan penghuni
rumah tersebut bukan keturunan marga tanah (Genengen).
2. Pintu masuk dari bagian bawah kolong rumah, menunjukkan kerendahan
hati dan kesiapsiagaan
VII.1. Tangga rumah pada Rumah Adat Pakpak biasanya terdiri dari
bilangan ganjil yakni 3 (Tiga), 5 (Lima) dan 7 (Tujuh). Hal ini
bermakna bahwa penghuni rumah ini adalah keturunan raja (Marga tanah),
sebaliknya yang memakai tangga rumah genap, yang menandakan penghuni
rumah tersebut bukan keturunan marga tanah (Genengen).
2. Pintu masuk dari bagian bawah kolong rumah, menunjukkan kerendahan
hati dan kesiapsiagaan
VIII.Fungsi Rumah Adat
Penggunaan Rumah Adat Pakpak adalah tempat permusyawaratan mengenai
masalah yang menyangkut kepentingan umum dan tempat mengadakan
upacara-upacara adat istiadat. Sementara di dalam rumah adat terdapat
Genderrang (Alat Musik Gendang pakpak), Gerantung (alat musik berupa
Gong), Serunai (Alat Musik Tiup), Sordam, Lobat, Seruling, Kalondang
dan sejumlah alat musik Pakpak lainnya. Selain itu terdapat juga
Patung panglima (Pahlawan-pahlawan), Mejan/Situs Budaya pakpak yang
diletakkan di depan halaman pekarangan Rumah Adat Pakpak
IX.Pilo-pilo digantung dalam segitiga dipermukaan Rumah Adat Pakpak.
Hal ini menggambarkan hubungan harmonis antara masyarakat dan
pemimpinnya dan sebagai lambang kebijaksanaan pimpinan dalam mengayomi
masyarakatnya.
X.Gambar Lidah Pajung, hal ini menggambarkan kepercayaan masyarakat
kepada pemimpinnya yang senantiasa memberikan bantuan dalam memelihara
kesentosaan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Kekhawatiran kepunahan bentuk sesungguhnya Rumah Adat Pakpak sangat
beralasan, Zulkarnain Berutu, Sag yang biasa menjadi Persinabul
(red-pembawa acara adat Pakpak) memberikan komentar keras terhadap
pihak-pihak maupun lembaga-lembaga yang berkompeten dalam mengangkat
dan melestarikan Budaya pakpak khususnya terkait lestarinya Rumah Adat
Pakpak. “Sekali lagi Pemerintah yang menjadi motor penggerak
pembangunan sampai saat ini belum memberikan perhatian serius. Ini
menjadi sangat penting ditengah pertumbuhan zaman khususnya ditengah
masyarakat Pakpak yang seolah tidak lagi peduli dengan Kebudayaan
lama” tegasnya.
Mester Padang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, pertamanan dan
kebersihan pemerintah Pakpak Bharat saat dikonfirmasi terkait punahnya
bentuk asli Rumah Adat Pakpak, Jumat, 02 Maret 2012 memaparkan bahwa
terdapat banyak keterbatasan yang dimiliki pihaknya dalam menelusuri,
membangun dan melestarikan Kebudayaan Pakpak khususnya menyangkut
Rumah Adat Pakpak asli. Persoalan minimnya anggaran, persoalan
keterbatasan SDM dan luasnya wilayah kerja yang harus digerakkan
instansi tersebut seolah menjadi jawaban kekhawatiran para pemerhati.
“Gambar dan bentuk asli Rumah Adat Pakpak sudah tidak ada lagi. Untuk
tahun depan kita akan ajukan anggaran untuk itu” kilahnya.
Namun ironis, tiga unit Bale (red-rumah pertemuan tradisional Pakpak)
sejak empat tahun yang lalu oleh Pemerintah kabupaten Pakpak Bharat
telah membangun di Kecamatan Salak yang disebut Bale Banurea, di
Pergetteng-getteng Sengkut Bale marga Manik dan di Kecamatan Sitellu
Tali Urang Julu Bale Silendung Bulan Berutu. Dari foto dan bentuk
hanya mampu meniru bentuk, sementara sejumlah kalangan menilai ketiga
bangunan pemerintah tersebut harusnya mampu memberikan gambar asli
Rumah Adat Pakpak. Filosofi yang seharusnya terkandung dalam bangunan
tersebut belum terlihat. “Ini jelas kelemahan Pemerintah kita. Kenapa?
Karena gambar dan bentuk serta filosofi yang terkandung harusnya sudah
ada sebelum bangunan tersebut direalisasi” ungkap Zulkarnai Berutu.
Sementara Ketua DPRD Pakpak Bharat Ir. Agustinus Manik terkait
hilangnya bentuk asli Rumah Adat Pakpak berkilah bahwa pihaknya sudah
memberikan tekanan kepada instansi terkait untuk memberikan perhatian
serius. “Kita jangan hanya mengajukan anggaran semata sementara format
bangunannya hingga saat ini belum dimiliki. Kita sangat mendukung
namun kita ingatkan jangan hanya sekedar membangun” tegasnya. Ia
berharap instansi terkait dapat mengadakan forum yang menghadirkan
tokoh-tokoh masyarakat Pakpak, tokoh masyarakat, tokoh adat dan
tokoh-tokoh pemerhati untuk menggali bentuk dan filosofi Rumah Adat
Pakpak yang sesungguhnya. “Ini tidak boleh dilakukan secara sepihak,
ini harus dilakukan dulu sebelum, kita membangun sebuah bentuk Rumah
Adat Pakpak yang sesungguhnya” pungkasnya.
Dinamika kepunahan dan hilangnya identitas Rumah Adat Pakpak sebagai
sebuah simbol masyarakat yang berbudaya nampaknya harus mendapat
ketegasan dari para Kepala Daerah yang memimpin di wilayah Tanah
Pakpak yakni kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Dairi, Kabupaten Aceh
Singkil, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kota Subulussalam. Ini
terasa semakin penting ketika lembaga diluar pemerintah hingga saat
ini belum ada yang melakukan upaya pelestarian dan penggalian kembali
bentuk Rumah Adat Pakpak yang asli beserta filosofi yang terkandung di
dalamnya.
Pribahasa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya
dapat menjadi renungan bagi masyarakat Pakpak khususnya bagi para
penguasa pemerintahan daerah, sehingga nilai budaya Pakpak yang
merupakan kekayaan budaya bangsa tidak tersia-siakan. Dan kekhawatiran
punahnya benda-benda dan kekayaan Budaya Pakpak dapat tetap lestari
bahkan berkembang mengiringi kehidupan masyarakat Pakpak.

Posted with WordPress for BlackBerry.

BENCANA PUTING BELIUNG PAKPAK BHARAT RUSAK FASILITAS UMUM

BENCANA PUTING BELIUNG PAKPAK BHARAT RUSAK FASILITAS UMUM Pakpak

bupati

Bupati Bantu Korban Bencana Puting Beliung

Bharat, Geta Pakpak

Kondisi terahir kerusakan yang terjadi akibat bencana alam puting beliung yang terjadi di Pakpak Bharat pada Jumat, 23 Februari 2012 yang lalu dilaporkan semakin membaik. Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan salah satu tenda darurat yang sempat didirikan pihak Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Pakpak Bharat di Sosor Desa Boangmanalu Salak kini sudah dibongkar karena dianggap kondisi masyarakat sudah membaik. Sementara Tenda Darurat yang terdapat di Jambu Buah Rea hingga saat ini masih berdiri untuk membantu masyarakat setempat. Dikabarkan bahwa pada malam tanggal 26 Februari 2012 Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA didampingi Wakil Bupati Ir. H. Maju Ilyas Padang, Sekda Holler Sinamo, Kadis Sosial Manurung Naiborhu, SPd, MM, Anggota DPRD Pakpak Bharat Lukman Padang, Camat Siempat Rube telah menyerahkan sejumlah bantuan dan langsung menjenguk korban tewas bencana atas nama Sekka Anakampun. Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA pada kesempatan tersebut menyampaikan turut berdukacita dan menyampaikan akan membantu masyarakat yang terkena bencana melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi. Usai meninjau para korban bencana puting beliung Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA kepada wartawan menyampaikan pihaknya akan terus bekerja memantau dansekaligus membantu para korban. “Pada kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Pakpak Bharat agar kedepan jika terjadi bencana alam untuk lebih waspada. Jika terjadi angin kencang agar menjauh dari lokasi yang terdapat pohon besar atau dari daerah-daerah yang terdapat sungai yang berpotensi meluap” ungkapnya. Barmike Manik, ST Staf Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Bencana Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Pakpak Bharat kepada wartawan di Salak pada Minggu, 26/02 mengatakan bahwa masyarakat yang terkena bencana sudah terdata dan telah mendapat bantuan tahap pertama berupa Beras, Indomie, Minyak goreng, Sarden Kaleng dan kecap. Lebih jauh disampaikan Manurung Naiborhu Kadis Sosial data terahir yang didapat pihaknya jumlah korban dan kerusakan terkena bencana puting beliung Poskesdes Desa Boangmanalu Rusak Berat, Poskesdes Siempat Rube 1, SKB (Sanggar kegiatan Belajar) di desa Boangmanalu Salak Rusak Berat, Gereja GKPPD Siempat Rube II rusak sedang, Gereja RK Singgabur rusak ringan. Sedangkan rumah penduduk yang mengalami kerusakan ketegori rusak berat 6 Unit, rusak sedang 5 unit dan rusak ringan 66 unit. Dengan demikian jumlah keseluruhan rumah warga yang rusak hingga hari ketiga pendataan pihak Pemerintah Pakpak Bharat mencapai 77 unit rumah dan 5 unit fasilitas umum. Seluruh kerusakan tersebut berada di empat kecamatan yakni di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kecamatan Salak, Kecamatan Tinada dan Kecamatan Siempat Rube. “Sejauh ini kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi melalui Dinas Sosial, kepada pihak Tagana Pusat dan ke pihak Kementrian Kordinator Kesejahteraan rakyat” ungkap Manurung Naiborhu. (Nuel) Keterangan Gambar: 1. Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA memberikan bantuan kepada pihak keluarga alm. Sekka Anakampun Korban Bencana Puting Beliung Jambu Buah Rea Siempat Rube, 24/02 2. Dari kiri: Lukam Padang Anggota DPRD Pakpak Bharat, Wakil Bupati Ir. H. Maju Ilyas Padang, Kadis Sosial Manurung Naiborhu, Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA Memberikan arahan, Camat Siempat Rube Supardi Padang, Sekda Pakpak Bharat Drs. Holler Sinamo, MM di lokasi kejadian Bencana angin puting beliung Kec. Siempat Rube Pakpak Bharat 3. Sejumlah anggota Tagana Pakpak Bharat mempersiapkan tenda darurat di Jambu Buah Rea Kec. Siempat Rube Pakpak Bharat

Pakpak Bharat Diterjang Angin Puting Beliung, 57 Rumah Rusak 1 Tewas

ANGIN PUTING BELIUNG HANTAM 57 RUMAH DAN 1 TEWAS DI PAKPAK BHARAT
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Angin putting beliung mengambuk, menghantam 57 unit rumah warga di
tiga Kecamatan dan satu orang tewas tertimpa pohon durian setelah
menghantam salah satu rumah warga di Dusun Siempat Rube 1 Kecamatan
Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat. Kejadian tersebut berlangsung
sekitar hanya sekitar 10 hingga 15 menit pada sekitar pukul 14.20 WIB,
Jumat 24/02.
Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian di Sosor Desa
Boangmanalu Kecamatan Salak terdapat 17 rumah rusak, 3 diantaranya
rusak parah sementara 14 rumah rusak ringan dan masih layak ditempati.
Di Desa Traju Kecamatan Tinada terdapat 7 rumah mengalami kerusakan
sementara 1 diantaranya mengalami rusak berat. Dan dilaporkan 1 unit
trafo jatuh akibat dihantam salah satu atap rumah warga yang terbang
diterjang angin puting beliung diwilayah tersebut.
Ditempat lain di Dusun Jambu Buah Rea Kecamatan Siempat Rube terdapat
12 unit rumah mengalami kerusakan dan dilaporkan dilokasi tersebut
terdapat satu korban jiwa tertimpa pohon durian setelah menghantam
rumah miliknya. Informasi yang didapat korban jiwa tersebut adalah
atas nama Sekka Anakampun usia, 65 tahun jenis kelamin laki-laki. Saat
kejadian korban berada dirumah karena hujan deras, namun saat pohon
durian yang diperkirakan diamater 50 Cm menghantam dapur ia berlari
bersama cucunya dan naas tepat di depan rumah ia terhantam batang
pohon. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengevakuasi
korban ke Puskesma Siempat Rube. Sayang petugas kesehatan setempat
tidak dapat menyelamatkan jiwa Sekka Anakampun. Sementara di Dusun
Jambu Mbellang dilaporkan 21 unit rumah rusak, lima diantaranya
mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun diwilayah Jambu Mbellang
tidak ada korban jiwa.
Berselang setengah jam setelah serangkaian kejadian bencana alam
puting beliung, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giuseppe Reinhard Gultom,
Sik didampingi Kasat Lantas T. Matanari, Kasat reskrim AKP Bonar
Silalai dan jajarannya bersama Kadis Sosial Manurung Naiborhu bersama
jajarannya langsung turun kelokasi kejadian meantau dan membantu para
korban bencana. Usai menjenguk korban kapolres bersama Lukman Padang
Anggota DPRD Pakpak Bharat kepada wartawan menyampaikan turut berduka
dan prihatin atas kejadian tersebut. “Kita dari Polres Pakpak Bharat
menurunkan semua unit mulai lantas, serse, intel dan sabara langsung
kelokasi kejadian untuk membantu meringankan beban para korban”
ungkapnya. Selain itu dikatakan kapolres bahwa pihaknya juga meminta
kepada Pemkab Pakpak Bharat untuk turut membantu seluruh korban yang
terkena bencana.
Ditempat yang sama kadis Sosial Manurung Naiborhu didampingi Kepala
BPBD, Tages Purba dari Dinas PU, Tio Linda kepada wartawan
menyampaikan turut berduka dan ungkapan prihatin Bupati, Wakil Bupati
dan Sekda Pakpak Bharat yang langsung memerintahkan dirinya kelokasi
kejadian. “Sejak informasi ini kita tahu, seluruh Tagana telah kita
turunkan dan saat ini kita masih membantu para korban termasuk
mengevakuasi seluruh kerusakan yang diakibatkan angin putting beliung”
ungkapnya. Dikatakannya lagi bahwa pihaknya akan tetap memantaub dan
membantu para korban bahkan bila dibutuhkan akan mendirikan
tenda-tenda serta dapur umum. “Nanti setelah kita mendapat semua data
korban dan kerusakan yang terjadi, dari Pemkab Pakpak Bharat juga akan
memberikan bantuan materil. Untuk hal ini kita juga akan melakukan
koordinasi dengan pihak penanggulangan Bencana Propinsi” pungkasnya. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Richad Edy Lingga Anggota DPRDSU: TIDAK HARUS PNS

Richad Edy Lingga Anggota DPRDSU:
TIDAK HARUS PNS
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Richad Edy Lingga yang selama ini dikenal sangat gettol mengangkat
isu-isu pembangunan daerah, pada resesnya di Salak tepatnya di SMAN
Salak pada Sabtu, 11/02 di depan ratusan siswa-siswi SMAN Salak dan
para orangtua murid serta didepan para guru/manajemen sekolah
menyampaikan bahwa tujuan pendidikan dan bersekolah tidak harus PNS.
Hal tersebut disampaikannya dengan maksud memotivasi dan mendorong
para murid sekolah untuk tetap bekerja keras dan belajar menempa masa
depan masing-masing khususnya bagi para Murid Kelas 3 yang segera akan
mengahiri masa sekolah menengahnya.
Usai memberikan bimbingan dan arahan di depan para siswa Richad
Lingga menyampaikan bahwa kegiatan resesnya akan dirangkai dengan Try
Out bagi anak didik Kelas tiga guna memperkuat para siswa-siswi dalam
menghadapi ujian masuk perguruan tinggi beberapa minggu kedepannya.
“Saya tantang adik-adik sekalian untuk maju bersama, apa yang mau
adik-adik lakukan kelak mari kita diskusikan dan kita perjuangkan
sama-sama demi pertumbuhan dan pembangunan daerah kita ini kelak”
tegasnya.
Seram Berutu Kepala Sekolah SMAN I salak pada kesempatan yang sama
menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Richad Lingga atas kegiatan
reses yang dilakukan di sekolah pimpinannya. Ia berharap apa yang
sudah disampaikan Pak Richad dapat ditangkap anak-anak didik serta
kedepan sekolah tersebut akan tetap mendapat perhatian dari beliau.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Jalan Tembus Pakpak Bharat – Humbahas Masih Harapan

Jalan Tembus Pakpak Bharat – Humbahas Masih Harapan

Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Warga masyarakat Pakpak Bharat yang memiliki pertalian Budaya dan
hubungan emosional dengan sebahagian besar masyarakat dan wilayah
dengan Humbang Hasundutan (HUMBAHAS) meminta kepada anggota DPRDSU
untuk menuntaskan pembangunan jalan tembus Kabupaten Pakpak Bharat
menuju Humbahas. Hal tersebut dikatakan Sahat manik warga masyarakat
Pakpak Bharat sekaligus pengurus Partai Politik PDI Perjuangan kepada
wartawan di Salak, pada Minggu, 12/02.
Dikatakan Sahat bahwa dalam sejumlah pertemuan dengan beberapa
anggota DPRDSU yang melakukan Reses ke Kabupaten Pakpak Bharat terkait
jalan tembus Pakpak Bharat – Humbahas selalu terungkap menjadi salah
satu permohonan masyarakat untuk segera direalisasi. “Kita berharap
pada pertemuan dengan Taufan Ginting Anggota DPRDSU saat kunjungan
Resesnya di Tinada terkait jalan tembus Pakpak Bharat–Humbahas dapat
benar-benar menjadi beban moral dan rasa tanggungjawab beliau
ditingkat Propinsi” katanya.
Selain itu ia juga berharap apa yang selama ini sudah dilakukan
Pemerintah Pakpak Bharat guna terbukanya jalan di dua Kabupaten
pemekaran tersebut akan mendapat respon dari pihak-pihak lain seperti
Dinas PU Propinsi termasuk kepada Anggota DPRRI yang Dapemnya dari dua
Kabupaten tersebut.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ibukota Kabupaten Masih Ada Kawasan Belum Dialiri Listrik

Ibukota Kabupaten Masih Ada Kawasan Belum Dialiri Listrik

Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Sejumlah Kawasan di Kota Salak Ibukota Kabupaten Pakpak Bharat sampai
saat ini masih ditemukan belum mendapat jaringan listrik, PLN Salak
diminta sinergis dengan pihak pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk
menuntaskan kebutuhan listrik tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh
Dosma Anakampun Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat
di Salak, Minggu, 12/02 menanggapi kondisi ibukota Kabupaten Pakpak
Bharat yang hingga saat ini masih ada kawasan pemukiman warga yang
belum dapat menikmati aliran listrik PLN untuk kebutuhan sehari-hari
mereka.
Sejumlah kawasan tersebut dikatakan Dosma harus segera mendapat
perhatian Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan terutama PLN selaku
pengelola listrik. “Sejak lama kita telah mendorong Pemkab Pakpak
Bharat untuk menuntaskan kebutuhan listrik tersebut dan ternyata
hingga saat ini masih kita temukan di sejumlah kawasan” ungkapnya. Ia
berharap dalam dua tahun kepemimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA
Bupati Pakpak Bharat dan Ir. H. Maju Ilyas Padang Wakil Bupati Pakpak
Bharat kebutuhan listrik tersebut akan sudah diselesaikan.
Di beberapa kawasan yang dimaksud antara lain Dusun Pealagat Desa
Salak I, Dusun lae Cilum Desa Salak I, Dusun Lae Mbalno Desa
Boangmanalu dan Dusun Napatolong Desa Boangmanalu. Sementara di
sejumlah Desa dan Kecamatan lain di Kabupaten Pakpak Bharat yang
hingga saat ini belum dialiri listrik antara lain sekitar 3 Desa di
Kecamatan pagindar, Desa Sibongkaras Kecamatan Salak, Desa Simerpara
Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), Desa Siempat Rube Empat
Pangkalen, Desa Kuta Laki, Desa Gorat Kecamatan Siempat Rube dan
sejumlah dusun lain yang tersebar di sejumlah Kecamatan Kabupaten
Pakpak Bharat. warga berharap listrik yang merupakan salah satu
kebutuhan vital dapat segera dipenuhi.
“Rasanya kami belum merdeka, belum menikmati pembangunan dari negara
ini saat kami secara nyata nikmatnya hidup dengan penerangan listrik
seperti warga lain yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat ini” ungkap
Kosman Boangmanalu yang bermukim di sekitar kawasan Lae Mbalno Kuta
Jojong Desa Boangmanalu Kecamatan Salak.

Posted with WordPress for BlackBerry.

JALAN PROPINSI DI SANTAR JULU KECAMATAN TINADA LONGSOR

JALAN PROPINSI DI SANTAR JULU KECAMATAN TINADA LONGSOR

Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Jalan Propinsi yang terletak di kawasan kecamatan Tinada Kabupaten
Pakpak Bharat terjadi longsor dan diperkirakan berpotensi longsor
besar jika tidak ada upaya pembangunan bronjong. Pantauan wartawan
media ini dilapangan pada, Sabtu, 11/02 kini lokasi longsor sudah
terlihat semakin melebar setelah beberapa hari yang lalu terjadi
longsor yang nyaris menutup badan jalan. Sementara parit semen yang
sebelumnya sudah dibangun dilokasi tersebut kini tertutup total,
akibatnya saat hujan lebat turun seluruh badan jalan menjadi aliran
air sepanjang pemukiman Santar Julu.
Sekaitan itu diharapkan kepada instansi terkait pada Pemerintah
Propinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan peninjauan kelokasi
longsor dan segera melakukan pembangunan lokasi terjadinya longsor
sebelum terjadinya longsor yang lebih besar. Selain itu dengan
dilakukannya pembangunan tembok penahan pada lokasi longsor diharapkan
badan jalan akan tetap bertahan serta menghindari resiko kecelakaan
saat terjadi longsor pada kawasan tersebut. Bukan hanya pada titik
longsor, hampir sepanjang jalan Tinada yang terdiri dari tebing tanah
dan jurang berpotensi longsor, untuk itu diharapkan kepada pihak
terkait untuk segera melakukan pembenahan.

Longsor Pada jalan Propinsi Di Santar Julu Tinada

Longsor Pada jalan Propinsi Di Santar Julu Tinada

Posted with WordPress for BlackBerry.

Remigo Yolando Berutu, MBA: Bangkit Pertaki Konsen Ekonomi Dan Pertanian Rakyat

Bupati Remigo:
PERTANIAN DAN EKONOMI KONSENTRASI BANGKIT PERTAKI
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Gerakan Bangkit Pertaki (Pertanian Tangguh Agribisnis, Komersial Dan
Industri) yang sedang digerakkan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak
Bharat dibawah kepemimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA sebagai Bupati
Kabupaten Pakpak Bharat hingga tiga tahun kedepan memiliki konsentrasi
program pada sektor Pertanian, Ekonomi dan Industri. Hal tersebut
disampaikannya pada acara Sosialisasi Bangkit Pertaki yang
dilaksanakan di Singgabur Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (STTU
JULU) Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat, 10/02.
Setelah Kecamatan Tinada, Siempat Rube dan Singgabur STTU JULU Bupati
Pakpak Bharat bersama Wakil Bupati Ir. H. Maju Ilyas Padang beserta
jajarannya terus mensosialisasikan Bangkit Pertaki dengan harapan
dibawah kepemimpinanya Kabupaten Pakpak Bharat akan dapat bangkit maju
meninggalkan ketertinggalan. Selain upaya peningkatan pembangunan
infrastruktur dengan bantuan dana Pemerintah Pusat, Remigo Yolando
Berutu, MBA juga menyampaikan akan terus melakukan upaya lain dengan
memastikan Sumber Daya Manusia Aparatur akan mampu melaksanakan amanat
Pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat delapan tahun yang lalu.
“Kita harus bangkit dari segala ketertinggalan dan keterbatasan kita
secara signifikan, jauhkan segala Duhul (red-sifat negatif masyarakat
lokal) dari tengah-tengah kita terutama dari para aparatur
pemerintahan Pakpak Bharat” tegasnya. Dikatakan lagi bahwa konsep
Bangkit Pertaki tidak akan pernah tercapai dan hanya sebatas wacana
jika tanpa dukungan dan kerja keras semua pihak. Sekaitan itu seluruh
komponen masyarakat Pakpak Bharat harus benar-benar memahami dan
melakukan seluruh konsep bangkit pertaki itu sendiri sehingga
pertumbuhan maupun kemajuan daerah yang hendak dicapai dapat
terlaksana secara nyata dan merata diseluruh wilayah kabupaten Pakpak
Bharat

Posted with WordPress for BlackBerry.

SONNY BERUTU KETUA PDK PAKPAK BHARAT HIBAHKAN PERALATAN PESTA KEPADA MASYARAKAT

SONNY BERUTU KETUA DPK PDK SERAHKAN HIBAH PERALATAN PESTA
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten
Pakpak Bharat serahkan hibah berupa peralatan rumah tangga dan
peralatan pesta kepada masyarakat Pakpak Bharat. Hal tersebut
disampaikan oleh Sonny Berutu Ketua DPK PDK Kabupaten Pakpak Bharat
kepada wartawan di kediamanya di kawasan Persabahen Mata Kocing Salak
pada Minggu, 29/01.
Dikatakannya penyerahan hibah tersebut merupakan salah satu wujud
dari rasa tanggungjawab pihaknya sebagai perwakilan rakyat dalam
meringankan beban masyarakat Pakpak Bharat khususnya para kader partai
yang dipimpinnya. “Bantuan ini telah kita serahkan langsung di tiga
desa yakni Lae Langge Namuseng, Aornakan 2 dan di Desa Silima Kuta
tepatnya bagi masyarakat Kuta kersik” paparnya. Lebih jauh dipaparkan
Sonny sejumlah peralatan pesta tersebut akan dikelola oleh para
pengurus dan kader partainya namun dapat digunakan secara umum.
Sementara untuk desa lainnya dituturkan Sonny yang didampingi oleh
Sekretarisnya Lamhot manik akan diserahkan dalam waktu dekat antara
lain di Desa Kecupak 2, Aornakan 1 dan Kecupak 1 serta beberapa tempat
lain yang akan digodok oleh kepengurusan PDK Kabupaten Pakpak Bharat. Ketika diminta komentarnya tentang substansi acara dinamuseng beberapa waktu lalu, beliau menyampaikan bahwa “acara tahun baru bersama masyarakat ini murni silaturahmi, rasanya senang jika dapat bersama2 merayakan tahun baru di kampung sendiri, untuk saling lebih kenal satu sama lain.” Katanya lagi.
“Semampu daya akan terus kita lakukan untuk meringankan beban
masyarakat termasuk dengan memfasilitasi warga khusunya kader-kader
PDK untuk pengurusan surat-surat berupa KTP, namun ini masih sedang
digodok” ungkap Lamhot Manik Sekretaris PDK Pakpak Bharat.
Palamah Berutu warga penerima bantuan hibah kepada wartawan mengaku
sangat senang dengan apa yang disampaikan oleh pak Sonny, ia berharap
kedepan partai tersebut dapat berbuat lebih banyak untuk mengurangi
beban masyarakat khususnya dalam meningkatkan pendidikan dan masa
depan anak-anak mereka. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bahu Jalan Propinsi Di Pakpak Bharat Perlu Perbaikan

BAHU JALAN PROPINSI ANTARA TINADA HINGGA SUKARAME BUTUH PERHATIAN

Pakpak Bharat, Geta Pakpak

            Bahu jalan Propinsi sepanjang Tinada hingga Sukarame Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat butuh perhatian instansi terkait Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pantauan wartawan di lapangan pada Rabu, 25/01 hampir sepanjang jalan jalan di dua Kecamatan tersebut sebahagian besar tidak memiliki bahu jalan sehingga jalanan tersebut terkesan semakin menyempit.

            Dengan kondisi bahu jalan yang kurang baik menurut sejumlah pengguna jalan yang sempat berbincang dengan wartawan media ini seringkali mengakibatkan  gangguan khususnya saat kendaraan berat melintas di kawasan tersebut. Selain itu kendaraan roda empat yang berjalan dengan kecepatan tinggi berakibat rawan kecelakaan khususnya pada saat berpapasan dengan kendaraan roda empat lain.

Sekaitan itu diharapkan kepada instansi terkait untuk lebih proaktif untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan disejumlah titik yang mulai mengalami kerusakan guna menghindari terjadinya kecelakaan lalulintas jalan. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Pekan Salak Butuh Pembenahan

ONAN SALAK BUTUH PEMBENAHAN

Pakpak Bharat, Geta Pakpak

            Pusat pasar Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat butuh perhatian, pasalnya kondisi pekan Salak tersebut hinggga saat ini masih dengan kondisi memperihatinkan dengan bangunan dan tata kios yang belum memiliki aturan yang tepat. Pantauan wartawan dilapangan, Rabu, 25/01 terlihat sampah masih bertaburan dihampir seluruh areal pekan sehingga menciptakan kondisi kumuh.

            Selain itu aktivitas pasar yang terlihat semakin tinggi khususnya dihari Kamis dan Senin seharusnya sudah mendapat perhatian lebih serius mulai dari fasilitas berupa kios, sarana jalan dan parit serta areal perparkiran. Bukan hanya itu tingkat kebersihan areal pekan juga diharapkan dapat semakin ditingkatkan dengan memaksimalkan pemberdayaan para petugas kebersihan. Dengan demikian retribusi pemanfaatan areal pekan yang setiap hari pekan dikutip oleh instansi terkait Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dapat lebih tepat sasaran dan mendapat respon positif dari para pengguna kios. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Laskar Merah Putih Akan Didirikan Di Pakpak Bharat

FB-LMP PAKPAK BHARAT AKAN DIDIRIKAN DI PAKAPK BHARAT

Pakpak Bharat, Geta Pakpak

            Forum bersama Laskar Merah Putih (FB-LMP) Kabupaten Pakpak Bharat akan didirikan diwilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Hal disampaikan oleh Jun Sahata Cibro selaku pemegang Mandat FB-LMP No; 005/SM-MD/FB-LMP/SU/I/2012 untuk pendirian diwilayah Cabang kabupaten Pakpak Bharat, kepada wartawan pada Rabu, 25/01 dikatakan Jun bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan segera menyelesaikan struktur Pimpinan Cabang FB-LMP kabupaten Pakpak Bharat.

“Beberapa unsur kita telah lakukan koordinasi dan selanjutnya kita akan mengadakan koordinasi dengan pihak pemerintah Daerah dan TNI/POLRI serta dengan tokoh-tokoh masyarakat/agama yang terdapat di Kabupaten Pakpak Bharat yang nantinya semuanya itu akan kita rangkum dalam pembentukan struktur kepengurusan” ungkapnya. Lebih jauh dikatakan Cibro yang pada kesempatan tersbut didampingi oleh Henri Berutu juga selaku pemegang mandat menyampaikan harapannya mendapat dukungan penuh dari semua pihak sehingga sebagaimana dengan tujuan organisasi tersebut dalam waktu dekat akan berkibar bendera LMP yang akan mempersatukan seluruh komponen masyarakat Pakpak Bharat dalam mempertahankan berkibarnya Sang merah Putih. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Warga Nikmati Taman Kota Salak

WARGA NIKMATI PEMBANGUNAN TAMAN KOTA SALAK

Liputan Boman

Pakpak Bharat, Geta Pakpak

Pembangunan taman kota salak yang baru selesai dalam bulan ini telah dinikmati warga sekitar taman.

taman kota salak yang berdiri megah tepat didepan Pendopo Bupati kini dijadikan murid sekolah dasar yang telah pulang sekolah sebagai media bermain seperti mandi – mandi di kolam renang.

pembangunan taman kota dengan satu tugu yang berdiri kokoh ditengah taman mendapatkan kesan yang positif dari warga sekitar.

seperti dituturkan haposan banurea kalau pembangunan taman kota sekarang ini sangat baik dan juga telah menambah keindahan penataan kota salak disisi lain pembangunan taman kota tersebut merupakan satu pertanda yang khas atau salam  untuk setiap pengunjung yang datang  dari luar daerah karena posisi bangunan yang sangat strategis dan harus dilalui bila akan menuju lokasi perkantoran panorama indah delleng sindeka, ungkapnya. (Nuel)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Harga Hasil Pertanian Di Pekan Singgabur Stabil

HARGA HASIL PERTANIAN DI PEKAN SINGGABUR  STABIL
Liputan Boman           
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
            Harga hasil bumi berupa bahan-bahan pertanian yang diperjal belikan di Pekan Singgabur Kecamatan Sitellu Talu Urang Julu (STTU JULU) Kabupaten Pakpak Bharat tergolong stabil kecuali Cabe merah dan Cabe Rawit mengalami penurunan. Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di Pekan Singgabur pada Rabu, 25/01 selain Cabe komoditi Kopi juga mengalami perubahan harga dengan kenaikan harga Rp. 2.000,-/liter dari pekan lalu Rp. 23.000,-/liter menjadi Rp. 25.000,-/liter.
            Sementara harga Kemenyan tergolong stabil sebagaimana diungkapkan oleh Uba Tumangger petani Kemenyan Cikaok yakni dengan harga Rp. 97.000,-/Kg untuk jenis kemenyan terbaik. Harga jagung mengalami penurunan dari harga pekan yang lalu Rp. 2.500,-/Kg menjadi Rp. 2.100,-/Kg. penurunan harga yang paling signifikan adalah Cabe pekan lalu Rp. 25.000,-/Kg pekan ini hanya dengan harga Rp. 17.000,-/Kg sebagaimana disampaikan Bapak Litong Tumorang tokeh cabe lokal.

Posted with WordPress for BlackBerry.

IRIGASI LAE GARUT “DAHARI NDIA ASA MERLAE”

IRIGASI LAE GARUT “DAHARI NDIA ASA MERLAE”
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Kegiatan Proyek perbaikan Irigasi Lae Garut yang sejak lama
didambakan masyarakat Sitellu Tali Urang Julu (STTU JULU) Kabupaten
Pakpak Bharat untuk terbukanya ratusan Hektar lahan kosong menjadi
kawasan persawahan diharapkan dapat dikerjakan dengan baik sehingga
kawasan Lae Garut dapat kembali terbuka. Sejumlah warga yang sempat
ditemui wartawan mengaku senang dengan dilakukannya perbaikan irigasi
besar-besaran pada tahun anggaran 2011 tersebut, namunpun hingga saat
ini belum kunjung selesai.
Proyek dengan dana mencapai 3,6 M itu menurut pantauan wartawan media
ini di lapangan hingga saat ini proyek tersebut masih tahap
pengerjaan. Diharapkan pekerjaan tersebut dapat segera diselesaikan
dengan baik sehingga warga masyarakat dapat segera memanfaatkan lahan
yang terhampar disepanjang dari Namuseng hingga kaki Gunung Delleng
Raja dan Delleng Sindeka Salak.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Masyarakat Salak Sesalkan Pemadaman Listrik

MASYARAKAT SALAK SESALKAN PEMADAMAN LISTRIK
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Warga Pakpak Bharat sesalkan pemadaman listrik yang terjadi sejak
pagi hingga siang sekitar pkl. 14.30 WIB pada Selasa, 24/01 tanpa
adanya pemberitahuan dari pihak PLN Salak. Akibatnya sejumlah
aktivitas warga masyarakat dan Pemerintahan dan swasta mengalami
penundaan dan gangguan.
“Andailah pihak PLN memberikan pemberitahuan melalui media atau
pengumuman, maka kita sudah bisa mengalihkan pekerjaan yang
membutuhkan listrik” sesal Sanggup Boangmanalu warga Kota Salak yang
mengaku dalam aktivitasnya sangat membutuhkan arus listrik. Bukan
hanya itu kata Sanggup listrik padam kali ini terjadi cukup lama
hampir setengah hari. Ia berharap dihari-hari mendatang pihak terkait
dapat lebih jeli dalam melakukan pemadaman maupun memberikan
peringatan jika terjadi pemadaman listrik apalagi dalam durasi waktu
yang cukup lama.
Hingga berita ini diturunkan belum berhasil mengkonfirmasi pihak PLN
Salak terkait terjadinya pemadaman listrik diwilayah Salak Kabupaten
Pakpak Bharat.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Penyakit Aneh Diderita Anak 7 Tahun Dari Trutung Bulung Sibande

Penyakit Aneh, Pergelangan Dan Telapak Tangan Bengkak Kondisi terahir Abdal Zikri Banurea Asal Trutung Bulung STTU JEHE Penderita Penyakit Aneh Dan Gizi Buruk tersebut hingga saat ini masih terbaring Di RSUD Salak, Sabtu, 21 Januari 2012

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bupati: PEMKAB PAKPAK BHARAT MENUJU STANDAR MANAJEMEN MUTU SNI ISO 9001:2008

Bupati:
PEMKAB PAKPAK BHARAT MENUJU STANDAR MANAJEMEN MUTU SNI ISO 9001:2008
       Pakpak Bharat, Geta Pakpak
       Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA didampingi
Wakil Bupati Ir. H. Maju Ilyas Padang buka launching penerapan Sistim
Manajemen Mutu (MM) di jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
acara tersebut berlangsung pada Kamis, 19/01 di Aula Pemkab Pakpak
Bharat kawasan Panorama Indah Delleng Sindeka Salak yang dihadiri oleh
Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Holler Sinamo, MM Sekda Pakpak
Bharat, Ketua DPRD Pakpak Bharat, Assisten Deputi Pelayanan
Pemerintahan Umum Hukum dan Keamanan kemenpan Bapak Ir. Henrumal
Panjaitan, Biro Otda Setda Provsu Raider Sinuhaji, pimpinan SKPD, para
Camat sekabupaten Pakpak Bharat beserta tokoh-tokoh masyarakat Pakpak
Bharat.
       Dalam sambutannya Remigo Yolando Berutu, MBA menekankan pentingnya
penerapan Sistim Manajemen Mutu di jajaran Pemkab Pakpak Bharat
ditengah sulitnya menerapkan sistim tersebut sebagaimana sebelumnya
disampaikan asisten Deputi Pelayanan Pemerintahan Umum Hukum Dan
Kemanan Kemenpan RB Ir. Anrumal Panjaitan  beberapa waktu lalu.
“Penerapan Sistim Manajemen Mutu standard SNI ISO 9001:2008 dapat dan
mungkin dilaksanakan dan mungkin dilakukan di lingkungan Pemerintah
Pakpak Bharat. Mission imposiblle kita ubah menjadi Mission Possible”
tegasnya seraya membuka secara resmi Launcing Sistim Manajemen Mutu
tandard SNI ISO 9001:2008 yang ditandai dengan pemukulan gong.
       Disamping itu bapak Bupati juga menyampaikan tiga hal dalam bekerja
yakni berubah menjadi lebih baik, kemudian berbuat serta mudah-mudahan
akan berbuah menghasilkan buah yang manis. Kemudian kegiatan tersebut
dirangkai dengan pembacaan ikrar dan penandatangan komitmen oleh
seluruh jajaran Pemkab Pakpak Bharat.
       Pada kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pelaksanaan bimbingan
tekhnis kepada peserta tentang Sistim Manajemen Mutu Standard SNI ISO
9001:2008 yang disampaikan langsung oleh Assisten Deputi Pelayanan
Pemerintahan Umum Hukum dan Keamanan kemenpan Bapak Ir. Henrumal
Panjaitan. Dalam sambutannya ia menyampaikan kepada Pemerintah
Kabupaten Pakpak Bharat bahwa pihaknya telah menyediakan anggaran
untuk Pemkab Pakpak Bharat, dan sekaitan itu diharapkan Pemkab Pakpak
Bharat untuk memaksimalkan bantuan dan kerjasama dari pihaknya.
       Sementara Biro Otda Setda Provsu Raider Sinuhaji pada kesempatan
tersebut menyampaikan harapannya agar Pemkab Pakpak Bharat dapat
menjadi lokomotif dalam penerapan Sistim Manajemen Mutu Standard SNI
ISO 9001:2008 yang kelak dapat diikuti oleh Kabupaten lain. Sementara
Ketua DPRD Ir. Agustinus Manik dalam sambutannya menyampaikan dukungan
pihaknya terkait penerapan Sistim Manajemen Mutu Standard SNI ISO
9001:2008 melalui fungsi-fungsi lembaga yang dipimpinnya.

Remigo Yolando Berutu: Masyarakat Pakpak Bharat Harus Sejahtera

Remigo Yolando Berutu, MBA: Masyarakat Pakpak Bharat Harus Sejahtera
       Pakpak Bharat, Geta Pakpak
       Komitmen Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA
untuk membangun masyarakat Pakpak Bharat terus bergulir, berbagai
upaya konkrit terus dilakukannya. Mulai dari pembangunan infrastruktur
secara besar-besaran hingga pembenahan birokrasi terus dilakukannya.
Pada acara Open House yang dilakukan oleh pimpinan DPRD Pakpak Bharat
di Rumah Dinas Ketua DPRD kawasan Panorama Indah Delleng Sindeka,
Selasa, 17/01 Bupati Remigo Yolando Berutu, MBA pada sambutannya
mengajak seluruh komponen masyarakat Pakpak Bharat dan secara khusus
kepada seluruh anggota DPRD untuk bersinergi dalam merealiasi seluruh
pembangunan daerah.
       “Apapun ceritanya masyarakat Pakpak Bharat harus sejahtera, inilah
yang perlu kita capai bersama-sama” ungkapnya. Remigo Yolando Berutu,
MBA pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya sinergitas antara
lembaga pemerintah dengan pihak legislatif sehingga seluruh gerakan
pembangunan yang digerakkan pemerintah dapat berjalan lancar dan
sesuai dengan target-target yang diharapkan.
       Bukan hanya itu ia juga mengharapkan kepada pihak legislatif untuk
terus memberikan dukungan, masukan dan fungsi-fungsi pengawasan
sehingga pembangunan daerah Pakpak Bharat dapat berjalan sesuai dengan
visi dan misi yang telah dibuat sebelumnya.

Pos Lae Ikan Tangkap Sabu-sabu

POS POLISI LAE IKAN PAKPAK BHARAT TANGKAP SABU 0,44 GRAM
Pakpak Bharat, Geta Pakpak
Kepolisian Pakpak Bharat melalui Pos Lae Ikan Kecamatan Sitellu Tali
Urang Jehe (STTU JEHE) Kabupaten Pakpak Bharat berhasil menangkap
pembawa narkotika jenis Sabu dari seorang oknum bernama Joni Bancin
pada rajia yang dilakukan Pos Polisi Lae Ikan pada, Selasa, 17/01.
Informasi yang dihimpun wartawan dari pihak Kepolisian Pakpak Bharat
Kapos Lae Ikan AIPDA Donal Tambunan menyebutkan pihaknya yang dibantu
dari Polda Sumut berhasil menangkap 0,44 gram sabu-sabu.
Lebih jauh Pak tambunan menyebutkan bahwa barang bukti tersebut
berhasil ditangkap pada saat dilakukan swiping di perbatasan Sumut-NAD
Selasa dini hari sekitar pkl. 03.20 WIB di depan POS Polisi Lae Ikan
dari atas nama Joni Bancin umur 38 tahun dengan alamat Desa Lae Ikan
Kecamatan Penanggalen Pemko Subulussalam dengan membawa 0,44 gram
sabu-sabu. Hasil tangkapan yang dilakukan di Pos Lae Ikan tersebut
langsung dibawa ke Polres Pakpak Bharat untuk selanjutnya dilakukan
pemeriksaan terhadap oknum yang ditangkap bersama barang bukti.
KOMPOL Bulmar Pasaribu Wakpolres Pakpak Bharat saat dikonfirmasi pada,
Rabu, 18/01 mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan
pemeriksaan termasuk tes urine. “Nanti kita akan berikan informasi
lebih jauh, tapi yang pasti sampai saaat ini kami masih melakukan
pemeriksaan” ungkapnya.

Bupati Pakpak Bharat Sukses Laksanakan Open House

SUKSES OPEN HOUSE PEMKAB PAKPAK BHARAT
       Pakpak Bharat, Geta Pakpak
       Sukses pelaksanaan Open Hause Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat
dihadiri ribuan masyarakat umum yang dilaksanakan di Pendopo Bupati
Pakpak Bharat pada Jumat, 06/12. Pendopo yang awalnya hanya dipadati
para PNS sejak sekitar pukul 11.00 dimulainya acara masyarakat
berbondong-bondong memadati lingkungan pendopo hingga berdesakan.
“Berbeda seperti sebelumnya, kali ini Open House lebih dipadati oleh
masyarakat umum, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan
pemuda” ungkap Tigan Solin Pemerhati masyarakat Pakpak Bharat
berkomentar.
       Pada sambutannya Tokoh Masyarakat Pakpak Bharat menyampaikan rasa
terimakasih dan apresiasinya terhadap kepemimpinan Remigo Yolando
Berutu, MBA yang lebih mendekatkan Open House dengan masyarakat awam.
Sementara Ketua MUI Pakpak Bharat menyampaikan pentingnya penguatan
rasa persatuan dan toleransi antar umat beragama. Pada kesempatan yang
sama Ketua DPRD Pakpak Bharat Ir. Agustinus Manik pada pidatonya lebih
menekankan pentingnya penguatan pembangunan daerah terlebih dalam
mensinergikan seluruh kekuatan yang dimiliki Pakpak Bharat dalam
kerangka suksesnya pembangunan daerah 2012.
       Kapolres Pakpak Bharat AKBP G. Reinhard Gultom Sik pada kesempatan
tersebut atas nama kepolisian Pakpak Bharat menyampaikan permohonan
maaf kepada masyarakat Pakpak Bharat atas apa yang tidak berkenan
dihati masyarakat dihari-hari sebelumnya. Selain itu ia mengajak
seluruh komponen untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di Pakpak
Bharat.
       Sementara Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA
pada pidatonya mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah
Pakpak Bharat untuk lebih membuka diri dalam menjalani tahun 2012.
Disamping itu ia juga menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan
pihaknya diakui belum dapat memuaskan semua pihak, untuk itu pada
tahun 2012 ia mengajak semua pihak untuk lebih gigih dalam bekerja
terlebih kepada pihaknya untuk meningkatkan dan memperbaiki
pembangunan daerah. “Kemajuan kita bukanlah dari oranglain melainkan
dari diri kita sendiri. Mari bersatu-padu memajukan Pakpak Bharat yang
kita cintai ini” ujarnya.
       Usai menyampaikan pidatonya Bupati yang didampingi Wakil Bupati Ir.
Maju Ilyas Padang, Sekda Pakpak Bharat Hotler Sinamo, MM dan seluruh
jajarannya bersama seluruh undangan melaksanakan santap siang sembari
dihibur penyanyi-penyanyi Pakpak antara lain Trio Karina, Trio Sada
Arih. Tampak hadir juga Kapolres Pakpak Bharat dan Wakapolres B.
Pasaribu, Jenni Berutu Ketua Jaringan Sindeka, Ketua MPC PP Antoni
Berutu, Fahrudin Kudadiri, IKPPI, Sekjen DPC Demokrat Dosma Anakampun,
Pengurus Perpi, Danramil, Kapolsek para Camat, Para Kepala Desa dan
seluruh undangan.

Jenny Berutu Minta Pemberdayaan Penyuluh Kesehatan

Jenny Berutu Minta Pemberdayaan Penyuluh Kesehatan
       Pakpak Bharat, GetaPakpak
       Untuk meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat Pakpak Bharat
dalam kerangka mencapai keseimbangan pembangunan disetiap sektor
diharapkan kepada Pemkab Pakpak Bharat untuk lebih memberdayakan para
penyuluh kesehatan. Hal tersebut disampaikan Jenny RL Berutu, MKn
kepada wartawan Jumat, 13/01 menanggapi pertumbuhan pembangunan daerah
yang dirasakan cukup signifikan khususnya disektor infrastruktur dan
pendidikan.
       “Selama ini yang lebih banyak kita dengar kan pemberdayaan Penyuluh
pertanian, nah ini kita harapkan kepada Pemkab Pakpak Bharat melalui
instansi terkait untuk memberdayakan para penyuluh kesehatan, sehingga
dalam waktu yang tidak terlalu panjang masyarakat kita dapat hidup
dilingkungan yang sehat” paparnya. Bukan hanya itu Jenny juga
menyampaikan bahwa menurutnya Pemkab Pakpak Bharat selama ini sudah
menunjukkan keseriusannya dalam membangun kesehatan masyarakat, namun
di beberapa hal masih perlu mendapat perhatian seperti sosialisasi
telah diluncurkannya Jamkesmas dan Jamkesda.
       Menurutnya bagi sebagian warga masih belum memahami haknya untuk
mendapatkan jaminan kesehatan melalui program tersebut, sehingga
banyak diantara warga setelah sakit baru datang ke Rumah Sakit maupun
ke Puskesmas. Namun demikian ia mengatakan pentingnya kesadaran
lingkungan sehat. “Jangan adalagi hendaknya rumah tanpa MCK, demikian
juga dengan makanan. Untuk makanan sehat kita tidak harus beli. Kita
bisa ciptakan dilingkungan rumah dengan menanam sayuran dan tanaman
obat-obatan” pungkasnya.

Pemerintah Benahi Lokasi Eluh Br Tinambun Delleng Simpoon

Pemerintah Benahi Lokasi Eluh Br Tinambun Delleng Simpoon

Pakpak Bharat, GetaPakpak
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat ditengah tingginya upaya menembus
batas hutan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan di Kawasan Hutan
Delleng Simpoon lakukan pembenahan. Kawasan puncak Delleng Simpoon
yang menjadi salah satu tujuan wisata yang hendak dikembangkan hasil
pantauan wartawan pada, Senin, 16/01 terlihat kegiatan pembangunan
jalan dan pembenahan lokasi Legenda Eluh br Tinambun yang terletak
tepat di perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat dengan Humbang Hasundutan.
Saat kunjungan wartawan media ini terlihat sejumlah pengunjung
mendatangi lokasi Eluh br Tinambun yang dikenal memiliki sisi mistis,
dimana air yang konon ceritanya tidak pernah habis itu dijadikan
tempat persinggahan sembari cuci muka. Upaya pembenahan yang dilakukan
pemerintah Pakpak Bharat itu sangat mendapat dukungan dari warga
Pakpak Bharat dan warga Humbahas khususnya mereka yang bermukim di
wilayah Tanah Pakpak yang meliputi Kecamatan Parlilitan dan Kecamatan
Tara Bintang.
“walaupun kawasan ini masuk ke wilayah kabupaten Pakpak Bharat namun
penduduk dari Humbahas khususnya dari Parliliten dan Tara Bintang juga
memiliki rasa tanggungjawab dengan kawasan ini karena adanya
peninggalan Budaya Eluh br Tinambun” ungkap Pak Bancin yang sempat
berkomunikasi dengan wartawan setelah ia dan anggota keluarganya
melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki dari Humbahas.

BUPATI RESMIKAN LISTRIK NAMUSENG

BUPATI PAKPAK BHARAT RESMIKAN JARINGAN LISTRIK NAMUSENG
Pakpak Bharat, Waspada
Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu MBA resmikan
penggunaan Jaringan Listrik di Desa Lae Langge Namuseng Kecamatan
Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE), Kamis, 22/12. Pengembangan
jaringan listrik Namuseng tersebut merupakan salah satu program utama
dari beliau dalam satu tahun kerjanya. “
“Satu tahun pertama kepemimpinan saya sebelum duduk menjadi Bupati
sudah saya ikrarkan sebelumnya dan selamat menikmati kepada masyarakat
Namuseng” ungkap Bupati. Lebih jauh pada pidatonya disampaikan bahwa
tercapainya keinginan masyarakat Namuseng tersebut juga berkat
dukungan pihak Legislatif yang telah meloloskan anggarannya, dimana
pada kesempatan tersebut juga dihadiri langsung Ketua DPRD Agustinus
Manik, Sonny berutu, Antoni Berutu, Lukman Padang dan anggota lainnya.
Disamping itu Bapak Bupati Remigo Yolando Berutu MBA juga kembali
mengajak pihak legislatif untuk melihat kawasan-kawasan lain di Pakpak
Bharat yang hinggasaat ini masih ditemukan belum masuk jaringan
listrik, sehingga kedepan pada tahun anggaran 2012 dapat juga segera
diterangi listrik. Sementara listrik tenaga surya yang sebelumnya
sudah terdapat di kawasan tersebut ditegaskan Bupati agar segera
dikembalikan kepada pihak Pemerintah Pakpak Bharat.
Usai menyampaikan pidatonya ditengah hujan deras Bupati
menandatangani prasasti dimulainya penggunaan listrik PLN tersebut
yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Wakil Bupati Ir. H. Maju
Ilyas Padang, Sekda Drs. Hotler Sinamo, MM beserta sejumlah pimpinan
SKPD antara lain, Kadis Kehutanan. M Gajah, Kadis PU M. Simanjuntak,
Kadis Perindagkop, Kadis Sosial dan alinnya.
Tokoh masyarakat Namuseng Ringgas Berutu pada kesempatan tersebut
menyampaikan bahwa setelah diresmikannya penggunaan jaringan listrik
tersebut mereka baru menikmati kemerdekaan. “Mulai saat inilah kami
menikmati kemerdekaan dari kegelapan” ungkapnya disertai gelak tawa.
Dengan tercapainya keinginan masyarakjat tersebut ia menegaskan kepada
Kepala Daerah, masyarakat Namuseng siap menerima arahan untuk saling
bergandeng tangan dan mensukseskan program-program Pemerintah.
Kadis Kehutanan Pakpak Bharat ketika dikonfirmasi menyangkut kegiatan
tersebut menyampaikan bahwa pengembangan jaringan listrik tersebut
menelan biaya mencapai Rp. 1,8 M yang dikerjakan oleh rekanan PT.
Aston Tekhnik pimpinan Kamta Sembiring.

BAGE-BAGE DABERRU

Tipe wanita dilihat dari CDnya:
Pake CD sampe ke puser : LUGU
Pake CD mini : NAKAL
Pake berenda : KEIBUAN
Nggak pake CD : PENUH PENGERTIAN

JALAN UTAMA PEMKAB PAKPAK BHARAT DIBENAHI

Jalan utama Pemkab Pakpak Bharat Sindeka Salak Sedang diperbaiki dalam rangka pembenahan dan pelebaran

TOGE TURAH IEGUNG

Modal Sabar

Suatu sore Paijo datang ke Dokter ahli THT, karena telinganya tak sengaja kemasukan biji kacang hijau sewaktu dia beli sesuatu di pasar…

Dan inilah percakapannya:
Dokter : “Selamat sore…”
Paijo : “Selamat sore Dok!”
Dokter : “Ada keluhan apa …?”
Paijo : “Telinga saya kemasukan biji kacang hijau, Dok…”
Dokter : “Mari tiduran saya periksa telinga anda!”
Dokterpun lalu memeriksa telinganya,dan rupanya biji kacang tersebut cukup susah di ambil malah mungkin di operasi.

Dokter : “Ada 2 cara untuk mengeluarkan biji tersebut…?”
Paijo : “Apa saja dok?”
Dokter : “Operasi kecil biayanya 2 juta dan ada yang gratis…”
Paijo : “Mahal amat Dok, kalau yang gratis bagaimana?”
Dokter : “Cuma modal sabar…”
Paijo : “Baik, saya sabar, dan bagaimana caranya…?”
Dokter : “Anda sirami telinga anda 2 kali sehari dan nanti jika sudah jadi “toge” anda tinggal tarik keluar.”

SELAMAT HARI SABTU

Selamat Hari SABTU.
Minumlah teh manis dg gula BATU
Jauhkanlah sifat2 yg tak TENTU
Jika pergi kuncilah PINTU
Jika perlu carilah PEMBANTU
Sebelum kerja mintalah doa RESTU
Supaya masa depanmu JITU
Dan jadilah yang nomer SATU

Oke,lah kalau BEGITU

Njuah Njuah Pembaca GeTA_PAKPAK.COM

Mendahiken kene sinaing menampilken tulisen, berita manangpe artikel atau manang kade tentang pakpak silahkan kirim ke email boeangsaoet@gmail.com. lias ate njuah2….

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.391 pengikut lainnya.