Lowongan Kerja

Surat Kabar Mingguan Tribun Merdeka

1. Membutuhkan Wartawan/i Diseluruh Kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
2. Bagian Periklanan, Dengan Gaji Rp. 1Jt/bln + Uang BBM 100rb/minggu (syarat: min. Lulusan SMA, memiliki Kendaraan Roda 2 +Sim C)

Berminat..,
Hubungi: Redaksi Tribun Merdeka Di: Jl. Pijer Podi, No: 43A Sp. Pos Padang Bulan Medan
Hp: 082165193433
Pin: 2158D1C3

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

Bupati Remigo Berutu (Kedua Dari Kanan) Dan Azwar Abubakar (Ketiga dari kanan) Foto bersama

MENTRI PAN & RB NYATAKAN PAKPAK BHARAT TERBAIK PELAYANAN PUBLIK TINGKAT NASIONAL

Geta Pakpak
Kabupaten Pakpak Bharat setelah sebelumnya telah diiutsertakan menjadi peserta tingkat Nasional Kompetisi CIBAN, akhirnya tercatat sebagai Kabupaten salah satu dari 13 Penghargaan Citra Bakti Abdi Negara (CIBAN) yang disediakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi (KEMENPAN Dan RB). Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA selaku Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang telah memberikan yang terbaik bagi Kabupaten pimpinanya.
Penghargaan CIBAN adalah hasil penilaian kinerja Pimpinan daerah terhadap penyelenggaraan pelayanan publik didaerahnya, mulai dari Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Penilaian tersebut diambil berdasarkan penilaian langsung oleh pihak Kemenpan langsung ke Kabupaten/Kota Se-Indonesia pada tahun 2011 yang lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Grand Ballroom Balai kartini, Kuningan Jakarta, Kamis 28/03/2013 yang diserahkan langsung oleh Mentri KEMENPAN Dan RB Bapak Ir. H. Azwar Abubakar.
Kepada wartawan usai menerima Penghargaan CIBAN, Bupati Remigo menyampaikan komitmenya bersama jajaran pimpinya sejak memimpin tahun 2010 di daerah yang 83% luas wilayahnya adalah hutan lindung itu telah memulai kerja keras, kerja cerdas serta ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas. “Ada tidaknya penilaian Ciban, kita sejak awal memang telah memulai bekerja berorientasi untuk pelayanan publik. Konsen untuk pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Itu yang saya dan jajaran Pemkab Pakpak Bharat lakukan” terang Remigo. Dengan nada bergurau, Bupati Remigo yang dikenal dengan sebutan RYB itu menyebutkan ia bahkan sudah lupa jika ada penilaian Ciban oleh Kemenpan. “Syukurlah penilaian ini juga telah menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan prestasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat” katanya.
Ia mengharapkan, kedepan Pemerintahan Kabupaten Pakpak Bharat dapat terus melakukan reformasi birokrasi kearah yang lebih baik lagi. “Prestasi ini merupakan kebanggan kita semua elemen masyarakat Pakpak Bharat dan jajaran Pemerintah Pakpak Bharat yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dikemudian hari” tandasnya. Pada saat menerima Penghargaan Bupati Remigo didampingi plt. Asisten Pemerintahan Sahat Banurea, S.Sos, Kabag Humas Kastro Manik, S.Sos. Kepada wartawan Kastro Manik menyampaikan bahwa sebelumnya dari tingkat Propinsi, 4 Kabupaten dari Sumut diikutsertakan mengikuti Penilaian Ciban Tingkat Nasional yakni Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Dan berdasarkan penilaian Tim Penilai Kemenpan Dan RB tingkat Nasional yang telah turun langsung ke Kabupaten Pakpak Bharat akhirnya mencatatkan Kabupaten Pakpak Bharat pimpinan Remigo Yolando Berutu, MBA sebagai peserta terbaik. Pada kesempatan pemberian penghargaan tersebut Kemenpan dan RB Ir. H. Azwar Abubakar menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pelayanan terbaik, para Kepala Daerah telah melakukan reformasi birokrasi.
“Genderang perang terhadap birokrasi telah ditabuh. Butuh keberanian dan komitmen kepala daerahnya masing-masing dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat pimpinanya masing-masing” tegas Kemenpan. Prestasi gemilang tersebut merupakan satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Utara. Ke 13 penerima Penghargaan Ciban tersebut adalah 5 Kabupaten/Kota dari Jawa Tengah yakni: Kabupaten Kudus, Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, kota Magelang dan Kota Pekalongan. 3 Kabupaten/Kota dari Jawa Barat antara lain: Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. 1 dari DIY yakni Kabupaten Sleman. Diluar Pulau Jawa, 1 Kabupaten dari Bali yakni Kota Denpasar, 1 dari Sumatera Selatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu dan 1 dari Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Pinrang. **

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

Salah satu lahan produksi Gambir Di Kecamatan Siempat Rube Pakpak Bharat

10 TAHUN TANAM GAMBIR, HARGA SEMAKIN NAIK
Geta Pakpak
Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam Peningkatan produksi Gambir, petani setempat semakin bergairah mnelakukan perluasan dan peningkatan produksi Gambir yang dikelola melalui usaha keluarga. Cintang Berutu salah seorang petani gambir Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) saat ditemui dikediamanya, Rabu, 03/04/2013 mengaku senang dengan program Sejuta Gambir yang telah digelontorkan oleh pemkab Pakpak Bharat sejak tahun anggaran 2012. “Bagaimanapun kedepan harga gambir pasti akan semakin naik” katanya.
Berbekal pengalaman mengelola gambir dalam 10 tahun terakhir Cintang Berutu bersama keluarganya terus melakukan pengembangan usaha Gambirnya yang dikelola secara keluarga dilingkungan pemukimannya. “Saat ini juga telah terjadi kenaikan harga dari sebelumnya hanya Rp. 15.000,-/Kg, kini menjadi Rp. 24.000,-/Kg” katanya. Sejalan dengan itu Berru Berutu berharap ia akan mendapat suntikan dana melalui Kredit Nduma Pakpak Bharat (KNPB) yang selama ini telah juga digulirkan oleh pihak Pemnkab Pakpak Bharat melalui Dinjas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM.
Dengan demikian perluasan serta peningkatan produksi gambir yang menjadi tujuan pertanianya akan lebih rasional ditengah semakin sulitnya mendapatkan Gambir didunia pasar. Petani Gambir Pakpak Bharat berjanji akan semakin menaikkan produk mereka jika kedepan Pemerintah Pakpak Bharat melalui BUMBD Gambir dapat memberikan jaminan pasar dan harga. **

Jenny RL Berutu: PERTUMBUHAN EKONOMI DIIKUTI TINGGINYA KEBUTUHAN PASAR

Pasar Dadakan Tradisionil Di Resdes

Pasar Dadakan Tradisionil Di Resdes

Jenny RL Berutu:
PERTUMBUHAN EKONOMI DIIKUTI TINGGINYA KEBUTUHAN PASAR
Geta Pakpak
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal adalah semakin tingginya kebutuhan dan aktivitas ekonomi di pasar-pasar. Demikian terlihat pada aktivitas warga Resdes dan sekitarnya yang selama ini belum memiliki pusat pasar (red- fasilitas pekan) kini mulai menumbuhkan aktivitas dagang di sekitar pemukiman mereka. “Ini salah satu ciri semakin bertumbuhnya ekonomi masyarakat setempat, jual beli barang kebutuhan sehari-hari semakin dekat dengan warga” ujar Pemerhati Masyarakat Pakpak Bharat Jenny RL Berutu, Jumat, 05/04/2013 menanggapi semakin tingginya kebutuhan fasilitas pasar bagi masyarakat Pakpak Bharat.
Bukan hanya dipusat kota, namun disejumlah tempat ditingkat Desa warga masyarakat pada hari-hari tertentu telah memulai aktivitas dagang dilingkungan pemukiman mereka. “Kondisi ini harus disahuti oleh Pemerintah kita, kendatipun tidak langsung membangun arena pekan, namun harus ada pemetaan maupun perencanaan secara terjadwal dan terukur” katanya. Ditambahkan dia, di beberapa tempat yang sudah mulai terlihat aktivitas pasar secara tradisionil antara lain di Resdes yang berlangsung setiap hari Kamis, hanya berjarak sekitar 5 KM dari Pekan Jambu Mbellang, selain itu ada juga di Dusun Natam yang juga tidak jauh dari Pekan Penggegen Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE).
Kata dia, kebutuhan warga masyarakat desa terkait pembangunan pusat-pusat pasar ditingkatan desa harus segera mendapat respon dari pemerintah dengan pemfasilitas warga mengembangkan usahanya masing-masing.**

Kebersihan Kota Minus Perhatian

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN

JALAN PROTOKOL SALAK MINUS KEBERSIHAN
Geta Pakpak
Jalan Protokol Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat minus perhatian. Sejumlah titik sepanjang Kota Salak membutuhkan perhatian petugas kebersihan dan penataan, sehingga kesan kumuh yang masih melekat khususnya disekitar areal Pekan Salak dapat segera berubah asri.
Sampah yang bertaburan disekitar Pekan Salak menurut keterangan sejumlah warga selalu mewarnai kawasan itu. “Apalagi Hari Kamis dan Jumat sepanjang Pekan Salak selalu penuh sampah ditambah musim hujan semua jadi kacau” ujar Banurea warga Salak, Sabtu, 05/04/2013. Sementara petugas kebersihan yang seharusnya lebih proaktif melakukan petugas kebersihan hanya bekerja terjadwal. Untuk itu diharapkan kepada instansi terkait untuk dapat menambah petugas kebersihan Kota, sehingga pembersihan kawasan kota dapat lebih ditingkatkan lagi. **

Prediksi Kelulusan UN SMAN 1 Salak 60%

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK

KASEK; PREDIKSI KELULUSAN 60% SISWA SMAN 1 SALAK
Geta Pakpak
Tingkat kelulusan UN di SMAN 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat diperkirakan hanya berkisar 60% dari 144 peserta Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan pertengahan April tahun ini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Salak Pakpak Bharat Seram Berutu, MM, Sabtu, 05/04/2013 saat dikonfirmasi wartawan terkait kesiapan siswa/i di Pakpak Bharat tahun 2013.
“Perkiraan saya itu berdasarkan upaya dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa dengan telah diterapkanya sistim pelaksanaan soal ujian fariasi” katanya. Diterangkan dia, selama empat bulan pihaknya telah melaksanakan bimbingan bagi para anak didik, ditambah Try Out yang diselenggarakan beberapa pihak seperti Dinas Pendidikan Pakpak Bharat, lembaga-lembaga pendidikan non pemerintah dan oleh sekolah itu sendiri.
Tingginya tingkat kesulitan yang akan dihadapi siswa, dikatakan Seram Berutu peluang penentuan kelulusan yang hanya dimiliki sekolah 40% tetap akan cukup sulit untuk meluluskan 100% siswa sekolahnya. “Bayangkan satu ruangan ada 20 siwa yang mengikuti ujian dengan 20 fariasi soal, belum lagi poengawasan yang dilakukan cukup ketat” ujarnya. Sekaitan itu kedepan harapanya, UN dapat dilakukan hanya untuk pemetaan kwalitas siswa dan bukan syarat kelulusan. Sementara syarat nilai kelulusan yang harus dicapai siswa minimal 5,50 dengan persentase penentuan kelulusan, 60% ditentukan hasil UN dan 40% ditentukan sekolah masing-masing. **

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN

JARINGAN LISTRIK PAKPAK BHARAT RAWAN KEBAKARAN
Geta Pakpak
Permasalahan listrik PLN di Kabupaten Pakpak Bharat tampaknya tidak akan ada habisnya. Setelah mendapat kecaman keras dari hampir semua kalangan terkait pemadaman listrik yang semakin sering terjadi, kini permasalahan pemeliharaan jaringan juga menimbulkan keresahan bagi sejumlah warga yang disekitar pemukimanya terdapat kerawanan. Salah satu jaringan listrik PLN yang rawan kebakaran terlihat pada salah satu tiang sambungan yang berada di Resdes. Kabel listrik dan tiang yang terpasang di sekitar tanaman bambu didekat pemukiman warga sejak lama telah mengakibatkan kekhawatiran, pasalnya kabel listrik dengan tegangan tinggi hanya berjarak satu hingga dua jengkal dari batang-batang bambu.
Pantauan langsung kelokasi, Jumat, 04/04/2013 terlihat tiang dan kabel listrik PLN yang bertegangan tinggi dalam kondisi lembab karena selalu diteduhi daun dan batang bambu yang hanya beberapa jengkal saja. Namun hingga saat ini upaya pemindahan maupun penebangan tanaman bambu tersebut tidak ada. Kondisi tersebut menyebabkan keresahan yang tinggi bagi warga, “Ini bukan hanya persoalan warga setempat, namun jika kebakaran tersebut terjadi maka ke kawasan lain juga akan berakibat fatal dan terpaksa dilakukan pemadaman” kritik warga.**

Jalan Gorat Disesak Semak

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT

JALAN GORAT SIEMPAT RUBE MENYEMPIT
Geta Pakpak
Jalan menuju Dusun Gorat Siempat Rube Pakpak Bharat mengalami penyempitan setelah dilakukan pengaspalan, sementara sebelumnya warga sangat mengharapkan dilakukanya pembangunan jalan aspal tersebut. Penyebab utama penyempitan jalan tersebut karena semakin hari semakin disesak semak belukar, sementara perawatan jalan tidak dilakukan oleh pihak-pihak terkait termasuk oleh pemerintah desa yang seharusnya secara proaktif menggerakkan warganya untuk melakukan gotong-royong membersihkan jalan. Disamping itu sepinya penggunaan jalan juga menjadi penyebab semakin menyempitnya badan jalan.
Hampir sepanjang jalan dari Resdes terlihat badan jalan diselimuti semak belukar, seperti yang terlihat saat media ini melakukan pantauan langsung kelokasi, Jumat, 04/04/2013. “Dengan telah dibangunya jalan tersebut warga setempat seharusnya lebih menikmati kue pembangunan, namun jika faktanya penggunaan jalan hanya sebatas kendaraan roda dua, maka diperlukan evaluasi” ujar J. Boangmanalu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat. Kata dia lagi, seyogianya masyarakat setempat meningkatkan aktivitasnya maka manfaat pembangunan jalan tersebut akan semakin dirasakan yang dapat dilihat dari semakin meningkatnya produksi pertanian maupun perluasan pertanian di kawasan tersebut.**

PEKERJAAN PEMBUKAAN JALAN PERLU PENGAWASAN

Pembukaan Jalan Butuh Pengawasan Serius

Pembukaan Jalan Butuh Pengawasan Serius

PEKERJAAN PEMBUKAAN JALAN PERLU PENGAWASAN
Geta Pakpak
Sejumlah kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah di Kabupaten Pakpak Bharat masih membutuhkan pengawasan ekstra keras. Pasalnya sejumlah kegiatan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilakukan oleh pihak ketiga maupun oleh Pemerintah sendiri secara swakelola minim kwalitas. Demikian halnya kegiatan yang sama yang dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM). Salah satu kegiatan yang minim kwalitas seperti pada pekerjaan pembukaan dan pengerasan jalan yang dilakukan Resdees iwilayah Siempat Rube, beberapa minggu setelah dilakukan penyelesaian, pada saat digunakan warga langsung mengalami kerusakan. Diduga kuat pekerjaan-pekerjaan yang minim kwalitas tersebut tidak dilakukan perataan dengan walas, sehingga badan jalan tidak padat dan susunan batu padas tidak kokoh. “Lemahnya kwalitas pekerjaan itu terutama disebabkan oleh tidak adanya pengawasan, baik itu dari instansi terkait pelaksana kegiatan, maupun dari penegak hukum termasuk inspektorat yang terkesan hanya pelengkap belaka” ujar Zulkarnai Berutu pemerhati pembangunan Pakpak Bharat, Jumat, 05/04/2013. Untuk itu kata dia, diperlukan komitmen Pihak-pihak penyelenggara khususnya para pengawas pekerjaan internal yang dapat dioptimalkan melalui evaluasi pimpinan daerah. **

KUBE NDUMA JAMBU MBELLANG KEMBANGKAN TANAMAN CABE

Lahan Pengembangan Cabe Kelompok Nduma Jambu Mbellang di lahan pertanian Baek Padang

Lahan Pengembangan Cabe Kelompok Nduma Jambu Mbellang di lahan pertanian Baek Padang

KUBE NDUMA JAMBU MBELLANG KEMBANGKAN TANAMAN CABE
Geta Pakpak
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Nduma Jambu Mbellang Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat yang mendapat bantuan keungan dari Dinas Sosial, mengembangkan tanaman Cabe merah. Menurut penuturan Sekretaris Kube Nduma, kelompoknya mendapatkan bantuan untuk kedua kalinya setelah tahun sebelumnya juga telah berhasil mengembangkan tanaman Cabe di lahan-lahan pertanian anggota kelompoknya. Kamis, 04/04/2012.
Pengembangan tanaman cabe tersebut dilakukan secara tumpang sari di lahan-lahan pertanian warga. “Dengan tumpang sari kami mendapatkan dua kali untung, selain membuat bersih tanaman tua yang terdapat di lahan tersebut, setelah enam bulan secara bersama-sama kami seluruh anggota kelompok akan memanen hasil” katanya. Hingga saat ini kelompok tersebut dikatakan dia telah menyelesaikan penanaman 3.000 batang pada lahan anggota Baek Padang dengan tiga mulsa (red- tiga jalur panjang berkisar 25 meter).
Pendamping Kube Citra Boangmanalu menyampaikan bahwa Kelompok Binaanya tersebut sejak tahun 2009 telah melakukan beberapa kali penanaman cabe secara berkelompok dengan hasil yang cukup membantu ekonomi keluarga. Harapanya kedepan kelompok dampinganya itu akan dapat bantuan dan binaan yang lebih baik lagi sehingga dapat menjadi contoh bagi petani sekitar. **

MEJAN BOANGMANALU KUTA PAYUNG TERSESAK PEMUKIMAN

Mejan/Situs Budaya Pakpak

Mejan/Situs Budaya Pakpak

MEJAN BOANGMANALU KUTA PAYUNG TERSESAK PEMUKIMAN
Geta Pakpak
Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat situs (red-Mejan) Boangmanalu Kuta Payung semakin tersesak. Kini benda budaya bersejarah milik Marga Boangmanalu Lebuh Kuta Payung itu seolah menjadi barang tidak berharga yang hanya teronggok disamping salah satu rumah warga setempat.
Pantauan media ini, Sabtu, 06/04/2012 nasib Mejan Boangmanalu Kuta Payung sangat memperihatinkan. Tanpa perawatan, sehingga rawan pencurian seperti yang terjadi bpada Mejan Kuta Jojong beberapa waktu lalu yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi Mejan Kuta Payung. “Perlu dilakukan perawatan dan perlindungan dengan memasang gubuk ataupun pemagaran secara lebih baik” ujar N. Boangmanalu pemerhati benda Budaya Pakpak. Pemerintah Pakpak Bharat melalui Dinas Kebudayaan diharapkan secara proaktif dapat melakukan upaya pembenahan lokasi.**

Koperasi Meduk Salak Tinggal Nama

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR

GEDUNG KOPERASI DI INTI KOTA SALAK TERLANTAR
Geta Pakpak
Gedung Koperasi Meduk yang berdiri di inti Kota Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat terlantar. Gedung berukuran sekitar 15 x 10 meter itu menurut keteangan warga sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, namun dalam sepuluh tahun terakhir gedung tersebut tidak lagi pernah difungsikan dan menciptakan kesan kumuh.
Bangunan yang sempat menumbuhkan perekonomian Kota Salak itu melalui aktivitas perkoperasianya disebut-sebut adalah milik pemerintah Propinsi Sumatera Utara. “Pra pemekaran Pakpak Bharat, gedung ini sangat bermanfaat dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan dikota ini selain pasar, namun sayang kini hanya menjadi pajangan dan menimbulkan kekumuhan” ujar D. Anakampun warga Salak, Sabtu, 06/04/2013. Harapan warga, gedung tersebut dapat kembali difungsikan atau diserahkan kepada Pemerintah Pakpak Bharat untuk dapat dimanfaatkan untuk gedung koperasi masyarakat lokal. **

PARTAI DEMOKRAT PAKPAK BHARAT SIAP DAFTARKAN BACALEG KE KPU

PARTAI DEMOKRAT PAKPAK BHARAT SIAP DAFTARKAN BACALEG KE KPU
Geta Pakpak
Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat siap daftarkan Bakal Calon Legislatif (BACALEG) tingkat Kabupaten ke KPU. Demikian disampaikan Dosma Anakampun Sekretaris DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat, Sabtu, 06/04/2013 disela-sela persiapan Bacaleg Partai pimpinan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA di Kabupaten Pakpak Bharat itu.
Sejumlah nama yang sudah mendaftar ke partai tersebut dikatakan Dosma telah dilakukan seleksi ditingkat Tim Penjaringan yang diketua dirinya sendiri. “Tinggal nama-nama tersebut akan difinalkan ditingkat dewan Pimpinan Cabang yang akan dilaksanakan tanggal depalan April nanti” katanya. Untuk itu kata Dosma, kepada para Bacaleg untuk mempersiapkan diri serta melengkapi seluruh kekurangan berkas administrasi termasuk mental untuk nanti dipanggil oleh Dewan Pimpinan Cabang secara lisan.
Dan setelah pendaftaran diharapkan segera melakukan kerja-kerja politik ke tengah-tengah masyarakat. “Tidak perlu lagi janji-janji yang perlu kita buktikan abdi kita kepada masyarakat dengan bukti nyata melalui aktivitas kita masing-masing” tegas Dosma. **

Demokrat, politik lokal

Demokrat, politik lokal

JEMBATAN SEPANJANG STTU JEHE MENGALAMI KERUSAKAN PENYANGGA

JEMBATAN SEPANJANG STTU JEHE MENGALAMI KERUSAKAN PENYANGGA
Geta Pakpak
Jembatan sepanjang jalan dari Kawasan Penggegeen hingga Lae Ikan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) Kabupaten Pakpak Bharat hampir semua tanpa lengan atau tiang penyangga. Ketiadaan lengan jembatan tersebut diduga hilang karena tidak adanya perbaikan setelah tersenggol maupun tertabrak kendaraan. Dengan kondisi seperti itu tingkat kerawanan lalulintas jalan sepanjang kawasan tersebut akan semakin tinggi.
Pantauan langsung kesepanjang jalan tersebut, Senin, 01/04/2013 sebahagian besar dari kerusakan bahu jembatan disebabkan tertabrak kendaraan besar seperti truk dan bus-bus lintas Sumut-NAD. Walaupun sudah mengalami kerusakan, namun tidak terlihat upaya perbaikan oleh instansi terkait. Untuk itu diharapkan kepada instansi terkait pada Pemerintah Pusat yang menjadi pengelola jalan dapat segera melakukan cek dan ricek serta mendata keseluruhan jembatan yang perlu mendapat perbaikan. Sehingga kenyamanan bagi pengguna jalan dapat dikembalikan seperti sediakala, disamping itu dengan adanya lengan jembatan tersebut diharapkan akan dapat mengurangi tingkat kerawanan kecelakaan lalulintas jalan. **

WARGA SIBURKUH HARAPKAN JALAN ASPAL

Jalan Siburkuh

Jalan Siburkuh

WARGA SIBURKUH HARAPKAN JALAN ASPAL
Geta Pakpak
Warga Petani Siburkuh Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU JEHE) Kabupaten Pakpak Bharat harapkan pembangunan jalan aspal. “Kami sangat berharap pembangunan ini dapat dilanjutkan dengan meningkatkanya menjadi jalan aspal dimana jalan ini juga merupakan jalan alternatif menuju Sibande ibukota Kecamatan” ujar Kamullah Banurea, Selasa, 02/04/2013.
Diterangkan Banurea, jalan alternatif tersebut dibangun sejak tahun 2007 namun hingga saat ini belum pernah ditindaklanjuti sehingga kondisinya sudah disesak semak belukar. “Sudah menjadi jalan setap yang hanya bisa dilalui kereta sorong roda” katanya. Sementara jika jalan tersebut dapat dioptimalkan menurut warga akan dapat meningkatkan hasil pertanian tiga dusun yakni dusun Kuta Geddang, Dusun Kuta Rimbaru dan Dusun Siburkuh. Sejumlah hasil pertanian yang terdapat dikawasan tersebut antara lain getah karet, Gambir dan berbagai hasil pertanian tanaman muda lain yang selama ini telah dikembangkan warga petani setempat.**

PT. TPL BABAT HUTAN PAKPAK BHARAT

PT. TPL Babat Hutan

PT. TPL Babat Hutan

PT. TPL BABAT HUTAN PAKPAK BHARAT

GETA PAKPAK
Hanya sekitar 300 meter dari lokasi hamparan perambahan hutan yang mencapai ribuan hektar, terdapat plang merek yang dibuat oleh Pemerintah bertuliskan kawasan hutan negara dilarang menebang atau memungut hasil hutan alias kawasan hutan lindung. Dan aneh, saat Waspada melakukan pantauan langsung kelokasi, Senin, 08/04/2013 pada salah satu plang merek yang dibuat oleh Pemerintah Pakpak Bharat tersebut terlihat dicabut dan dibuang ke dalam hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertangungjawab.
Berjalan masuk ke dalam hutan dari Desa Kuta Jungak Kecamatan Siempat Rube, kab. Pakpak Bharat dengan kendaraan roda empat gardan 2, hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam langsung sampai ke hamparan penebangan hutan aktivitas PT. Toba Pulp Lestari (TPL). Bukan hanya kayu-kayu besar berukuran drum, namun sem,ua jenis kayu yang terdapat dilokasi terbabat habis dan diporak-porandakan alat berat milik PT. TPL untuk diolah dan ditanami pohon-pohon sesuai program pihak PT. TPL.
Berniat hendak melakukan konfirmasi langsung ke pihak PT. TPL di salah satu Camp yang disebut Base Camp RDA53, setiba di gerbang masuk yang dipasang plang, security langsung melarang dan mengatakan harus mendapat ijin dari Humas yang kebetulan sedang berada dilokasi menghadapi warga Pakpak Bharat yang datang kelokasi melakukan protes sebagaimana dikatakan Satpam, sembari berlalu menghubungi oknum Humas PT. TPL. Hanya beberapa menit, security langsung melarang wartawan mengambil gambar dan berusaha mengusir dari lokasi. “Urusan tidak jelas tidak boleh masuk” tegas Muhammad Farozi Satpam PT. TPL.
Merasa tidak mendapat hasil konfirmasi, Waspada langsung menemui Sitanggang yang disebutkan Humas yang berada dilokasi. Namun disayangkan, yang ditunjukkan justru arogansi dan hardikan. Sembari mengambil foto Sitanggang, Waspada berusaha mengorek informasi dengan melempar beberapa pertanyaan seputar penebangan yang terjadi dikawasan tersebut. Tetapi respon Sitanggang justru berlebihan, ia mengklaim bahwa PT. Toba Pulp Lestari (TPL) miliki ijin melakukan penebangan hutan di kawasan hutan lindung Kabupaten Pakpak Bharat. Saat ditanyakan terkait status hutan yang dirambah tersebut, apakah hutan lindung atau hutan APL, Sitanggang tidak memberikan jawaban. Namun dengan nada keras ia menjawab, “Semua penebangan ini resmi dan kami punya ijin bekerja disini” tegas Sitanggang, sembari menghadang dan berusaha merampas kamera yang berisi foto-foto yang sempat diambil sebelum bertemu Sitanggang.
Bukan hanya itu, dengan nada mengancam, Sitanggang juga langsung memanggil oknum Brimob bermarga Sembiring yang juga berada dilokasi, tanpa basa-basi oknum Brimob dengan senjata laras panjangnya menghardik, “Ini resmi dan apa urusan anda ambil foto dari lokasi ini. Orang ini tidak senang difoto-foto, hapus semua gambar itu” ujar Sembiring. Merasa terancam karena langsung dikerumuni sejumlah Satpam bersama oknum Brimob berpakaian lengkap dan bersenjata laras panjang, tiga wartawan yang turun kelokasi yakni wartawan Waspada, Wartawan Berita Sore dan wartawan Info Rakyat Merdeka Pakpak Bharat langsung membuka kamera dan menghapus beberapa foto yang dipaksa oleh Sitanggang. Sementara puluhan warga Pakpak Bharat yang berada dilokasi saat kejadian tersebut hanya diam menyaksikan ulah para Satpam dan oknum Brimob yang mengaku ditugaskan di PT. TPL.
Saat ditanya tugas oknum Brimob dilokasi tersebut, apakah sebagai pengaman atau humas, ataupun sebagai alat pihak TPL, ia hanya diam dan memelototi. “Ini semua resmi, dan saya tau maksud saudara datang kelokasi ini, kita sama-sama orang lapangan sudahlah, dame-dame ajalah” ujarnya melembek. Setelah menghapus sejumlah foto, akhirnya kerumunan para Satpam dan Brimob mundur satu-persatu setelah Sitanggang menyuruh mundur dan mengijinkan pulang ke tiga wartawan.
Sekitar 1 KM dari lokasi pintu gerbang masuk kawasan Base Camp RDA53 ke arah Parbuluan Kabupaten Dairi terdapat ratusan kayu gelondongan yang ditumpuk dipinggir jalan menggunakan alat berat. kayu-kayu tersebut diduga kuat diambil dari wilayah Kabupaten Pakpak Bharat dan ditampung dilokasi tersebut sebelum diangkut ke pabrik kayu milik PT. TPL di Porsea.
Dilain pihak, saat Waspada mengkonfirmasi langsung Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA melalui telefon selularnya mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir perambahan yang dilakukan oleh PT. TPL apabila telah keluar dari wilayah kerja yang diberikan ijinya. “Dan bila ada penebangan hutan diwilayah kami diluar ijin, maka kami akan segera lakukan pengecekan kelokasi” ujarnya. Saat ditanya kontribusi pihak PT. TPL kepada Kabupaten Pakpak Bharat, ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya menerima dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility). “Selain itu tidak ada, dan trimakasih atas informasi teman-teman wartawan, kami juga akan melakukan peninjauan kelokasi” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kadis Kehutanan Pakpak Bharat belum berhasil dikonfirmasi terkait teknis dan luasan ijin pengelolaan yang dikantongi pihak PT. TPL diwilayah Pakpak Bharat.
Sementara Kapolres Pakpak Bharat AKBP GR. Gultom, SIK saat dikonfirmasi melalui telefon selularnya, membenarkan bahwa wilayah tersebut adalah benar kawasan hutan lindung. “Itu kawasan hutan lindung, dan jika ada penebangan kayu atau perambahan disana harus ada ijin dari Menhut RI” ujar Kapolres Gultom. Saat ditanya terkait keberadaan aktivitas PT. TPL selama ini diwilayah tersebut, Kapolres mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan cek kelokasi dan akan segera melakukan upaya memperjelas keberadaan perambahan hutan yang terdapat diwilayah tersebut.
Senada dengan apa yang disampaikan Kapolres, dalam beberapa tahun terakhir jajaran Kepolisian Pakpak Bharat telah melakukan beberapa kali penangkapan kayu dari wilayah Kuta Jungak Kec. Siempat Rube dan dari kawasan Hutan Lindung Delleng Sibarteng yang dilakukan oleh masyarakat Pakpak Bharat. namun tindakan hukum terhadap pihak PT. TPL masih sebatas upaya melakukan cek lokasi. Dimana kedua kawasan tersebut merupakan jalan lintas Propinsi setelah sebelumnya jalan tersebut sudah diserahkan Pemerintah Pakpak Bharat kepada pihak pemerintah Propinsi. **

NANJOMBAL PAKPAK BHARAT KEMBALI DITERPA BENCANA, 87 RUMAH PORAK-PORANDA

Rumah Warga Bencana Puting Beliung

Rumah Warga Bencana Puting Beliung

NANJOMBAL PAKPAK BHARAT KEMBALI DITERPA BENCANA, 87 RUMAH PORAK-PORANDA
GETA PAKPAK
Bencana alam kembali terjadi di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe
(STTU JEHE) Kabupaten Pakpak Bharat. Kali ini sebanyak 87 (Delapan
puluh tujuh) unit rumah warga Nanjombal Desa Mbinalun dan di Desa
Tanjung Mulia Kec. STTU JEHE Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara
porak poranda diterpa angin puting beliung.
Nikkon Tumangger salah seorang warga Nanjombal, menuturkan, saat
kejadian hujan deras datang disertai petir menyambar-nyambar. Kemudian
berselang sekitar 15 menit tiba-tiba datang angin kecang seperti roda
berputar-putar dan langsung menyambar rumah-rumah serta pepohonan yang
terdapat di kaki bukit Delleng Kapur. Kejadian tersebut menurut saksi
mata terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, Senin, 18/03/2013.
Warga yang berada ditempat merasa ketakutan dan berusaha mencari
tempat aman. “Tiba-tiba suasana menjadi gelap dan satu persatu
pepohonan yang ada disekitar jalan besar bertumbangan tumpah kejalan,
bahkan sebahagian langsung menimpa rumah warga dan langsung roboh”
terang Nikkon. Ia mengisahkan, saat kejadian seperti dunia mau kiamat,
dimana-mana porak-poranda dan menghancurkan segala sesuatu yang
terdapat ditempat kejadian. “Bahkan seng dan sejumlah material rumah
diterbangkan hingga satu kilometer jauhnya” ujar Nikkon. Data
sementara menurut keterangan warga setidaknya 87 rumah rusak berat dan
rusak ringan yang terbagi di dua desa yakni 58 unit rumah di Desa
Mbinalun dan 29 rumah di Desa Tanjung Mulia. Sementara korban jiwa
tidak ada, namun satu orang warga mengalami luka-luka dan satu orang
anak-anak terkena timpa papan.
Sohmi Plithen Tiolinda KabidKabid Penanganan Darurat Dan Logistik pada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pakpak Bharat,
saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa setelah dilakukan pendataan
terdapat 86 unit rumah warga yang mengalami kerusakan. Selain itu satu
orang anak-anak mengalami luka ringan terkena timpa papan. “Yang
terkena luka langsung mendapat perawatan dari Dinas Kesehatan,
sementara para korban yang rumahnya hancur telah dipindahkan ke
rumah-rumah warga lain yang tidak terkena angin putting beliung” ujar
Linda.
Dan sebagai langkah penangan pertama pihaknya telah mendirikan
tenda-tenda penginapan untuk menampung para korban beserta mendirikan
dapur umum yang menyedakan makanan bagi para korban. “Saat ini kita
masih melakukan pendataan dan penanganan kepada para korban, mereka
dapat memilih tinggal dirumah saudara mereka terdekat atau tinggal di
tenda terserah warga” ujarnya.
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA, saat dikonfirmasi
melalui telefon selularnya, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan
upaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para korban, termasuk
dengan mendirikan tenda dan penanganan kesehatan yang langsung
diperintahkannya kepada Dinas Sosial, BPBD dan Pemerintah Kecamatan
STTU JEHE. “Kami masih melakukan pendataan lebih detail terkait jumlah
orang dan jumlah rumah yang terkena bencana. Mudah-mudahan dalam waktu
dekat dapat segera dilakukan perekonstruksian terhadap rumah-rumah
yang rusak” katanya.
Ia juga berpesan kepada segenap warga STTU JEHE untuk terus
meningkatkan kewaspadaan karena diwilayah tersebut memang kerap
terjadi bencana alam seperti longsor, banjir dan kali ini terpaan
angin puting beliung. “Hingga saat ini masih relative terkendali dan
komuniksi dengan masyarakat setempat sangat lancer, bahkan tim
penanggulangan bencana bersama warga masyarakat sekitar masih terus
bekerjasama melakukan penanggulangan” terang Bupati. **

MCK URUK NDEAS DIBANGUN TANPA SALURAN PEMBUANGAN

MCK URUK NDEAS DIBANGUN TANPA SALURAN PEMBUANGAN
Getapa Pakpak
Pembangunan MCK dan Penyediaan Sarana Air Bersih yang dilakukan Pemerintah Propinsi di Dusun Uruk Ndeas Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat dibangun tanpa saluran pembuangan. Hasil pantauan dilapangan, Sabtu, 09/03/2013 MCK yang menggunakan sumber air dari Sumur Bor tersebut cenderung dipertanyakan.
MCK dan Sumur Bor yang dibangun pada tahun anggaran 2012 itu hanya menyediakan bak penampungan limbah berkisar ukuran 2×2 meter dengan kedalaman hanya berkisar 1 meter. “Pada saat turun hujan bak penampungan limbahnya akan penuh dan langsung meluap ke rumah-rumah warga yang posisinya berada di bawah penampungan” ujar Sanggup Boangmanalu, warga Uruk Ndeas. Demikian halnya jika penggunaan MCK tersebut meningkat maka penampungan akan meluap, sehingga menimbulkan keresahan baru bagi warga sekitar.
Bukan hanya itu, menurut sejumlah informasi pembangunan MCK tersebut seharusnya memiliki saluran pembuangan berkisar 30 meter namun diduga kuat pihak pelaksana tidak mengerjakan. “Saat ini kami bersama sejumlah warga yang diresahkan sedang mengumpulkan tandatangan warga mempertanyakan keberadaan MCK ini dan dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke pihak-pihak terkait dan ke pihak Kejaksaan” ujar Boangmanalu. **

mck

mck

JALAN ALTERNATIF SALAK – TINADA RUSAK PARAH

JALAN ALTERNATIF SALAK – TINADA RUSAK PARAH

GETA PAKPAK
Jalan alternatif yang menghubungkan Kota Salak melalui kawasan SMAN 1 Salak menuju Santar Jehe Kecamatan Tinada rusak parah. Akibatnya jalanan menanjak dari kawasan Desa Boangmanalu itu kini tidak lagi bisa dilalui kendaraan minibus.
Pantauan kami di lapangan, Jumat, 08/03/2013 badan jalan sekitar 500 meter dari persimpangan SMA kini berubah fungsi menjadi saluran air, sehingga badan jalang sekitar 20 meter saat ini terlihat dibelah saluran air dengan kedalaman mencapai setengah meter. Pada kondisi seperti itu, warga petani setempat sangat mengeluh karena kini kendaraan roda empat yang biasanya masuk kelokasi pertanian mereka terpaksa dilangsir dengan menggunakan kendaraan roda dua kecuali bahan yang diangkut dengan truk. Selain itu sejumlah pengguna jalan pengendara roda dua yang sempat bertemu wartawan dilokasi menerangkan bahwa dalam satu tahun terakhir kondisi jalan sudah rusak, namun karena tidak adanya perbaikan, kini kondisi jalan semakin parah.
Padahal menurut keterangan warga saat jalan utama Kota Salak menuju Tinada terputus seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu saat perbaikan jalan dilakukan di seputaran Sirpang Jambu, jalan alternatif tersebut menjadi jalan satu-satunya yang dapat dilintasi. Warga berharap melalui instansi terkait dapat segera turun kelokasi untuk kemudian melakukan perbaikan. **

salak Tinada

salak Tinada

LANSIA MENGADU NASIB KEPADA BUPATI REMIGO

Bupati

Bupati

LANSIA MENGADU NASIB KEPADA BUPATI REMIGO
GETA PAKPAK
Jika para Calon Gubernur berusaha menggaet hati rakyatnya, berbeda dengan apa yang dilakukan nenek tua berru Solin dari Tinada disaat pelaksanaan hari Pencoblosan Pilgubsu, 07/03/2013. Tidak muluk-muluk, ia yang sudah berusia 60-an disela-sela peninjauan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu, MBA ke TPS-TPS yang pada kesempatan tersebut mengunjungi TPS Tinada berusaha menggaet hati pemimpinnya.
“Mengadu nasib, sudah tua begini, bekerja tidak mampu lagi dan sudah sering-sakit-sakitan. Mumpung Bapak Bupati disini saya menyampaikan keluh kesah saya” ujar sang nenek yang mengaku masih turut memberikan hak suaranya pada Pilgubsu 2013. Penyakit gula yang sudah lama dideritanya sangat membutuhkan uluran tangan. Jangankan untuk berobat, sepeninggal anak-anaknya yang masing-masing sudah berumah tangga dan hidup dengan keluarganya masing-masing ia merasakan penderitaan yang cukup panjang. Ia berharap pertemuanya yang tanpa terencana dengan Bupati Remigo yang cukup dikenal memiliki jiwa amal yang tinggi sejak ayahnya alm. Drs. Valentin Berutu mendapat perhatian.
Dalam dialog yang cukup pendek itu, Bupati Remigo yang pada kesempatan tersebut didampingi ibu Made Tirta Kusuma Dewi langsung mendekati sang nenek dan memberikan bantuan langsung berupa biaya untuk perobatan dan membeli susu. “Ini adalah bagian dari tanggungjawab kita, selain harus menyediakan sarana kesehatan, kita juga harus siap membantu secara langsung, paling tidak saat dimana kita berhadapan langsung dengan orang-orang yang sangat membutuhkan uluran tangan kita seperti sekarang ini” ujar Remigo singkat. **

PEMKAB DIHARAPKAN LEBIH FOKUS BANGKITKAN EKONOMI MASYARAKAT MISKIN

Pakpak

Pakpak

PEMKAB DIHARAPKAN LEBIH FOKUS BANGKITKAN EKONOMI MASYARAKAT MISKIN
GETA PAKPAK
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat diminta untuk lebih fokus memberikan perhatian kepada masyarakat pedesaan. Baik pada sektor ekonomi maupun kesehatan yang selama ini masih terbatas pada penguatan infrastruktur pertanian dan pendidikan secara menyeluruh. Sementrara dipedesaan hingga saat ini masih sangat banyak yang hidup dengan kondisi memperihatinkan, tinggal di pemukiman yang tidak layak diantara himpitan ekonomi.
Program Bedah rumah dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penyaluran bantuan-bantuan dan Kredit Nduma Pakpak Bharat (KNPB) dinilai belum mampu menggenjot pertumbuhan signifikan ditingkat masyarakat miskin. “Harus ada metode tertentu bagi masyarakat miskin, tidak hanya sebatas dorongan dan ruang yang sama dengan masyarakat menengah” ujar Janiper Boangmanalu Sekjen Komunitas Ekonomi Rakyat Lestari Budaya dan Advokasi Kebijakan Publik (Komisi Publik), Selasa, 05/03/2013.
Diharapkan dia, ada program riil yang benar-benar dapat menyentuh kehidupan masyarakat miskin. “Dapat dilakukan semisal fokus membuka lahan-lahan pertanian masyarakat miskin, karena selain beban mereka untuk bertahan hidup, mereka juga dibebani dengan persiapan biaya pendidikan dan kesehatan” ujarnya. **

PEMBANGUNAN HALTE DIKOTA SUKARAME TIDAK TEPAT SASARAN

halte

halte

PEMBANGUNAN HALTE DIKOTA SUKARAME TIDAK TEPAT SASARAN

GETA PAKPAK
Pembangunan Halte di inti Kota Sukarame Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat tidak tepat sasaran. Sementara tidak jauh dari lokasi terlihat badan jalan masih banyak yang mengalami kerusakan. Lebih parah lagi, halte yang terlihat sudah menahun tersebut tidak berfungsi, dipenuhi debu dan menciptakan kesan kumuh ditengah pemukiman warga yang relatif padat. Rabu, 06/03/2013.
Pantauan kami dilapangan, halte yang dibangun menyerupai rumah adat Pakpak tgersebut dibangun secara permanen menggunakan semen dan keramik putih, sementara pemanfaatan terhadap halte tersebut samasekali tidak sesuai peruntukanya. Bahkan saat ini halte tersebut menciptakan kesan kumuh, karena dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk promosi gratis dengan menempelkan foto-foto/gambar promosi usaha dan gambar-gambar calon Gubsu.
Untuk itu kedepan diharapkan dalam melaksanakan pembangunan diminta untuk lebih fokus pada kegiatan-kegiatan yang riil dan tepat sasaran.

HATI-HATI LOBANG JEBAKAN JALAN KANTOR CAMAT KERAJAAN

HATI-HATI LOBANG JEBAKAN JALAN KANTOR CAMAT KERAJAAN

GETA PAKPAK
Pengguna jalan, keluar masuk kantor Camat Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat ddari jalan protokol diharapkan untuk berhati-hati. Pasalnya pada jalan masuk tersebut, tepat di mulut jembatan dari kawasan perumahan Camat terdapat lobang yang menganga berukuran sekitar setengah meter siap menelan roda kendaraan anda.
“Sudah banyak kendaraan yang terjebak di lobang ini, bahkan untuk kendaraan pribadi ketika melewati jalan ini tidak jarang terjerembab dan terpaksa harus ditarik, apalagi pengguna jalan yang baru melintas di kawasan ini pasti akan terjebak” ujar Sitakar salah seorang warga yang bermukim disekitar lobang jebakan, Rabu, 06/03/2013. Penuturan warga kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum pernah ada upaya perbaikan, baik dari Pemerintah Desa, Kecamatan maupun dari Pemkab Pakpak Bharat. warga berharap dalam waktu dekat pihak-pihak terkait pada Pemkab Pakpak Bharat dapat segera melakukan perbaikan.**

sukarame

sukarame